← Beranda
Weton Tibo Gedong, Urat Emas, dan Titisan Dewa Kekayaan: Inilah Deretan Weton yang Disebut Raja Uang Menurut Primbon Jawa
Zulfa Putri HardiyatiRabu, 26 November 2025 | 20.40 WIB
Zodiak yang Disebut dihampiri Rezeki dan dibukakan Jalan Kekayaan Mendadak dalam Waktu Dekat(FREEPIK)

JawaPos.com - Dalam jagat spiritual Jawa, ada keyakinan kuno bahwa setiap kelahiran membawa garis nasib, aura, dan petunjuk rezeki yang membentuk perjalanan hidup seseorang.

Ajaran leluhur selalu menekankan bahwa keberuntungan bukan sekadar kebetulan, melainkan perpaduan antara weton kelahiran, laku batin, dan ikhtiar manusia.

 Di tengah arus kehidupan yang berubah dari waktu ke waktu, banyak orang masih merujuk pada primbon—warisan adiluhung yang dipercaya menyimpan kode-kode rahasia tentang rezeki dan kemakmuran.

Menurut kanal YouTube Primbon Cirebon, terdapat deretan weton yang masuk kategori sangat istimewa: weton Tibo Gedongketurunan urat emas, dan titisan dewa kekayaan.

Weton-weton inilah yang diyakini memiliki peluang besar untuk hidup makmur, menjadi pengayom, dan meraih kedudukan terhormat dalam perjalanan hidupnya.

Meski demikian, primbon Cirebon selalu mengingatkan bahwa ini hanyalah ramalan—rezeki tetap berada dalam genggaman Tuhan Yang Maha Kuasa, dan manusia harus terus berikhtiar.

Berikut ulasan lengkapnya mengenai deretan weton yang disebut sebagai raja uang menurut primbon Jawa.

1. Weton Senin Wage – Pembawa Aura Api yang Mengalirkan Kelancaran Rezeki

Senin Wage berada dalam naungan lakuing geni, energi spiritual menyerupai api.

 Sifat dasarnya sensitif dan mudah tersinggung, namun di balik itu mereka adalah pribadi yang sportif, bertanggung jawab, dan memiliki etos kerja yang tinggi.

Walaupun neptunya kecil, primbon menjelaskan bahwa Senin Wage justru termasuk weton yang sangat mudah mendapatkan kelancaran rezeki.

Mereka diberkahi aliran keberuntungan yang stabil, terutama ketika mampu menjaga hati, bersikap jujur, dan amanah.

2. Weton Selasa Legi – Peka, Welas Asih, dan Membawa Kebahagiaan

Selasa Legi juga memiliki kepekaan tinggi dan mudah tersinggung, namun sifat dasarnya dipenuhi kelembutan.

Mereka mudah memberikan kebahagiaan dan kenyamanan pada orang di sekitarnya.

Primbon Jawa menyebutkan bahwa weton ini memiliki empat fase besar keberuntungan dalam hidupnya.

 Selasa Legi memang kecil neptunya, tetapi justru menyimpan potensi rezeki yang kuat dan stabil. Banyak dari mereka yang memasuki usia produktif dengan kemakmuran.

3. Golongan Neptu 13 – Mereka yang Disebut Urat Emas

Kelompok weton dengan neptu 13 adalah:

·       Minggu Kliwon

·       Senin Pahing

·       Kamis Legi

·       Jumat Pon

·       Sabtu Wage

Kelima weton ini berada dalam naungan spiritual lintang kuning, yaitu laku bintang yang bersinar tenang. Masing-masing memiliki karakter unik:

Minggu Kliwon: tertutup namun punya banyak teman dan potensi sukses besar.

Senin Pahing: cerdas, berkemauan keras, jujur, namun harus berhati-hati dalam mengatur keuangan.

Kamis Legi: memiliki aura kepemimpinan, kreatif, dan fokus dalam menggapai tujuan.

Jumat Pon: welas asih, tidak suka merugikan orang lain, dan rezekinya melebar ketika ia rendah hati.

Sabtu Wage: mandiri, hemat, terampil mengatur keuangan, serta dianugerahi potensi menjadi pengayom.

Kelompok neptu 13 ini memiliki tiga fase besar keberuntungan dalam hidupnya, bahkan dapat berlanjut hingga usia senja.

4. Weton Sabtu Pahing – Urat Emas Paripurna dan Titisan Dewa Kekayaan

Di antara seluruh weton, Sabtu Pahing berdiri paling tinggi dengan neptu 18—angka terbesar dalam perhitungan weton.

 Naungan spiritualnya adalah lakuing kuning paripurna, puncak dari seluruh perjalanan bintang.

Karakter dasarnya kuat, berkuasa, dan dominan. Namun di balik itu mereka mudah iba, pemaaf, dan memiliki hati yang lembut.

Primbon Jawa menyebutkan bahwa Sabtu Pahing memiliki enam puncak keberuntungan sepanjang hidupnya, menjadikannya weton yang paling sering “tibo berkah”. Tak heran jika ia disebut sebagai titisan dewa kekayaan.

Rezeki Adalah Titipan, Ikhtiar Adalah Kunci

Deretan weton di atas diyakini sebagai pemilik garis rezeki besar dan peluang kemakmuran yang menonjol.

Namun, primbon tidak pernah dimaksudkan sebagai penentu mutlak nasib.

 Leluhur selalu mengajarkan bahwa keberuntungan akan datang kepada mereka yang menjaga hati, rendah hati, amanah, dan terus berusaha.

Apa pun weton seseorang, rezeki tetap berada di tangan Tuhan—dan manusia berjalan mengikuti takdirnya dengan doa, ikhtiar, dan rasa syukur.

EDITOR: Novia Tri Astuti