← Beranda
8 Weton Tibo Gedhong yang Ditakdirkan Jadi 'Wong Sugih' Sejak Lahir, Rezekinya Mengalir Tanpa Henti dan Derajatnya Tinggi di Masyarakat
Zulfa Putri HardiyatiSabtu, 11 Oktober 2025 | 13.25 WIB
8 Weton Tibo Gedhong yang Ditakdirkan Jadi “Wong Sugih” Sejak Lahir, Rezekinya Mengalir Tanpa Henti dan Derajatnya Tinggi di Masyarakat (FREEPIK)

JawaPos.com - Dalam filosofi Jawa kuno, setiap weton diyakini membawa garis hidup yang unik, ada yang berjiwa pengabdi, ada yang lahir dengan aura pemimpin, dan ada pula yang sejak kecil sudah dilingkupi energi kemakmuran.

Dari sekian banyaknya weton yang dikenal dalam primbon, terdapat delapan weton istimewa yang disebut sebagai “Weton Tibo Gedhong”, yakni mereka yang sudah ditakdirkan menjadi “wong sugih” atau orang kaya sejak lahir.

Menurut ulasan spiritual dalam kanal YouTube Primbon Cirebon, delapan weton ini bukan hanya berpotensi besar dalam urusan rezeki dan jabatan, tetapi juga memiliki daya wibawa dan pengaruh yang membuatnya disegani oleh banyak orang.

 Istilah “Tibo Gedhong” dalam primbon berarti seseorang yang lahir dengan balungan gajah, atau tulang keberuntungan, yang merupakan lambang kekuatan lahir batin, kecerdasan alami, dan bakat menjadi orang sukses.

Berikut penjelasan lengkap mengenai 8 weton keemasan Tibo Gedhong yang diyakini memiliki jalan hidup penuh keberkahan dan kesuksesan.

1. Minggu Kliwon – Lembut Hati, Berwibawa, dan Mengayomi

Weton Minggu Kliwon melambangkan pribadi yang sopan, santun, dan lemah lembut. Ia dikenal tertutup dan rendah hati, tetapi memiliki aura karismatik yang memikat banyak orang.

 Wataknya yang sederhana membuatnya disenangi banyak pihak, terutama karena ia mampu menjadi pengayom bagi siapa pun yang membutuhkan bantuan.

Dalam primbon Jawa disebutkan, pemilik weton ini sering mendapatkan kedudukan terhormat dalam masyarakat.

Rezekinya mengalir seiring niat baik dan ketulusan hatinya. Untuk mempertahankan kejayaan, Minggu Kliwon disarankan untuk selalu rendah hati dan tidak silau pada pujian.

2. Senin Pahing – Jujur, Tangguh, dan Cepat Naik Derajat

Lahir dengan mental pekerja keras, Senin Pahing dikenal sebagai sosok yang tahan banting dan pantang menyerah. Ia berjiwa jujur, tegas, dan tidak mudah putus asa dalam menggapai impian.

Dalam dunia usaha, weton ini disebut cepat sukses — namun juga bisa cepat jatuh bila tidak berhati-hati.

Primbon menasihati agar pemilik Senin Pahing menjaga kerendahan hati, menjauhi kesombongan, serta mengendalikan emosi.

Bila mampu menjaga sikap, maka keberkahan dan kekayaan akan terus menempel sepanjang hidupnya.

3. Senin Wage – Penolong dan Pembawa Keberhasilan

Pemilik weton Senin Wage dikenal berhati lembut, suka menolong tanpa pamrih, dan jujur dalam setiap tindakan.

 Ia selalu menyusun rencana dengan matang sebelum bertindak, sehingga jarang gagal dalam menggapai tujuannya.

Wataknya yang penuh empati membuatnya disukai banyak orang, dan hal itu justru menjadi jalan datangnya rezeki. Weton ini akan semakin berjaya jika mampu menjaga kesabaran dan tidak lupa diri di tengah keberhasilannya.

