Yang lebih menarik, martabak asin maupun manis bisa dibuat sendiri di rumah. Ada begitu banyak resep yang bisa dibaca di blog, medsos, atau disimak dari tutorial YouTube. Namun, tentu saja bahan dan tekniknya harus diperhatikan supaya hasilnya maksimal.
Khusus martabak manis yang disebut terang bulan di beberapa daerah, chef Yuda Bustara merekomendasikan penggunaan air hangat untuk adonan. Air hangat berfungsi sebagai pengaktif ragi. Biasanya, ragi ditambahkan agar adonan mengembang. ”Tapi, gak boleh terlalu panas. Nanti mati raginya,” ungkapnya kepada Jawa Pos beberapa waktu lalu.
Butter yang hendak digunakan dalam adonan juga wajib lebih dulu dilelehkan. Bisa dicampurkan saat proses memanaskan air atau dipanaskan tersendiri. Kemudian, semua bahan dicampur menjadi satu.
Yuda menuturkan, susu untuk adonan martabak tidak harus selalu susu bubuk. Pemakaian susu cair pun diperkenankan. Namun, jika yang dipilih adalah susu cair, takaran air perlu dikurangi supaya adonannya pas. ”Gak terlalu kental, tapi gak terlalu cair juga,” ujarnya.
Setelah semua bahan tercampur, ada baiknya adonan didiamkan selama minimal 1 jam. Gunakan kain agak basah untuk menutupi adonan.
Kunci memasak martabak manis, menurut Yuda, terletak pada teflonnya. Teflon yang tebal akan membuat pemanasan lebih merata. Dengan demikian, tingkat kematangannya sama di semua bagian. ”Apinya pun pakai yang paling kecil biar matangnya sempurna,” kata lelaki yang tertarik pada dunia masak-memasak sejak usia 7 tahun tersebut.
Setelah martabaknya jadi, tinggal bermain-main dengan topping. Mau topping fantastis ala Martabak Kiki, Bogor, pun boleh saja. Sesuai dengan selera. Yummy!