← Beranda

Kesaksian Warga Soal Maling Motor di Jojoran III Surabaya yang Tiba-Tiba Terbakar

Novia HerawatiJumat, 31 Oktober 2025 | 13.06 WIB
Maling motor di Jojoran Surabaya tiba-tiba terbakar, diduga akibat upaya petugas melepaskan tali menggunakan korek api. (Istimewa)

JawaPos.com – Ketegangan terjadi saat tubuh seorang maling motor di Jalan Jojoran Gang III, Kecamatan Gubeng, Kota Surabaya, tiba-tiba terbakar saat diamankan warga sekitar pada Kamis (30/10).

Maling tersebut diketahui berinisial RK. Ia diamuk massa setelah mencoba menggasak sepeda motor milik warga bernama Dian Mike, 37 tahun. Warga yang geram pun menyiram air bensin dan mengikatnya di sebuah tiang. 

Dian Mike menceritakan, insiden terjadi sekitar pukul 10.00 WIB. Saat tengah mengurus bayinya di dalam rumah, ia tiba-tiba mendengar suara motornya yang terparkir di halaman rumah tiba-tiba menyala.

Saat dicek ternyata motornya dimaling oleh RK. Sontak, Dian berteriak dan berusaha mengejar maling tersebut.

Warga di sekitar yang mendengar teriakan Dian ikut membantu hingga akhirnya maling berhasil dikejar. 

"Yang aku lihat itu ya yang ketangkap tadi. Jadi waktu posisi dia bawa sepeda tak kejar. Tak kejar, aku sambil teriak-teriak maling akhirnya dibantu warga di situ," kata Mike kepada awak media, Kamis (30/10).

Ia menyampaikan bahwa RK tak beraksi sendiri, melainkan bersama 1 rekannya. Namun sesampainya di pertigaan gang, RK dan satu temannya berpisah arah dan sempat mengejek ke arah ibu korban di ujung jalan. 

"Ngejek ibu kayak e tadi. Ibuku jemur di situ. Tapi Ibuku nggak tahu kalau sepedaku dibawa. Jadi waktu aku lari teriak-teriak itu baru Ibuku baru ikut ngejar. Kayanya temannya sudah lari ke sana (kiri), dia (RK) belok e ke kanan," imbuhnya.

Warga lain berinisial HO, 50 tahun, menuturkan awalnya ia mendengar suara teriakan perempuan.

HO bersama warga sekitar panik langsung bergegas untuk menangkap RK yang sedang berupaya kabur dengan motor Mike. 

"Tadi yang kehilangan orang Gang 5, yang tertangkap yang bawa BB (barang bukti) sepeda motornya yang lainnya lari, di sini pas ada banyak anak. Ada yang teriak 'maling', langsung orang-orang datang," ungkap HO.

Upaya RK untuk kabur gagal total. warga langsung mengikatnya dengan tali di tiang listrik agar tak melarikan diri.

Saking kesalnya, seorang warga menyiramkan bensin ke badan RK dengan niat untuk menakut-nakuti.

Untuk menghindari main hakim sendiri, warga pun memutuskan untuk menghubungi petugas kepolisian bahwa ada aksi pencurian di Jalan Jojoran Gang III. Tak berselang lama, petugas Polsek Gubeng pun tiba. 

Seorang petugas mencoba membuka ikatan tali RK di tiang listrik menggunakan korek api. Siapa sangka, korek api tersebut justru menimbulkan api besar dan membakar tubuh RK yang berlumuran bensin.

"Jadi tadi ada petugas yang niatnya melepas ikatan di tangan malingnya, tetapi pakai korek soalnya sulit kan. Akhirnya blarr begitu, semuanya lari, warga, polisi juga lari semua," ucap HO, menceritakan kejadian siang itu.

RK yang saat itu kepalanya tertutup oleh baju, langsung memberontak, merintih kesakitan dan meminta tolong. Warga di sekitar berusaha memadamkan api di badan RK dengan air secukupnya. 

"Warga mau dirangkul ya takut semua, ramai banget jadinya. Apinya akhirnya mati setelah disiram pakai es teh, air botol, galon semuanya disiram ke pelaku. Tapi ya baju celananya terbakar," tutur HO.

Di sisi lain, Kanit Reskrim Polsek Gubeng Ipda Dwi Santoso mengatakan bahwa RK tidak beraksi sendiri, melainkan dibantu oleh seorang rekannya yang masih buron. Rekan tersebut diduga berperan sebagai joki. 

"Ya tadi sempat dihakimi massa. Ini masih di rumah sakit (tersangka). Dia mencuri motor sama temannya. RK masih dirawat, nanti perkembangannya disampaikan," imbuh Dwi.

 

EDITOR: Bayu Putra