JawaPos.com - The Sunrise of Java merupakan julukan bagi Kabupaten Banyuwangi. Wilayah yang terletak di ujung timur itu menjadi tempat pertama terbitnya matahari di Pulau Jawa. Kabupaten Banyuwangi berhasil bertransformasi sebagai destinasi wisata yang apik.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kenaikan jumlah kunjungan wisatawan dari tahun ke tahun pasca pandemi Covid-19. Pada 2024, total kunjungan wisatawan dalam negeri mencapai 5.430.929 perjalanan. Sementara itu ada lebih dari 14.264 kunjungan wisatawan mancanegara pada 2023.
Tingginya kunjungan wisata ke Kabupaten Banyuwangi menunjukkan bahwa daerah itu sarat dengan daya tarik. Mulai kekayaan budaya yang selalu dipamerkan seperti Tari Gandrung, tradisi Seblang sampai kekayaan alam khususnya wisata bahari yang luar biasa. Banyuwangi menawarkan berbagai pantai eksotis yang menjadi daya tarik utama bagi wisatawan.
Diantara banyak pantai di Banyuwangi, Pantai Boom atau Boom Marina di Kampung Mandar menjadi salah satu yang populer. Dilansir dari Jawa Pos Radar Banyuwangi, pada 1925, pantai itu termasuk sebagai pelabuhan penting di Pulau Jawa. Pantai Boom digunakan sebagai pangkalan kapal pengangkut kopra dan kapal nelayan. Tak heran jika banyak gudang maupun bekas tempat pelelangan ikan di sekitarnya.
Berikut adalah daya tarik lainnya dari Pantai Boom.
1. Panorama Matahari Terbit dan Tenggelam yang memukau
Pantai Boom Banyuwangi merupakan spot paling tepat untuk menikmati pergeseran matahari dari timur ke barat. Panorama langitnya selalu memesona, baik saat subuh menjelang pagi maupun menyaksikan oranye langit ketika masuk waktu senja.
Pantai Boom menghadap langsung ke selat Bali. Sehingga kawasan tersebut menjadi spot terbaik untuk melihat sunrise atau matahari terbit. Tak heran jika banyak pengunjung Pantai Boom yang memutuskan untuk menginap di resortnya demi bisa menikmati pemandangan langit dari kawasan pantai.
2. Memiliki Dermaga Kapal dan Jembatan Kayu yang Ikonik
Dilansir dari laman resmi Discover Banyuwangi, Pantai Marina Boom pernah difungsikan sebagai Tempat Pelelangan Ikan atau TPI. Salah satu ikonnya adalah jembatan kayu yang membentang ke arah laut. Tempat ini sering dijadikan spot foto favorit karena cukup Instagramable.
3. Sekaligus Wisata Kuliner
Kawasan Marina Boom juga dapat dijadikan sebagai objek wisata kuliner. Terdapat pujasera dengan sejumlah stan makanan yang bisa dinikmati ditemani pemandangan di sekitar. Selain pujasera, ada pula restoran yang menjual berbagai hidangan mulai makanan khas Banyuwangi hingga kuliner kekinian.
4. Lokasi untuk Kegiatan Menarik dan Atraktif Banyuwangi
Kawasan Pantai Boom atau Marina Boom tergolong memiliki ruang terbuka hijau. Banyak pengunjung yang memilih berlama-lama di sana tak hanya untuk menikmati pemandangan tapi juga berkegiatan. Seperti berolahraga, outbound, dan camping.
Pantai Boom juga sering menjadi lokasi berbagai acara besar Pemkab Banyuwangi seperti Festival Gandrung Sewu yang menampilkan ribuan penari tradisional Gandrung secara massal. Selain itu, acara budaya seperti Banyuwangi Ethno Carnival dan Festival Jazz Pantai juga sering diselenggarakan di sini.
5. Fasilitas Komplet dan Modern
Kawasan Pantai Boom dibangun dengan fasilitas pendukung yang mampu menunjang liburan makin berkesan. Tersedia jogging track agar pengunjung bisa berolahraga dengan nyaman. Di dekatnya juga terdapat taman dengan pemandangan indah dan kawasan glamping bagi yang ingin bermalam di Pantai Boom.
Pantai Marina Boom juga menyediakan wahana bermain anak, seperti motor cross, ATV, serta bianglala. Ada wahana watersport seperti jetski dan banana boat. Serta amphitheatre yang membuat Pantai Boom sering dijadikan lokasi pagelaran. Tempat wisata ini menyediakan restoran, toilet, yacht club, isi ulang air, hingga WIFi.
Pantai Boom berlokasi sekitar 2 km dari pusat kota Banyuwangi, sehingga mudah diakses dengan kendaraan pribadi maupun transportasi umum. Biaya tiket masuk ke Pantai Marina Boom tergolong murah yakni Rp 5.000 untuk warga lokal. Sementara masyarakat umum dikenakan biaya Rp 10.000 saat weekday dan Rp 15.000 pada akhir pekan.