← Beranda

7 Weton yang Sangat Ditakuti oleh Weton Lainnya, Energinya Bikin Orang Sekitar Gentar Sekaligus Takjub

Leni Setya WatiSabtu, 7 Juni 2025 | 16.20 WIB
Ilustrasi weton yang ditakuti oleh weton lain (freepik)

JawaPos.com - Pernahkah kamu bertemu seseorang yang baru saja duduk di ruangan tapi suasana langsung berubah?

Suasana jadi sunyi, jantung berdebar tanpa sebab, bahkan beberapa orang merasa tidak tenang tanpa tahu kenapa.

Mereka tidak berkata apa-apa, tidak melakukan apa pun, tapi keberadaannya seperti magnet energi besar yang tak kasat mata.

Dalam budaya Jawa, fenomena ini bukan hal aneh. Orang-orang tua dahulu percaya bahwa setiap orang lahir membawa energi.

Dan energi itu dipengaruhi oleh weton, gabungan hari dan pasaran kelahiran yang membentuk semacam sidik jari spiritual.

Baca Juga: Ramalan Zodiak Aries 7 Juni 2025: Mulai dari Cinta, Karir, Kesehatan dan Keuangan

Weton bukan sekadar angka di kalender Jawa, ia adalah simbol kekuatan halus yang memancar sejak seseorang lahir.

Ada weton yang membawa aura teduh dan penuh rezeki, ada pula weton yang tanpa perlu bicara atau bertindak sudah membuat sekitarnya merasa gentar, takjub, atau bahkan terintimidasi.

Tapi apakah mereka berbahaya? Tidak selalu. Justru banyak dari mereka yang punya tanggung jawab besar secara spiritual.

Mereka ibarat lilin yang menyala terang, terkadang silau bagi yang belum siap, namun hangat bagi jiwa yang sadar.

Dalam artikel ini, JawaPos.com telah melansir dari kanal YouTube MBAH EKO DAENG, Jumat (6/6), tujuh weton yang paling ditakuti. Bukan karena buruk, tapi karena energinya begitu kuat hingga dunia bisa merasakannya.

Baca Juga: Ramalan Zodiak Gemini 7 Juni 2025: Mulai dari Cinta, Karir, Kesehatan dan Keuangan

1. Sabtu Wage: Penjaga gerbang dimensi sunyi

Orang yang lahir di weton Sabtu Wage sering terlihat tenang, bahkan terkesan tidak menonjol. Tapi justru dari ketenangan itulah muncul aura yang dalam dan berat. Mereka ini bagaikan penjaga gerbang dunia sunyi.

Kehadirannya membuat orang di sekitarnya merasa hening. Bahkan yang biasanya cerewet pun jadi lebih kalem. Energi mereka adalah energi pemutus.

Cocok untuk mengakhiri sesuatu yang perlu ditinggalkan, konflik, hubungan toxic, atau bahkan energi negatif dalam sebuah ruangan.

Itulah kenapa tanpa berkata apun, kehadiran mereka kadang membuat orang merasa gelisah. Bukan karena mereka jahat, tapi karena hati orang lain sedang dibersihkan oleh aura mereka.

Orang Sabtu Wage juga sering menjadi tempat curhat gaib. Mereka bisa saja bermimpi aneh, merasa kehadiran sesuatu, atau membaca suasana batin orang lain.

Dalam masyarakat Jawa, mereka sering disebut leres, yaitu orang yang batinnya peka secara alami. Namun, energi ini perlu dijaga dengan niat yang bersih.

Jika tidak, Sabtu Wage bisa jadi sangat tertutup dan menyimpan trauma dalam. Ketika mereka belajar menerima dan mencintai diri sendiri, aura mereka berubah menjadi cahaya yang menenangkan, bukan menekan.

2. Selasa Kliwon: Pembaca batin tanpa izin

Weton ini dikenal paling tidak nyaman dihadapi bagi orang-orang yang menyimpan rahasia. Orang yang lahir pada Selasa Kliwon sering memiliki intuisi luar biasa tajam.

Mereka bisa membaca suasana tanpa perlu dijelaskan, bisa tahu seseorang sedang berbohong hanya dari nada suara, bahkan bisa menangkap maksud tersembunyi yang tidak diucapkan.

Energi ini membuat banyak orang merasa telanjang di depan mereka. Walau si pemilik weton tak melakukan apa-apa, tatapan mata mereka bisa membuat orang gugup.

Bukan karena marah, tapi karena tajamnya intuisi mereka menembus benteng psikologis. Namun di balik itu, Selasa Kliwon punya jiwa penyembuh.

Mereka bisa menjadi teman yang sangat memahami tanpa menghakimi. Mereka ditakuti karena mampu menguak luka lama.

Namun sesungguhnya merekalah yang bisa membimbing orang lain untuk pulih. Mereka hanya perlu belajar menyeimbangkan antara empati dan batasan pribadi. Jika tidak, mereka bisa terkuras oleh energi orang lain.

3. Jumat Legi: Karisma tak terucapkan

Jumat Legi adalah weton yang membawa karisma diam-diam. Mereka tidak banyak bicara, tidak menonjolkan diri, tapi kehadirannya selalu diperhatikan.

Saat mereka masuk ruangan, ada saja orang yang melirik, merasa segan, atau ingin mendekat, namun tidak berani.

Orang dengan weton ini seperti magnet spiritual. Mereka punya energi yang halus tapi menusuk. Meskipun tidak agresif, mereka bisa membuat seseorang mundur selangkah hanya dengan tatapan lembutnya.

Di sisi lain, mereka sangat cocok jadi pemimpin di balik layar. Pembimbing yang tidak suka sorotan tapi disegani.

Banyak tokoh besar spiritual dan pemimpin bijak lahir di hari ini. Namun tantangan bagi mereka adalah menjaga keaslian niat.

Karisma tanpa kejujuran bisa berubah menjadi manipulasi. Saat mereka hidup dengan hati jernih, aura mereka bisa menyembuhkan dan memandu banyak jiwa yang tersesat.

4. Rabu Pon: Cermin jiwa yang tak terelakan

Weton ini ibarat cermin besar bagi orang-orang di sekitarnya. Siapapun yang mendekati orang Rabu Pon akan melihat bayangan dirinya, baik itu sisi terang maupun gelap.

Karena itulah banyak orang merasa tidak nyaman dekat-dekat mereka, terutama bila masih banyak luka batin yang belum disembuhkan.

Orang Rabu Pon tak perlu berbicara pedas untuk membuat orang lain merasa tersindir. Kehadirannya saja sering menjadi katalis yang membuat orang lain bereaksi emosional. Entah marah, gelisah, atau justru menangis.

Namun ini bukan karena mereka bermaksud demikian. Justru sebaliknya, mereka adalah penjaga kejujuran spiritual.

Mereka memancarkan getaran ketulusan dan kebenaran sehingga kebohongan apa pun terasa tumpul jika dibawa ke hadapan mereka.

Dalam perjalanan hidupnya, Rabu Pon harus belajar bahwa bukan tugas mereka untuk menyembuhkan semua orang. Kadang cukup dengan hadir, mereka sudah membuka jalan perubahan.

5. Rabu Wage: Si penjernih energi ruangan

Weton Rabu Wage sering disebut sebagai pembersih suasana. Orang yang lahir di hari ini membawa aura yang bisa memperjelas mana yang tulus dan mana yang pura-pura.

Ketika mereka datang, yang palsu sering terbongkar, yang menipu jadi salah tingkah, dan yang menyimpan dendam batin bisa tiba-tiba meledak.

Uniknya, mereka tidak perlu melakukan apapun. Bahkan kadang mereka sendiri tidak sadar bahwa kehadirannya membawa getaran seleksi alam.

Aura mereka seperti saringan halus yang memisahkan niat baik dan niat buruk di sekitarnya. Tentu ini bisa membuat mereka jadi sasaran ketidaksukaan. Apalagi oleh orang yang menyembunyikan maksud tersembunyi.

Tapi itu adalah bagian dari tugas spiritual mereka. Bukan untuk menghakimi, tapi menjadi alarm bagi alam semesta.

Rabu Wage juga memiliki kemampuan reflektif yang kuat. Mereka bisa menjadi tempat banyak orang bercermin secara batin.

Tak jarang tanpa sadar orang-orang curhat atau terbuka tanpa diminta. Tantangan mereka adalah mereka sering kelelahan secara energi.

Maka mereka perlu belajar menjaga batas, tidak menyerap semua masalah dunia dan tahu kapan harus diam demi ketenangan batin sendiri.

6. Sabtu Kliwon: Pewaris aura leluhur

Weton ini merupakan weton yang paling kental dengan nuansa gaib. Sabtu Kliwon dipercaya sebagai hari kelahiran yang sarat warisan energi leluhur.

Baik itu kekuatan spiritual, pengaruh kekerabatan, atau bahkan koneksi dengan alam tak kasat mata. Orang yang lahir di hari ini sering memiliki aura tua, bijaksana, dan dalam.

Meskipun mereka masih muda, banyak yang merasa mereka seperti orang tua dalam kelompoknya. Mereka memiliki ketenangan yang menusuk dan wibawa yang tidak bisa dijelaskan dengan logika.

Dalam tradisi Jawa, Sabtu Kliwon sering dikaitkan dengan peralihan alam energi antara dunia nyata dan dunia kasat mata.

Maka tak heran jika mereka kerap menjadi pusat perhatian tanpa berusaha atau disegani tanpa kata. Namun ini bukan beban, ini panggilan.

Mereka yang lahir di weton ini sering ditakdirkan jadi penjaga keluarga, penyambung silsilah, bahkan penerus amanah yang belum terselesaikan oleh leluhur. Kuncinya, jangan takut pada kekuatan ini.

Semakin mereka berdamai dengan takdir, semakin terang jalan mereka dalam menuntun banyak jiwa di sekitarnya.

7. Senin Pon: Sang pemicu kesadaran

Senin Pon adalah weton dengan getaran pemicu. Mereka datang dan perubahan pun terjadi. Entah itu perubahan kecil seperti perasaan tidak nyaman, atau besar seperti pertobatan dan pergeseran arah hidup.

Mengapa? Karena mereka membawa frekuensi yang membuat orang berpikir. Kehadirannya seperti membunyikan lonceng kecil di alam bawah sadar.

Orang jadi merenung, mempertanyakan hidupnya dan kadang jadi ingin berubah. Namun perubahan tidak selalu menyenangkan.

Itu sebabnya orang dengan weton ini kadang dianggap bikin ribet meski tidak melakukan apa-apa. Mereka adalah pemantik kesadaran dan seperti api.

Kehadirannya bisa membuat orang merasa hangat atau kepanasan. Senin Pon memiliki potensi luar biasa dalam dunia pendidikan, spiritualitas, atau pendampingan hidup.

EDITOR: Hanny Suwindari