4. Selasa Legi – Dermawan dan Pembawa Sukacita

Orang yang lahir di weton Selasa Legi dikenal mudah bergaul, ramah, dan suka membahagiakan orang di sekitarnya. Mereka pekerja keras dengan tekad besar untuk meraih kesuksesan.

Dalam kitab Babat Palintangan Jawa, Selasa Legi disebut memiliki energi keberuntungan yang kuat dalam urusan harta dan jabatan.

Namun demikian, untuk menjaga rezekinya tetap lancar, weton ini disarankan agar selalu bersikap rendah hati dan tidak melupakan asal-usulnya.

5. Kamis Kliwon – Bijaksana dan Visioner

Pemilik weton Kamis Kliwon dikenal memiliki visi jauh ke depan. Ia berpikir matang sebelum bertindak dan memiliki perilaku yang bijaksana.

Dalam primbon disebutkan, cita-cita pemilik Kamis Kliwon sering kali terwujud karena tekadnya kuat dan langkahnya konsisten.

Mereka jarang bicara tanpa alasan, dan justru melalui ketenangannya itulah rezeki datang dari arah tak disangka. Kunci keberhasilannya adalah fokus dan kesabaran.

6. Jumat Pon – Wibawa dan Berjiwa Kemanusiaan

Weton Jumat Pon melambangkan pribadi yang tenang, berwibawa, dan berjiwa humanis.

Mereka mudah dipercaya, pandai membawa diri, serta disukai karena kemurahan hatinya. Dalam urusan karier dan usaha, Jumat Pon sering kali menjadi pemimpin yang dihormati.

Primbon menyebut, rahasia kesuksesan weton ini terletak pada konsistensi dan fokus terhadap tujuan. Namun, ketika sudah berhasil, Jumat Pon diingatkan untuk tetap “nginjak bumi” dan tidak lupa berbagi kepada sesama.

7. Sabtu Pahing – Pemberani dan Penuh Welas Asih

Sabtu Pahing termasuk weton yang memiliki jiwa kesatria. Ia berani, terbuka, dan memiliki semangat sosial yang tinggi.

Dalam kitab primbon Jawa, Sabtu Pahing disebut akan mengalami kejayaan besar bila mampu menjaga keseimbangan antara ambisi dan keikhlasan.

Ia terlahir untuk menjadi pemimpin, namun kesuksesan sejatinya baru sempurna bila ia tetap welas asih dan tidak lupa diri di tengah kemuliaannya.

8. Sabtu Wage – Teguh, Ambisius, dan Pekerja Cerdas

Pemilik weton Sabtu Wage dikenal tegas dan memiliki pendirian kuat. Ia menyukai kemewahan, namun di balik itu, memiliki semangat perjuangan luar biasa untuk mewujudkan cita-citanya.

Dalam primbon disebutkan, Sabtu Wage memiliki kecerdasan alami dan intuisi bisnis yang tajam. Apa pun yang dikerjakan sering berbuah sukses. Namun agar kejayaannya abadi, ia perlu mengendalikan emosi dan menjaga kerendahan hati, agar kekayaan tidak hanya datang — tetapi juga bertahan.

Delapan weton ini disebut sebagai “Weton Keemasan” karena telah membawa energi Tibo Gedhong sejak lahir.

Namun sebagaimana ditekankan dalam tayangan Primbon Cirebon, semua ini hanyalah ramalan — bukan kepastian.

Keberuntungan sejati tetap berasal dari kerja keras, keikhlasan, dan ridha Tuhan Yang Maha Kuasa.

Karenanya, siapa pun yang merasa lahir di antara weton-weton ini, hendaknya menjadikan pesan primbon ini sebagai pengingat untuk terus berbuat baik, tidak tinggi hati, dan selalu bersyukur. Sebab sejatinya, rezeki yang sejati bukan hanya harta, melainkan hati yang lapang dan hidup yang penuh makna.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho