JawaPos.com - Setelah diluncurkan beberapa bulan yang lalu, aplikasi Periscope langsung memikat Presiden Joko Widodo untuk memanfaatkan media sosial berbasis video ini. Bahkan, pria yang akrab disapa Jokowi itu dinobatkan menjadi presiden pertama yang menggunakan akun Periscope di antara negara Asia Pasifik.
Country Business Head Twitter Indonesia Roy Simangunsong mengatakan, Periscope dapat dipergunakan untuk menyiarkan suatu kejadian secara real-time. Tak hanya masyarakat, pejabat sekelas presiden pun dapat berkomunikasi dengan masyarakat dengan memanfaatkan kemajuan teknologi informasi.
"Pak Jokowi ini saya rasa mengikuti perkembangan teknologi, ini baik untuk sarana komunikasi dengan masyarakat," katanya saat peluncuran Twitter Audience Platform di Jakarta, Selasa (1/9).
Dia berharap masyarakat Indonesia juga dapat berbagi informasi di manapun dan kapanpun melalui internet dengan berbagai aplikasi. "Langkah Pak Jokowi ini mudah-mudahan dapat diikuti masyarakat, sehingga hubungan presiden dengan rakyat semakin dekat," terang alumnus Universitas Indonesia itu.
Presiden ke-7 Indonesia itu pertama kali menyiarkan akun baru Periscope pada pekan lalu, yakni, melalui Twitter. "Jam 16:00 saya akan berbagi kegairahan masyarakat menyambut #KarnavalKhatulistiwa melalui Periscope -Jkw" tulis Jokowi dalam akun twitter pribadinya.
Sontak, video yang diunggah dalam akun Periscope @presidenjokowidodo yang memperlihatkan situasi sepanjang jalur karnaval di Pontianak itu langsung ditonton ratusan pengguna Periscope.
Periscope sendiri awalnya dikembangkan oleh dua orang, yaitu Kayvon Beykpour dan Joe Bernstein. Namun, belum sempat dirilis, startup ini langsung dicaplok oleh Twitter pada Maret lalu dengan biaya Rp 1,2 triliun. Di bawah naungan Twitter, Periscope kemudian merilis ke versi mobile dalam platform Android dan iOS. (fab/jpg)