← Beranda

​Rekomendasi Wisata Mendaki Gunung di Indonesia, Ada Gunung Rinjani di Lombok hingga Gunung Kelimutu di Flores!

Hildaniar NovitasariJumat, 8 Desember 2023 | 22.20 WIB
Wisata mendaki gunung di Indonesia, salah satunya Gunung Rinjani yang jadi primadona pendaki Indonesia (Instagram/@gunungrinjani.id)

JawaPos. Com – Mendaki gunung menjadi aktivitas popular di kalangan anak muda saat ini. Banyak dari mereka yang ingin melihat indahnya negeri di atas awan.

Namun, demikian gunung merupakan alam yang tidak bisa diprediksi.

Seperti yang baru-baru ini terjadi, dimana beberapa pendaki harus kehilangan nyawa mereka setelah gunung yang didaki yakni Gunung Marapi mengalami erupsi tanpa adanya tanda-tanda aktivitas vulkanik.

Sama seperti saat bertamu, setiap pendaki yang pergi ke gunung haruslah mematuhi peraturan yang ada.

Pendaki juga harus memahami bagaimana kondisi gunung tersebut sebelum dirinya melakukan pendakian.

Pastikan kamu memiliki informasi yang cukup tentang bagaimana status gunung tersebut, selain itu kamu juga harus mengerti bagaimana jalur yang akan dilewati, sumber mata air, dan cuaca saat melakukan pendakian.

Sementara itu, menyambut peringatan Hari Gunung Internasional yang jatuh setiap tanggal 11 Desember, ada rekomendasi wisata pendakian gunung di Indonesia untuk didaki dan layak dicoba oleh para pelancong yang ingin berkunjung ke sana.

Dilansir JawaPos.com dari Antara, Jumat (8/12) terdapat lima gunung di Indonesia yang bisa dijadikan destinasi pendakian, di antaranya yaitu.

Gunung Rinjani

Gunung Rinjani terletak di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Memiliki ketinggian 3.726 mdpl gunung ini mendapat predikat sebagai gunung tertinggi kedua di Indonesia. Panorama yang ada di gunung ini sudah tidak perlu diragukan lagi.

Gunung yang tercatat masih aktif ini mempunyai paket komplit dengan adanya sungai, danau, air terjun hingga padang savana yang luas di dalamnya.

Tak heran jika para pendaki sepakat menyebut gunung terindah di Indonesia adalah Gunung Rinjani.

Gunung Rinjani masuk ke dalam kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) yang memiliki luas lebih dari 75 ribu hektar.

Bagi para pendaki yang ingin mendaki gunung ini dapat ditempuh melalui dua jalur alternatif, yakni jalur sembalun dan jalur senaru.

Jalur sembalun merupakan jalur yang paling mudah ditempuh karena bidang tanah yang cukup datar dan tidak terlalu miring, sedangkan jalur senaru memiliki medan dan kemiringan yang lebih curam, tetapi dapat memangkas waktu perjalanan sejauh 1 km.

Sementara, untuk tiket masuknya pendaki dapat membelinya dengan harga Rp 5 ribu per hari bagi pendaki domestik, sedangkan untuk wisatawan asing seharga Rp 150 ribu per hari.

Gunung Kembang

Gunung Kembang merupakan salah satu gunung di Jawa Tengah, tepatnya terletak di Dukuh Blembem Kaliurip, Desa Damarkasiyan, Kecamatan Kertek, Wonosobo.

Memiliki ketinggian 2.340 Mdpl, Gunung Kembang merupakan anak dari Gunung Sindoro yang merupakan salah satu gunung aktif di Indonesia

Gunung ini memiliki dua jalur yang dapat dilewati, yakni jalur Blembem dan jalur Lengkong. Disini para pendaki akan disuguhkan keindahan alam serta berbagai jenis bunga di sepanjang jalur pendakian Gunung Kembang.

Namun, para pendaki juga harus tetap waspada karena disini masih terdapat hutan babi, bahkan menurut laporan Gunung Kembang menjadi rumah bagi hutan babi dan satwa liar lainnya.

Gunung Kembang memiliki aturan yang ketat seperti pendataan barang setiap pendaki di pos keberangkatan.

Sehingga, semua barang harus didata secara rinci untuk memastikan tidak ada barang terlarang yang dibawa serta mengurangi risiko terbuangnya sampah di kawasan Gunung Kembang. Tarif masuk ke gunung ini yakni sekitar Rp 20 ribu hingga Rp 20 ribu.

Gunung Batur

Gunung Batur merupakan gunung aktif yang memiliki ketinggian 1.717 mdpl dan menjadi salah satu wisata alam populer di Indonesia.

Gunung ini terletak di Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Provinsi Bali. Gunung Batur termasuk gunung purba dengan kalderanya yang sangat luas serta pemandangan danaunya yang menawan.

Menariknya, terdapat kawasan kaldera yang terbentuk karena merosotnya permukaan tanah dan bebatuan ke perut bumi akibat kosongnya kantung magma di bawah gunung berapi.

Untuk mendaki Gunung batur hanya perlu membayar Rp 15 ribu untuk wisatawan domestik dan Rp 30 ribu untuk wisatawan asing.

Gunung Papandayan

Gunung Papandayan merupakan kawasan gunung berapi yang masih aktif yang terletak di Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Gunung ini berada di ketinggian 2.665 mdpl. Disini, para pendaki bisa memilih dua jalur yang ingin dilewati, yakni jalur Cisurupan atau jalur Pangalengan.

Dalam perjalanan menuju puncak, pendaki akan melintasi hamparan padang bunga edelweiss yang sangat indah. Namun perlu diingat, pendaki atau siapapun dilarang untuk memetik bunga tersebut.

Saat berada di Gunung Papandayan pendaki akan melihat pemandangan indah yakni pepohonan kering atau biasa disebut hutan mati.

Fenomena alam itu terjadi karena erupsi Gunung Papandayan di masa lampau, sehingga terbentuklah hutan mati di area Gunung Papandayan.

Gunung Kelimutu

Gunung Kelimutu merupakan gunung berapi yang terletak di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur tepatnya di Desa Pemo, Kecamatan Kelimutu, Kabupaten Ende.

Gunung ini terkenal dengan danau tiga warnanya yakni warna merah, biru, dan putih. Namun, warna-warna itu selalu berubah-ubah seiring dengan perjalanan waktu. Kelimutu masuk ke dalam bagian dari Taman Nasional Kelimutu yang memiliki ketinggian 1.639 mdpl.

Disini, para pendaki dapat melihat panorama alam yang mengelilingi Danau Kelimutu dari puncak gunung dan menjadi salah satu tempat terbaik untuk menyaksikan keindahan matahari terbit (sunrise).

Akses masuk ke kawasan Gunung Kelimutu dapat ditempuh sekitar 50 km dari Kabupaten Ende menuju Desa Moni hingga sampai ke Taman Nasional Kelimutu.

Tarif masuk kawasan Taman Nasional Kelimutu bagi pengunjung domestik akan dikenakan tarif sebesar Rp 5.000 dan Rp 150.000 untuk pengunjung mancanegara.

Berikut tadi merupakan gunung yang bisa kamu jadikan referensi dalam pendakian. Jangan lupa untuk selalu mengecek informasi gunung yang ingin didaki agar perjalanan pendakian aman dan berkesan.

EDITOR: Hanny Suwindari
Tags:gunung