← Beranda

Menjelajahi Pesona Tokyo, Ini 8 Destinasi Iknonik yang Tak Boleh Dilewatkan

Jelita Indriana PutriJumat, 14 November 2025 | 22.59 WIB
Tokyo Skytree, gedung pencakar langit ikonik yang wajib masuk daftar kunjungan saat ke Jepang (Tokyoskytree.jp)

JawaPos.com - Tokyo, ibu kota Jepang, merupakan kota yang memadukan antara modernitas dan tradisi. Di balik gemerlap lampu dan hiruk-pikuk kehidupan kota, tersimpan warisan budaya yang tetap terjaga di setiap sudutnya.

Dari menara pencakar langit modern hingga kuil kuno yang penuh sejarah, Tokyo menghadirkan pengalaman wisata yang berkesan. Berikut deretan destinasi ikonik di Tokyo yang wajib dikunjungi ketika berada di Negeri Sakura.

1. Tokyo Skytree

Dilansir dari Japan Travel, Tokyo Skytree berdiri setinggi 634 m di antara gedung-gedung pencakar langit ibu kota. Menara ini menawarkan panorama seluruh wilayah Tokyo hingga Gunung Fuji pada hari cerah. Pengunjung dapat menikmati sensasi berdiri di atas lantai kaca yang memberikan pengalaman seolah melayang di udara.

Selain itu, di area sekitar menara pun terdapat pusat perbelanjaan Tokyo Solamachi yang menyediakan beragam makanan manis dengan bentuk menara serta tersedia pula berbagai toko suvenir khas Jepang.

2. Shibuya

Dikutip dari Japan Guide, Shibuya adalah salah satu distrik tersibuk dan paling berwarna di Tokyo. Meskipun secara administratif merupakan salah satu dari 23 distrik kota, nama "Shibuya" lebih sering digunakan untuk merujuk pada kawasan hiburan dan perbelanjaan di sekitar Stasiun Shibuya. Kawasan ini menjadi pusat fashion dan budaya anak muda Jepang, dengan deretan pusat perbelanjaan, restoran, serta klub malam yang tak pernah sepi pengunjung.

Simbol ikonik Shibuya adalah persimpangan besar di depan Pintu Keluar Hachiko, yang setiap kali lampu hijau menyala akan dipenuhi ribuan pejalan kaki dari segala arah. Sorotan lampu neon dan layar raksasa di sekitar persimpangan menjadikan lokasi ini salah satu spot foto paling terkenal di dunia.

3. TeamLab Borderless

Menurut laman resminya, TeamLab Borderless: MORI Building Digital Art Museum adalah ruang seni yang berbeda dari pameran pada umumnya. Museum ini diciptakan oleh kolektif seni teamLab, dengan konsep karya-karya yang bergerak bebas dari satu ruangan ke ruangan lain, saling berinteraksi, dan menciptakan dunia tanpa sekat.

Pengunjung dapat menyaksikan perpaduan teknologi, cahaya, dan kreativitas yang menghadirkan pengalaman memukau seolah berada di dalam karya seni itu sendiri. Di sini, seni bukan hanya untuk dilihat, tetapi juga untuk dirasakan dan dijelajahi.

4. Shinjuku Gyoen

Shinjuku Gyoen merupakan salah satu taman terbesar dan paling populer di Tokyo. Terletak hanya beberapa menit berjalan kaki dari Stasiun Shinjuku, taman ini menawarkan suasana tenang dengan hamparan rumput luas, track pejalan kaki disertai dengan udara yang sejuk, kolam besar, dan jembatan tradisional.

Di musim semi, taman ini menjadi salah satu lokasi terbaik untuk menikmati keindahan bunga sakura. Selain itu, pengunjung juga dapat menemukan Paviliun Taiwan (Kyu Goryotei), rumah kaca tropis, serta pameran bunga krisan yang diadakan setiap bulan November.

5. Asakusa

Menurut Travelbabbo, Asakusa merupakan kawasan yang ideal untuk berjalan-jalan santai sambil menikmati jajanan khas Jepang. Daya tarik utamanya adalah Kuil Sensō-ji yang legendaris. Tak hanya itu, kawasan ini juga menawarkan banyak pengalaman lain seperti tur kuliner dan wisata bersepeda. Dilansir dari Japan Trips, Asakusa dikenal pula dengan festival-festival yang meriah, salah satunya Sanja Matsuri, festival terbesar yang diadakan setiap bulan Mei. 

6. Tsukiji Outer Market

Tsukiji pernah menjadi pasar ikan terbesar di dunia dengan kapasitas mencapai 2.000 ton hasil laut per hari pada masa jayanya. Meskipun aktivitas lelang tuna kini telah dipindahkan ke Pasar Toyosu sejak Oktober 2018, kawasan Tsukiji Outer Market tetap ramai dikunjungi wisatawan.

Di sini, pengunjung dapat menelusuri gang-gang sempit yang dipenuhi pedagang makanan laut, alat dapur, dan restoran sushi terbaik Tokyo. Beberapa tur bahkan menawarkan pengalaman belajar membuat sushi langsung di lokasi. Dari nasi kepal, tamagoyaki, hingga sashimi segar, Tsukiji tetap menjadi surga bagi para pencinta kuliner laut Jepang.

7. Harajuku

Melansir dari Klook, Harajuku terletak di antara Shinjuku dan Shibuya di jalur Yamanote dan dikenal sebagai pusat budaya anak muda di Jepang. Kawasan ini menawarkan perpaduan unik antara gaya modern dan nilai tradisional, di mana butik-butik trendi berdampingan dengan kuil bersejarah.

Harajuku dikenal secara internasional sebagai pusat fesyen “kawaii”, dengan gaya berpakaian yang berani dan penuh warna. Dari gadis bergaya Lolita hingga penggemar tren kontemporer, semua berbaur menciptakan suasana yang beragam dan eksentrik. Selain itu, pengunjung juga dapat menikmati kafe bertema unik, toko suvenir, serta butik fesyen yang memamerkan karya desainer muda Jepang.

8. Odaiba

Odaiba adalah distrik hiburan dan belanja populer yang dibangun di atas pulau buatan di Teluk Tokyo. Awalnya, pulau-pulau ini dibangun pada era Edo atau sekitar 1603-1868, sebagai benteng pertahanan laut. Namun pada akhir abad ke-20, kawasan ini berkembang menjadi proyek kota futuristik dengan arsitektur mencolok seperti Fuji TV Building, Tokyo Big Sight, dan Telecom Center.

Meski sempat terhenti akibat krisis ekonomi pada 1990-an, Odaiba kini menjadi destinasi favorit untuk berjalan-jalan, berbelanja, hingga rekreasi keluarga. Jalur kereta Yurikamome serta area pejalan kaki yang luas menjadikan kawasan ini nyaman dan mudah untuk dikunjungi. Dengan perpaduan antara pemandangan laut, taman hijau, dan pusat perbelanjaan modern, Odaiba menghadirkan sisi futuristik Tokyo yang ramah bagi semua pengunjung.

EDITOR: Candra Mega Sari