JawaPos.com - Sebagai kota metropolitan ternyata terdapat beberapa destinasi wisata religi di Jakarta Barat.
Ini Sungguh luar biasa, karena dengan adanya berbagai destinasi wisata religi bisa bermanfaat untuk kesejukan hati dan pikiran.
Berikut beberapa destinasi wisata religi Jakarta Barat berdasarkan laman Jakarta Tourism, diantaranya.
Baca Juga: 3 Wisata Kuliner yang Enak dan Murah di Temanggung, Wajib Mampir dan Cobain
1. Masjid Langgar Tinggi
Masjid Langgar Tinggi pertama kali didirikan pada tahun 1249 H/1829 M, yang dibangun oleh seorang muslim dari Yaman bernama Abu Bakar.
Masjid yang dibangun diatas tanah wakaf dari Syarifah Mas’ad Barik Ba’alwi, setelahnya diperluas oleh Said Naum.
Dari namanya, semula masjid ini adalah sebuah langgar atau mushola yang terletak di atas sebuah rumah penginapan di tepi Kali Angke.
Masjid Langgar Tinggi terletak di bantaran sungai Jalan Pekojan Raya No 43. Tambora, Jakarta Barat.
Masjid dengan gaya arsitektur perpaduan gaya arsitektur Eropa, Tionghoa, dan Jawa, memiliki lantai dasar 8 × 24 m, membujur sejajar dengan jalan dan sungai.
Kemudian diisi barat masjid terdapat mihrab dan mimbar kayu tua buatan tahun 1859 yang dibuat dari Palembang.
Baca Juga: Binus University Hadirkan Nusameta Borobudur Dukung Wisata Digital
Dan saat ini Masjid Langgar Tinggi oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta ditetapkan sebagai cagar budaya.
Destinasi ini bisa dijangkau menggunakan kendaraan roda 2,4 atau bus Trans Jakarta dengan tarif Rp 3.500.
2. Masjid Jami' Al Anwar
Masjid Jami’ al Anwar didirikan pada tahun 1761 M atau 26 Sya'ban 1174 H, oleh seorang wanita Muslim keturunan Tionghoa dari Tartar bernama Ny. Tan Nio.
Ny. Tan Nio memiliki suami orang Banten, yang masih ada hubungannya dengan Ong Tien Nio, istri Syarif Hidayatullah.
Baca Juga: 7 Spot Wisata Malam Bandung yang Populer di Kalangan Para Anak Muda, Cocok Buat Malam Mingguan
Arsitektur masjid yang terletak di Jalan Pangeran Tubagus Angke, Tambora, Jakarta Barat, menggunakan perpaduan unsur-unsur budaya Bali, Belanda, Jawa, dan Tionghoa.
Bentuk dasar bangunan ini adalah bujur sangkar serta atap limasan yang bersusun dua memperlihatkan pengaruh Jawa.
Ujung-ujung atapnya yang sedikit melengkung ke atas, mengacu pada gaya punggel rumah Bali.
Baca Juga: 7 Destinasi Wisata Menarik di Lampung yang Bisa Dikunjungi saat Mudik Lewat Tol Trans Sumatera
Sementara kusen-kusen pintu, daun pintu ganda, lubang angin diatas pintu, dan anak-anak tangga di depan menampilkan unsur Belanda.
Mengingat nilai sejarahnya, karena dianggap sebagai sebuah representasi kebhinekaan etnik yang ada di Indonesia, Masjid Angke ditetapkan sebagai cagar budaya.
3. Makam Keramat Angke
Salah satu makam yang sering dikunjungi di daerah Angke, Jakarta Barat adalah makam Pangeran Syarif Hamid Al Qadri.
Dia adalah salah satu putra Sultan Pontianak yang dibuang ke Batavia pada masa pemerintahan hindia Belanda.
Putra dari Sultan Syarif Abd. Rachman Al Kadri, itu dikenal sebagai ulama dan pejuang semasa hidupnya.
Masyarakat banyak yang datang mengunjungi makam untuk berziarah dan mengenang jasa-jasanya.
Biasanya makam ini banyak dikunjungi oleh para peziarah pada malam Jum’at dengan membaca surat Yasin secara bersama-sama.
Baca Juga: 3 Tempat Wisata Indoor Seru di Jakarta, Cocok Dikunjungi Bersama Keluarga ataupun Teman
Makam yang terletak di Jalan Pangeran Tubagus Angke Gg. Mesjid I No.05, Tambora, Kota Jakarta Barat ini biasa mengadakan haul satu hari setelah hari raya Idul Adha.
4. Makam Guru Al Mansur
Guru Al Mansur adalah pejuang sekaligus pendakwah pada masa penjajahan Belanda yang memiliki nama asli Muhammad Mansur.
Beliau memiliki disiplin ilmu tertentu, memegang otoritas untuk mengeluarkan fatwa dan kemampuan mengajar kitab.
Baca Juga: Rekomendasi Wisata Air Terjun Hidden Gem di Bali, Goa Raja Waterfall
Guru Mansur adalah penganjur kemerdekaan Republik Indonesia yang menyerukan agar bangsa Indonesia mengibarkan bendera merah putih.
Beliau selalu menyerukan persatuan umat melalui slogannya yang terkenal yaitu, ‘rempuk!’ yang artinya musyawarah.
Secara detail lokasi makam Guru Al Mansur terletak di Jalan Sawah Lio lV No 25, Jembatan Lima, Tambora, Jakarta Barat.
5. Makam Pangeran Wijaya Kusuma
Makam Pangeran Wijaya Kusuma terletak di Jalan Pangeran Tubagus Angke No.9, Wijaya Kusuma, Kec. Grogol petamburan, Kota Jakarta Barat.
Beliau adalah seorang penasihat dan panglima perang pada masa kerajaan kejayaan Pangeran Jayakarta.
Secara khusus tugasnya adalah mendampingi pemerintahan Pangeran Jayakarta Wijayakrama atas perintah Sultan Banten Maulana Yusuf.
Nama Wijaya Kusuma merupakan gabungan dari dua kata berarti, wijaya yang artinya kemenangan dan Kusuma artinya kembang.
Sehingga apabila digabungkan Wijaya kusuma memiliki makna yaitu, Kembang Kemenangan.
Baiklah demikian beberapa daftar destinasi wisata religi yang ada di Jakarta Barat, semoga bisa bermanfaat.