← Beranda

3 Weton yang Menakutkan Saat Marah, Bisa Berubah Drastis Meski Terkenal Baik dan Sabar

Alyssa NaziraRabu, 11 Juni 2025 | 16.08 WIB
3 weton yang dikenal menakutkan saat marah. (Freepik)

JawaPos.com - Weton merupakan sistem penanggalan tradisional Jawa yang menggabungkan dua kalender.

Weton sering digunakan oleh masyarakat Jawa, baik terdahulu maupun hingga saat ini, untuk melihat watak atau karakter seseorang.

Mengutip laman Kaweruh Jawa, setiap hari dalam sistem penanggalan Jawa tersebut memiliki nilai angka yang disebut dengan neptu, yang setiap angkanya diyakini menyimpan arah energi seseorang.

Melalui perhitungan neptu, yang merupakan gabungan nilai hari dan pasaran, seseorang diyakini memiliki karakteristik tertentu yang membentuk kepribadiannya.

Salah satu aspek menarik dalam Primbon Jawa adalah keyakinan bahwa ada beberapa weton yang dikenal memiliki sifat menakutkan ketika sedang marah.

Biasanya, pemilik weton-weton ini adalah sosok yang baik, tenang, bahkan sabar. Namun, jika amarah mereka sampai terpancing, maka dampaknya bisa mengejutkan orang-orang di sekitarnya.

Mengutip kanal YouTube RL Mutiara, berikut tiga weton yang dikenal sangat mengerikan ketika marah:

1. Weton Minggu Wage

Pemilik weton Minggu Wage memiliki jumlah neptu 9, yang berasal dari nilai hari Minggu (5) dan pasaran Wage (4).

Dalam kehidupan sehari-hari, orang yang lahir pada weton ini dikenal sebagai sosok yang sabar, bijaksana, dan tidak mudah tersulut emosi.

Mereka cenderung memilih diam atau menghindari konflik selama masih bisa ditoleransi.

Namun, menurut Primbon Jawa, ketika orang dengan weton Minggu Wage ini benar-benar marah karena sudah terlalu sabar atau merasa diperlakukan tidak adil, maka kemarahannya bisa sangat mengejutkan dan menyeramkan.

Ia bisa berubah menjadi pribadi yang tidak terduga, dan bisa melakukan hal-hal yang mengejutkan orang-orang di sekitarnya. Sifat baiknya bisa seketika tertutup oleh amarah yang luar biasa.

Singkatnya, meskipun pada dasarnya pemilik weton ini adalah orang yang penuh kesabaran dan kebaikan, namun ketika batas kesabarannya terlampaui, ia bisa menjadi sosok yang sangat mengerikan dan membuat takut banyak orang.

2. Senin Wage

Weton Senin Wage memiliki neptu 8, hasil dari hari Senin (4) dan pasaran Wage (4). Orang yang terlahir pada weton ini biasanya memiliki sifat yang sangat baik, setia kepada pasangan atau sahabat, senang membantu sesama, serta tulus dalam berbuat.

Namun demikian, Primbon Jawa menyebut bahwa pemilik weton Senin Wage memiliki kelemahan dalam mengendalikan emosinya.

Jika mereka merasa sangat tersinggung, disakiti, atau terpojok, maka kemarahannya bisa meledak hebat dan mengubah karakternya secara drastis.

Dalam kondisi marah, mereka bisa menjadi pribadi yang menakutkan dan emosinya sulit dikendalikan.

Kendati demikian, watak dasarnya tetaplah orang baik. Hanya saja, kemarahan bisa membuat mereka berubah sejenak menjadi pribadi yang tidak bisa dikendalikan dan terkesan sangat menyeramkan.

Orang di sekitarnya perlu berhati-hati agar tidak menyulut emosi dari pemilik weton ini.

3. Selasa Legi

Pemilik weton Selasa Legi memiliki jumlah neptu 8, gabungan dari hari Selasa (3) dan pasaran Legi (5). Weton ini berada dalam naungan lakuning geni, yang secara harfiah berarti ‘berwatak api’.

Hal tersebut menggambarkan bahwa karakter dasar dari orang dengan weton ini menyerupai sifat api, tenang saat jinak, namun bisa membesar dan menghancurkan jika tersulut.

Karena itu, ketika pemilik weton Selasa Legi marah, emosinya bisa meledak dengan sangat hebat. Mereka bisa kehilangan kontrol terhadap diri sendiri, melontarkan kata-kata kasar, dan tak lagi peduli dengan perasaan orang lain.

Situasi seperti itu tentu bisa menciptakan suasana yang mencekam, bahkan menakutkan bagi orang-orang yang berada di dekatnya.

Walaupun demikian, menurut Primbon Jawa, mereka sebenarnya memiliki hati yang baik dan mudah tersentuh.

Mereka tidak segan meminta maaf setelah menyadari kesalahan, serta mampu mengakui kekhilafan diri sendiri. Inilah yang membedakan weton ini, keras saat marah, tetapi juga mudah melunak ketika sudah reda.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho