← Beranda

Ini 5 Weton Paling Disegani dan Ditakuti Kata Primbon Jawa, Siapa Saja?

Mohammad Maulana IqbalSelasa, 22 April 2025 | 20.52 WIB
Weton paling disegani dan ditakuti kata Primbon Jawa./Freepik.

JawaPos.com – Dalam tradisi Primbon Jawa, weton seseorang tidak hanya menentukan rezeki dan jodoh, tetapi juga mencerminkan wibawa dan aura yang terpancar dari dalam dirinya.

Ada sejumlah weton yang dipercaya membawa karakter kuat, berjiwa pemimpin, serta memiliki karisma yang membuat mereka disegani sekaligus ditakuti oleh banyak orang.

Mereka yang disegani ini dikenal mampu memengaruhi lingkungan sekitarnya hanya dengan kehadiran atau tutur katanya yang tegas.

Kombinasi neptu tinggi, keberanian, serta sifat dominan menjadikan weton yang ditakuti ini kerap dihubungkan dengan kekuatan spiritual dan kepemimpinan alami yang jarang dimiliki oleh orang kebanyakan.

Baca Juga: Orang yang Menggigit Kuku saat Gugup Biasanya Menunjukkan 7 Perilaku Ini, Menurut Psikologi

Dikutip dari akun YouTube BUDAYA LIKE  pada Selasa (22/4), dijelaskan bahwa ada lima weton yang paling disegani dan ditakuti menurut Primbon Jawa.

1. Rabu Pahing

Rabu Pahing merupakan perpaduan hari Rabu yang stabil dengan pasaran Pahing yang memiliki nilai spiritual dan intelektual tinggi, menciptakan pribadi dengan kepekaan luar biasa.

Mereka dikenal sebagai sosok yang tenang, penuh pertimbangan, dan memiliki aura misterius yang membuat orang lain penasaran untuk mengenal lebih dalam.

Orang Rabu Pahing biasanya tidak suka menjadi pusat perhatian, namun kehadiran mereka selalu menarik perhatian karena cara bicara yang tenang, ekspresi wajah yang kalem, dan pilihan kata-kata yang bermakna mendalam.

Baca Juga: Ramalan Zodiak Besok Rabu 23 April 2025: Aries, Taurus, Gemini, dan Cancer

Mereka memiliki kemampuan menjadi penasihat, pemikir, dan penengah konflik yang handal karena dapat melihat situasi dari berbagai sudut pandang.

Di balik ketenangan mereka, tersimpan sisi emosional yang kuat, terutama saat berhadapan dengan ketidakadilan, pengkhianatan, atau perasaan orang lain.

Rabu Pahing dikenal sebagai penyerap energi yang mampu merasakan suasana hati orang lain hanya melalui tatapan atau getaran ruangan, suatu berkah sekaligus beban jika terlalu banyak menyerap energi negatif.

Mereka membutuhkan waktu menyendiri untuk memulihkan energi, baik melalui meditasi, zikir, atau sekadar menikmati ketenangan pagi.

Dalam karir, mereka cocok menjadi penulis, guru, konsultan, atau tokoh spiritual yang tidak butuh pengakuan namun karyanya mampu mengubah hidup banyak orang.

2. Sabtu Legi

Sabtu Legi mengombinasikan karakter hari Sabtu yang kuat, dominan dan penuh tekad dengan pasaran Legi yang manis namun menyimpan kekuatan tersembunyi.

Mereka bagaikan badai dalam keheningan – tenang, penuh perhitungan, dan tidak sembarangan menunjukkan jati diri, namun memiliki kemampuan alamiah menduduki posisi penting dalam berbagai lingkungan.

Orang Sabtu Legi tidak perlu berupaya keras untuk dihormati, sebab aura alamiah mereka secara otomatis membuat orang lain melihat mereka sebagai pemimpin, pelindung, dan sumber solusi.

Dari sisi spiritual, mereka memiliki kemampuan menyerap energi sekitar, terkadang membuat mereka merasa lelah atau kepikiran tanpa sebab jelas karena tanpa sadar menyerap aura negatif.

Sabtu Legi sering menjadi tempat curhat, penengah konflik, bahkan benteng terakhir dalam keluarga atau lingkungan karena kekuatan mental mereka yang luar biasa.

Tantangan terbesar mereka adalah kecenderungan mengalami burnout emosional karena terbiasa mengayomi orang lain tanpa menunjukkan kelemahan diri.

Dalam karir, mereka sangat cocok menjadi pemimpin, tokoh masyarakat, guru besar, atau pemilik usaha karena kemampuan membaca situasi dan memimpin dengan wibawa alami.

Orang Sabtu Legi perlu menjaga keseimbangan emosi dan spiritual dengan belajar berkata tidak saat melampaui batas kemampuan serta memperkuat ibadah sebagai benteng diri.

