← Beranda

Rahasia Rezeki Tersembunyi di Balik Lima Pasaran Weton: Legi, Pahing, Pon, Wage, dan Kliwon Menurut Primbon Jawa

Zulfa Putri HardiyatiKamis, 22 Mei 2025 | 14.19 WIB
Rahasia Rezeki Tersembunyi di Balik Lima Pasaran Weton: Legi, Pahing, Pon, Wage, dan Kliwon Menurut Primbon Jawa (FREEPIK)

JawaPos.com - Dalam kehidupan masyarakat Jawa yang sarat dengan filosofi dan warisan budaya leluhur, konsep weton menjadi salah satu pilar penting dalam membaca peruntungan hidup seseorang.

Weton adalah gabungan antara hari lahir dan pasaran, yang dipercaya menyimpan energi spiritual serta pengaruh kosmis terhadap jalan hidup manusia.

Di antara kelima pasaran dalam sistem penanggalan Jawa, Legi, Pahing, Pon, Wage, dan Kliwon, tersimpan rahasia keberuntungan dan kekuatan energi masing-masing yang menurut Primbon Jawa, sangat berkaitan erat dengan rezeki, watak, hingga potensi spiritual seseorang.

Dilansir dari kanal Youtube Primbon Cirebon, akan dibedah satu per satu kekuatan spiritual dan rahasia kesuksesan dari lima pasaran weton tersebut berdasarkan pemahaman tradisional Jawa, sebagaimana tertuang dalam ajaran primbon.

Setiap pasaran memiliki elemen, cakra, malaikat pelindung, hingga arah kekuasaan energi yang berbeda-beda.

Kombinasi inilah yang diyakini menjadi landasan seseorang untuk menemukan jalan hidup yang harmonis, serta membuka pintu rezeki yang datang dari berbagai arah.

1. Pasaran Legi: Optimisme dan Petunjuk Jalan Hidup

Pasaran Legi memiliki neptu 5 dan merupakan pemegang segel Cakra Seks Langit, dengan elemen kayu atau udara.

Energinya datang dari arah timur, dan disimbolkan oleh aura putih yang menunjukkan ketelitian dan kejernihan niat.

Orang yang lahir di hari Legi cenderung penuh keinginan, memiliki daya optimisme yang kuat, dan dikenal sebagai pemberi jalan dan penunjuk arah bagi orang lain.

Namun, kekuatan ini bagaikan pisau bermata dua. Bila tidak diarahkan pada pembelajaran dan ilmu, kekuatan Legi bisa menjelma menjadi hasrat yang membara tanpa kendali.

Karena itu, pasaran ini cocok menjadi mitra spiritual pasaran Pon, serta didukung oleh Wage, namun perlu waspada terhadap pengaruh Pahing dan Kliwon yang bisa melemahkan energinya.

2. Pasaran Pahing: Cinta, Api, dan Energi Kreatif

Dengan neptu 9 dan cakra utama pada Cakra Jantung Langit, Pahing adalah simbol cinta kasih, energi api, dan semangat membara.

Dikenal sebagai “pasarannya seniman,” orang Pahing memiliki bakat dalam mencintai, memberi, dan menumbuhkan. Mereka dilindungi oleh Malaikat Mikail, pelindung rezeki dan kemakmuran.

Namun, sifatnya yang mudah terpengaruh dan agresif harus dikendalikan dengan ilmu dan spiritualitas.

Pasaran ini berkuasa di arah selatan, dan akan semakin terhormat jika dijalani dengan wawasan dan laku ilmu.

Dalam sistem semesta, Pahing diperkuat oleh Wage dan Legi, tetapi juga perlu dikendalikan oleh Pon dan Kliwon agar tidak menjadi energi yang membakar tanpa arah.

3. Pasaran Pon: Tegas, Keras, dan Butuh Spiritualitas

Pasaran Pon, dengan neptu 7 dan elemen logam, memiliki kekuatan dalam ketegasan, kedisiplinan, dan tindakan yang terarah.

Ia memegang Cakra Dasar Langit, berkuasa di arah barat, dan disimbolkan oleh sosok Semar serta Dewi Sri. Namun demikian, sisi lemahnya terletak pada masalah asmara dan kepekaan hati.

Pon memiliki kemampuan untuk mengendalikan pasaran Legi, tetapi juga perlu dikendalikan oleh Pahing.

Pasaran ini cocok belajar pada pasaran Kliwon untuk menyeimbangkan spiritualitasnya.

Jika pengendalian diri tercapai, maka Pon memiliki potensi untuk menjadi pemimpin yang fokus dan kuat.

4. Pasaran Wage: Strategi, Ilmu, dan Pengendali Cakra

Wage dengan neptu 4 adalah pemegang Cakra Ajna Langit – pusat dari ilmu dan pengendalian.

Elemen airnya selaras dengan arah utara, dan dilindungi oleh Malaikat. Orang-orang Wage dikenal sebagai pengendali ulung, realistis, dan sangat logis.

Rahasia keberuntungan Wage terletak pada kemampuannya berpikir dalam, menganalisis, serta menyusun strategi hidup.

Namun, bila tidak diarahkan oleh spiritualitas, akalnya bisa menjadi liar dan membahayakan diri sendiri.

Karena itu, Wage sangat cocok dipadukan dengan pasaran Kliwon sebagai penyeimbang dan guru spiritualnya.

5. Pasaran Kliwon: Mahkota Spiritualitas dan Pusat Wahyu

Pasaran Kliwon adalah pasaran paling tinggi dalam sistem weton, dengan neptu 8 dan memegang Cakra Mahkota Langit.

Elemen tanah yang menyertainya membuat watak orang Kliwon kuat, kokoh, dan menjadi pusat spiritualitas (Pancer) dari keempat pasaran lainnya. Mereka berkuasa di tengah-tengah arah semesta dan dilindungi oleh Malaikat Rahmat.

Kliwon menyerap kekuatan dari pasaran lain: optimisme Legi, cinta dari Pahing, ketegasan Pon, dan ilmu dari Wage.

Namun, ia juga berpotensi besar menyerap sisi negatif dari semua pasaran tersebut jika tidak dikendalikan dengan kerendahan hati dan cinta kasih.

Ketika pasaran Kliwon benar-benar bersatu dengan spiritualitas dan cinta Tuhan, mereka sangat berpotensi menjadi perantara turunnya wahyu bagi banyak orang.

Primbon Jawa memang bukan kitab mutlak yang menentukan nasib, melainkan sebuah bentuk kearifan lokal yang diwariskan turun-temurun.

Ramalan ini tidak dimaksudkan sebagai doktrin, namun sebagai alat refleksi diri. Keberhasilan dalam hidup tetap bergantung pada tindakan, pengetahuan, dan niat baik setiap individu.

EDITOR: Hanny Suwindari