← Beranda

Waspada! Ini Jodoh yang Kurang Cocok dengan Jumat Legi Menurut Primbon Jawa

Intan PuspitasariSelasa, 24 Juni 2025 | 22.56 WIB
Waspada! Ini Jodoh yang Kurang Cocok dengan Jumat Legi Menurut Primbon Jawa (nuttawan jayawan/Vecteezy)

JawaPos.com - Dalam perhitungan jodoh Jawa, tidak semua kombinasi weton dianggap membawa keberuntungan.

Salah satunya adalah ketika weton Jumat Legi bertemu dengan Jumat Pahing. Meskipun sama-sama lahir di hari Jumat, ternyata menurut ilmu primbon, kombinasi ini justru termasuk dalam kategori yang berbahaya atau tidak baik untuk hubungan rumah tangga.

Menurut salah satu video di kanal youtube Sabdaning Ratu, kanal youtube yang aktif membuat konten mengenai primbon dan ilmu titen, menjelaskan bahwa Jumat Legi memiliki neptu 11, sedangkan Jumat Pahing neptunya 15.

Baca Juga: Penulisan Ulang Sejarah Tuai Polemik, Dasco: Jangan Menuduh Ada Kepentingan Penguasa!

Jika dijumlah, hasilnya adalah 26, angka yang menurut primbon dianggap sebagai sinyal buruk dalam hubungan jodoh.

Mengapa? Karena 26 adalah angka genap yang menyimbolkan banyaknya cobaan, terutama dalam urusan nafkah dan keberlangsungan ekonomi rumah tangga.

Pasangan dengan hitungan ini berpotensi mengalami hambatan dalam mencari rezeki. Misalnya, usaha mandek, pekerjaan sulit berkembang, atau sering mengalami masalah di tempat kerja.

Bahkan bisa muncul rasa tidak betah dalam pekerjaan hingga akhirnya memilih resign, tapi belum ada pekerjaan pengganti yang lebih baik. Akibatnya, kehidupan rumah tangga pun jadi stagnan.

Baca Juga: Weton Jumat Legi Cocok dengan Weton Apa? Ini Hitungan Jodohnya yang Dianggap Baik, Menurut Primbon!

Selain itu, Jumat Pahing dalam primbon disebut sebagai “tibo pati”, yang memiliki arti rentan terhadap kegagalan dalam hal apa pun, termasuk dalam rumah tangga.

Ketika ini bertemu dengan Jumat Legi yang “tibo telih” atau hemat, sebenarnya masih ada harapan untuk menyeimbangkan.

Namun tetap saja, energi negatif dari Jumat Pahing cukup kuat, apalagi jika tidak ada kesadaran dari kedua pihak untuk mengelola emosi dan keuangan dengan bijak.

Tak hanya itu, pertemuan dua weton di hari Jumat juga sering dianggap berat karena karakter masing-masing yang dominan dan tidak mudah mengalah.

Belum lagi jika dalam hubungan ada pihak ketiga atau godaan lain, maka cobaan bisa jadi makin berat.

Walaupun hitungan ini terlihat kurang baik, penting untuk diingat bahwa primbon adalah ilmu titen, ilmu pengamatan yang diwariskan turun-temurun.

Ia bukan hukum pasti, melainkan alat refleksi agar kita bisa lebih waspada dan bijak dalam melangkah.

Jika sudah terlanjur bersama dan cinta masih kuat, maka selalu ada jalan untuk memperkuat ikatan lewat komunikasi yang jujur, spiritualitas yang seimbang, dan kerja sama dalam membangun masa depan.

Ingat, tidak ada hubungan yang sepenuhnya mulus. Tapi dengan niat baik dan kesadaran batin, setiap pasangan bisa menemukan cara untuk saling menjaga dan bertumbuh, meski hitungan jodohnya tidak sempurna menurut primbon.

EDITOR: Hanny Suwindari