JawaPos.com–DPRD Gresik melakukan evaluasi OPD mitra terhadap kinerja tahun lalu. Akhir pekan lalu, sejumlah pekerjaan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Gresik mendapat sorotan dewan. Salah satunya kualitas pekerjaan.
Tahun lalu, sejumlah paket pekerjaan dilelang di pertengahan tahun hingga menjelang akhir tahun. Akibatnya tahun 2025, berganti beberapa pekerjaan belum mencapai 100 persen realisasi.
”Ini kami minta untuk dilakukan perbaikan di 2026,” ucap Wakil Ketua Komisi III DPRD Gresik Abdullah Hamdi.
Molornya pekerjaan itu juga membuat pembayaran kepada kontraktor hingga kini belum terealisasi. Nominalnya hingga Rp 50,8 miliar. ”Tapi sepertinya sudah proses untuk pembayaran,” ucap Abdullah Hamdi.
Tahun ini, pekerjaan di Dinas PUTR tidak banyak. Sebagian dilaporkan sudah masuk tahap lelang. Seperti proyek ruas Betoyo - Kemudi yang bersumber dari dana alokasi khusus (DAK).
DPRD meminta agar tahun ini lebih selektif. Terutama kepada kontraktor yang benar-benar memiliki kualifikasi.
”Terutama soal kualitas dan waktu pekerjaan yang mepet yang menjadi catatan mami,” kata Abdullah Hamdi.
Tahun ini, Dinas PUTR akan mengerjakan empat paket pembangunan jalan. Dua paket dari dana alokasi khusus (DAK) dan dua dari APBD. Dengan total anggaran Rp 19 miliar. Porsi anggaran lebih banyak dialokasikan pada kegiatan unit reaksi cepat (URC).