3. Jumat Kliwon

Jumat Kliwon merupakan pertemuan hari Jumat yang memiliki nilai spiritual tinggi dengan pasaran Kliwon yang kuat dalam urusan mistik dan energi batin.

Mereka umumnya pendiam namun memiliki dunia batin yang dalam dengan kemampuan persepsi ekstra yang memungkinkan mereka membaca situasi, suasana, hingga energi seseorang tanpa banyak bicara.

Orang Jumat Kliwon memiliki aura yang membuat orang lain segan tanpa mereka sadari, serta kemampuan alami menarik keberuntungan sekaligus mengundang rasa iri dari sekitar.

Mereka memiliki dua sisi yang harus dijaga keseimbangannya – sisi positif yang bijaksana dan berwawasan luas, serta sisi negatif yang bisa berubah menjadi pribadi mudah emosi, egois, atau terlalu larut dalam dunia spiritual yang menyesatkan.

Jumat Kliwon dianjurkan untuk rajin beribadah, memperbanyak zikir, dan menjaga keseimbangan batin agar kepekaan yang mereka miliki tidak menjadi beban mental.

Sensitivitas tinggi kadang membuat mereka merasa lelah tanpa sebab, gelisah di tempat tertentu, atau bahkan menarik energi negatif dari lingkungan.

Dalam dunia karir, mereka cenderung cocok di bidang yang membutuhkan intuisi dan pengamatan tajam seperti penyelidik, konsultan, terapis, atau pemimpin komunitas.

Meski jarang menyukai keramaian, namun ketika berbicara, orang Jumat Kliwon mampu menuntun banyak orang dengan cara yang kalem namun menyentuh hati.

4. Selasa Wage

Selasa Wage menggabungkan energi hari Selasa yang identik dengan ketegasan dan keberanian dengan pasaran Wage yang berkarakter rendah hati, penuh perhitungan, dan stabil.

Mereka memiliki energi keras namun bukan berarti kasar, melainkan pribadi dengan langkah mantap, prinsip kuat, dan tidak mudah dipengaruhi oleh orang lain.

Ciri khas paling menonjol dari Selasa Wage adalah keberaniannya dalam berkata jujur tanpa basa-basi yang terkadang membuat mereka disalahpahami oleh orang yang tidak siap menerima kebenaran.

Dalam kepemimpinan, mereka dikenal tegas, adil, dan tidak pilih kasih sehingga mampu mengubah orang-orang sulit menjadi lebih baik di bawah bimbingan mereka.

Orang Selasa Wage sangat cocok menjadi pemimpin, pengusaha, atau penggerak sosial karena keberanian mengambil risiko dan dedikasi penuh terhadap hal yang mereka percayai.

Kelemahan utama mereka adalah keras kepala yang membuat sulit diajak berkompromi ketika merasa benar, sehingga perlu belajar lebih banyak mendengarkan dan menurunkan ego.

Mereka memiliki sisi protektif tinggi terhadap orang-orang yang disayangi, bahkan rela mengorbankan waktu dan tenaga demi melindungi keluarga.

Selasa Wage perlu belajar berbagi beban, mempercayai orang lain, dan memberikan ruang bagi diri sendiri untuk beristirahat agar tidak mudah merasa kelelahan karena tanggung jawab yang dipikul.

5. Selasa Kliwon

Selasa Kliwon menggabungkan energi api hari Selasa yang keras, berani, dan konfrontatif dengan pasaran Kliwon yang memiliki sisi spiritual dan metafisik paling pekat.

Mereka mungkin terlihat biasa saja, namun memiliki intuisi tajam yang mampu mengenali kejujuran, kemunafikan, bahkan niat jahat seseorang hanya dari tatapan mata.

Orang Selasa Kliwon memiliki energi tak terlihat yang membuat banyak orang segan bahkan takut meski belum melakukan apa-apa, menciptakan suasana tenang dan tertib di sekitar mereka.

Ego menjadi batu sandungan utama bagi mereka karena cenderung sulit menerima nasihat, terutama jika disampaikan dengan nada menggurui, padahal kekuatan mereka akan semakin besar jika mampu merendah dan belajar dari siapapun.

Mereka memiliki potensi besar sebagai pemimpin, namun perlu belajar mengontrol emosi yang kadang meledak seperti gunung berapi dan bisa membuat orang lain trauma.

Dalam hubungan keluarga, sisi dominan mereka bisa membuat pasangan atau anak merasa tertekan, sehingga penting untuk membuka ruang dialog dan melembutkan cara berkomunikasi.

Dari sisi rezeki, Selasa Kliwon termasuk penarik kekuatan langit – jika berniat baik dan menempuh jalan lurus, bantuan sering datang dari arah yang tidak disangka-sangka, namun jika menyimpang, dampaknya bisa sangat merugikan.

Mereka bukan orang biasa, namun perlu menghindari perasaan superioritas dan menggunakan kekuatannya untuk melindungi, membimbing, dan menebar manfaat, bukan untuk menunjukkan kuasa.

EDITOR: Hanny Suwindari