JawaPos.com - Menentukan pasangan hidup tentu tak hanya soal cinta, tapi juga bagaimana keduanya bisa saling melengkapi dan memahami. Dalam tradisi Jawa, ada perhitungan weton jodoh yang dipercaya dapat membantu melihat kecocokan antara dua orang. Nah, untuk pemilik weton Kamis Wage, ternyata ada juga kombinasi yang perlu diwaspadai, salah satunya adalah jika berjodoh dengan Minggu Pon.
Menurut penjelasan dari salah satu video di kanal Youtube Sabdaning Ratu, Kamis Wage dan Minggu Pon sama-sama memiliki neptu 12. Jika dijumlahkan, hasilnya adalah 24, yang merupakan angka genap.
Dalam Primbon Jawa, hitungan weton jodoh yang bertemu di angka genap seringkali dianggap kurang baik. Istilah yang digunakan adalah “kelangan saben dino boros ing sak barange,” artinya dalam rumah tangga nanti akan sering mengalami kehilangan, terutama dalam hal rezeki atau uang.
Masalah keuangan bisa menjadi tantangan utama. Baik Kamis Wage maupun Minggu Pon sama-sama berada dalam posisi "sulit" dalam petungan sandang pangan. Ini berarti keduanya boros dan sulit menyimpan uang. Rezeki datang cepat, tapi juga cepat habis. Tentu ini menjadi peringatan agar keduanya belajar mengelola keuangan lebih baik jika ingin rumah tangganya langgeng.
Masalah kedua yang tidak kalah serius adalah potensi kehadiran orang ketiga. Kedua weton ini berada dalam posisi "aras kembang," yang artinya sama-sama menarik di mata lawan jenis. Walaupun belum tentu berujung pada perselingkuhan, tapi peluang itu ada jika tidak dijaga. Apalagi kalau hubungan sedang renggang, bisa jadi celah bagi pihak luar masuk ke dalam hubungan mereka.
Selain itu, karakter keduanya juga berpotensi menimbulkan konflik. Kamis Wage dikenal kaku dan keras, sementara Minggu Pon memiliki tingkat kecemburuan yang tinggi. Kalau tidak pandai mengelola emosi dan komunikasi, pertengkaran bisa sering terjadi. Misalnya, jika Minggu Pon merasa curiga dan menyampaikan dengan nada tinggi, Kamis Wage yang keras bisa tersulut dan konflik pun memanas.
Sebagai penutup, meski kombinasi Kamis Wage dan Minggu Pon dianggap kurang cocok secara hitungan Jawa, bukan berarti hubungan ini pasti gagal. Ilmu perhitungan weton bisa dijadikan panduan atau bahan pertimbangan, bukan satu-satunya penentu. Semua kembali pada niat, usaha, dan bagaimana pasangan saling menghargai dan memahami. Jadikan ilmu ini sebagai alat untuk memperkuat hubungan, bukan menakut-nakuti.