← Beranda

Berencana Mudik? Ini 10 Rekomendasi Tempat Wisata di Sepanjang Jalur Pantura yang Asik dan Menyenangkan

Natania ValentineSelasa, 2 April 2024 | 18.32 WIB
Ilustrasi wisata saat mudik. (Sumber: freepik/jcomp).

JawaPos.com - Pulang kampung telah menjadi kebiasaan yang umum dilakukan oleh penduduk Indonesia, terutama saat Lebaran. Dikenal dengan istilah "mudik" yang berasal dari "Mulih Dilik", tradisi ini mengacu pada kunjungan singkat ke kampung halaman masing-masing.

Selama periode mudik, selain untuk bertemu keluarga di kampung halaman, banyak pemudik juga memanfaatkannya untuk mengunjungi destinasi wisata. Berikut adalah beberapa tempat wisata menarik yang dapat dikunjungi sepanjang jalur mudik Pantura ketika berada di kampung halaman.

Taman Sari Sunyaragi, Cirebon
Dikutip dari indonesia.travel, Selasa (2/4), mulai dari sisi barat, ada satu destinasi yang harus dikunjungi di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Berlokasi di Kecamatan Kesambi, para pemudik dapat menemukan sebuah gua yang memiliki tampilan yang unik.

Terkenal dengan sebutan Taman Sari Gua Sunyaragi, destinasi ini sangat cocok sebagai tempat untuk berfoto-foto. Konon, situs bersejarah ini didirikan pada tahun 1703 Masehi dan pada masa lampau digunakan sebagai tempat istirahat bagi para sultan dan tokoh-tokoh kerajaan.

Selain gua yang dihiasi dengan batu-batu karang, di sini juga terdapat sebuah benteng dengan ruangan yang rumit.

Wisata Guci, Tegal
Setelah menikmati waktu di Cirebon, sekarang saatnya beralih ke Tegal! Kota yang sering dikenal sebagai Kota Bahari ini memiliki sebuah desa yang menarik untuk dikunjungi, terletak di ujung selatan kota.

Dikenal sebagai Wisata Guci Tegal, tempat ini juga memiliki sejarah yang menarik. Nama desa ini diambil dari guci yang berisi doa-doa dari Sunan Gunung Jati kepada penduduk setempat di masa lalu.

Beberapa daya tarik yang bisa ditemui di sini termasuk jembatan kaca, air terjun, dan pemandian air panas.

Grand Maerakaca, Semarang
Setelah mengunjungi Tegal, sebaiknya singgah ke ibu kota Jawa Tengah! Semarang, yang dikenal sebagai Kota Pelabuhan di mana berbagai budaya berpadu, menawarkan beragam daya tarik yang menakjubkan.

Salah satunya adalah Grand Maerakaca yang terletak di Jalan Yos Sudarso, sering dijuluki sebagai Taman Mini Semarang. Tempat rekreasi ini tidak hanya menyenangkan tetapi juga edukatif.

Wisatawan dapat melihat berbagai replika rumah adat dari seluruh Indonesia. Tidak hanya itu, taman ini juga menawarkan daya tarik lainnya seperti hutan bakau dan Lumina, sebuah taman yang menghadirkan 25 replika rumah dari berbagai negara termasuk Yunani, Jepang, Arab Saudi, dan Amerika Serikat.

Lawang Sewu, Semarang
Dikutip dari wisatakita.com, Selasa (2/4), bagi para pelancong yang melakukan perjalanan pulang kampung ke Semarang, Lawang Sewu merupakan salah satu bangunan kuno favorit yang layak dikunjungi. Lawang Sewu, yang merupakan peninggalan dari zaman Belanda, mulai dibangun sejak tahun 1904.

Bangunan Lawang Sewu terletak di sebelah timur Tugu Muda Semarang, atau di persimpangan antara Jalan Pandanaran dan Jalan Pemuda.

Meskipun terkenal karena kesan angker dan horornya, Lawang Sewu tetap menjadi tujuan wisata yang populer bagi para pengunjung yang ingin sekadar berfoto di setiap bilik pintunya yang jumlahnya sangat banyak.

Pantai Bandengan
Pantai adalah destinasi wisata yang sangat ideal untuk melepas penat. Selain menikmati kecantikan alamnya, seperti air laut, pasir, dan pemandangan sekitarnya, pantai saat ini juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas menarik.

Bagi para pemudik yang ingin menghindari kebosanan dari pemandangan pegunungan, Pantai Jepara bisa menjadi alternatif wisata pantai di wilayah utara.

Di sini, para pengunjung dapat menikmati berbagai kegiatan liburan, di mana pantai ini memiliki pasir putih yang dikelilingi oleh air laut yang jernih dan dangkal, serta terumbu karang yang indah. Bahkan, para pelancong dapat menyeberang ke Pantai Panjang Jepara menggunakan perahu yang dapat disewa.

Selain itu, di sepanjang pantai ini, pengunjung dapat bermain berbagai permainan yang disediakan, seperti banana boat, atau menyewa perahu untuk berlayar ke tengah laut. Pengalaman unik lainnya adalah menikmati makanan khas seafood, termasuk bandeng, yang dijual di sepanjang tepi pantai tersebut.

Pulau Panjang, Jepara
Pulau Panjang di Jepara terletak di seberang kabupaten Jepara, dengan jarak kurang lebih hanya 2 kilometer. Para pelancong dapat menyewa perahu dari nelayan setempat untuk menyeberang ke pulau tersebut.

Keistimewaan pulau ini terletak pada keberadaan hutan tropis dengan pohon yang tinggi menjulang, serta dikelilingi oleh semak dan perdu tempat burung laut berkembang biak. Flora di pulau ini didominasi oleh pohon Kapuk Randu, Asam Jawa, Dadap, dan juga Pinus.

Gedung Djoeang ‘45, Solo
Masih di wilayah Jawa Tengah, destinasi yang tidak boleh dilewatkan oleh Sobat Pesona berikutnya berada di Kota Solo. Selain terkenal dengan batik dan kerajinan tangan yang indah, beragam tempat wisata di sini juga menarik perhatian.

Cobalah untuk mengunjungi Gedung Djoeang '45 yang terletak di Jalan Mayor Sunaryo, Kedung Lumbu, Kecamatan Ps. Kliwon, Kota Surakarta. Gedung ini adalah sebuah kompleks bangunan bergaya Eropa yang dibangun pada masa kolonial.

Saat ini, Gedung Djoeang '45 telah menjadi salah satu spot favorit bagi penduduk setempat. Tidak heran, karena suasana di sekitar gedung ini sangat cocok untuk berfoto. Terutama pada malam hari, ketika lampu-lampu mulai menerangi kompleks gedung, suasana semakin memukau.

Candi Tikus, Mojokerto
Ketika memasuki wilayah Jawa Timur, jangan lewatkan kesempatan untuk mengunjungi destinasi yang sangat unik ini! Terletak di Kota Mojokerto, tepatnya di Dukuh Dinuk, Desa Temon, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, kita akan menemukan Candi Tikus.

Bangunan peninggalan zaman kerajaan Hindu Buddha ini diperkirakan dibangun antara abad ke-13 dan ke-14 Masehi. Nama "Candi Tikus" diberikan karena saat ditemukan pada tahun 1914, tempat ini diyakini sebagai sarang tikus.

Sampai sekarang, fungsi sebenarnya dari Candi Tikus masih menjadi misteri. Candi ini dibangun di dalam tanah menggunakan bata merah dan memiliki kolam berair hijau di bagian bawahnya. Keunikan tampilannya sungguh patut untuk Sobat Pesona saksikan secara langsung!

Monumen Kapal Selam, Surabaya
Terletak di Jalan Pemuda No.39, Embong Kaliasin, Kecamatan Genteng, Monumen Kapal Selam, atau yang sering disingkat sebagai Monkasel, merupakan salah satu simbol dari Surabaya.

Kapal selam ini bukanlah kapal selam biasa, Sobat Pesona! Kapal selam ini terlibat dalam pertempuran selama Operasi Trikora, yang berlangsung dari tahun 1961 hingga 1962. Dengan nama asli KRI Pasopati 410, kapal selam ini ditarik ke darat pada tahun 1998. Sobat Pesona memiliki kesempatan untuk masuk ke dalam kapal selam ini!

Taman Nasional Baluran Banyuwangi
Bagi para pelancong dan pemudik yang pulang kampung ke Banyuwangi, sangat disarankan untuk mengunjungi Taman Nasional Baluran yang sering disebut sebagai "Afrika Pulau Jawa".

Taman Nasional Baluran merupakan salah satu dari taman nasional di Indonesia yang terletak di wilayah Banyuputih, Situbondo, dan Wongsorejo, Banyuwangi (bagian utara), Jawa Timur.

Taman Nasional ini dinamai dari Gunung Baluran yang berada di daerah tersebut. Di sini, pelancong dan pemudik dapat menikmati taman nasional yang memiliki berbagai tipe vegetasi, seperti sabana, hutan mangrove, hutan musim, hutan pantai, hutan pegunungan bawah, hutan rawa, dan hutan yang selalu hijau sepanjang tahun.

Taman yang memiliki luas wilayah yang cukup besar ini dapat dinikmati dengan menggunakan motor atau mobil pribadi. Namun, bagi mereka yang berkunjung ke sini disarankan untuk membawa bekal yang cukup, karena fasilitas umum di Taman Nasional Baluran sangat jarang ditemui, mirip dengan kondisi di sabana Afrika.

EDITOR: Mohamad Nur Asikin