← Beranda

2 Jenazah Lagi Ditemukan, Sudah 39 Orang jadi Korban Meninggal Ambruknya Bangunan Ponpes Al Khoziny Sidoarjo

Moch. Rizky Pratama PutraMinggu, 5 Oktober 2025 | 22.25 WIB
Kantong jenazah korban reruntuhan Ponpes Al Khoziny Sidoarjo datang di RS Bhayangkara Surabaya (Moch. Rizky Pratama Putra/JawaPos.com)

JawaPos.com — Evakuasi korban ambruknya bangunan Pondok Pesantren Al Khoziny, Kecamatan Buduran, Sidoarjo terus bergulir tanpa henti.

Tim SAR gabungan berhasil menemukan 13 jenazah terbaru sepanjang hari ini. sekaligus menegaskan bahwa total korban meninggal hingga sore ini mencapai 39 orang.

Proses pengangkatan jenazah sangat sulit dan harus dilakukan dengan kehati-hatian tinggi. Puing beton dan rangka baja yang bertumpuk memaksa tim memotong struktur satu per satu sebelum melakukan evakuasi.

Menurut Kasubdit Pengerahan dan Pengendalian Operasi Basarnas Emi Freezer, pekerjaan di lokasi penuh tantangan.

Banyak korban tertimbun material di kedalaman yang tak mudah diakses, dan alat berat turut dioperasikan secara selektif.

“Tim SAR harus bekerja ekstra hati-hati karena banyak korban tertimbun material di bawah reruntuhan bangunan. Kami harus mengangkat puing satu per satu, memotong rangka-rangka baja, baru kemudian bisa mengevakuasi korban,” jelas Emi di lokasi, Minggu (5/10).

Tim dibagi antara pengangkatan manual dan pemotongan struktur baja untuk menjaga keselamatan personel. Penggunaan alat berat sempat dihentikan sementara agar pemotongan besi dapat berjalan aman.

Saat ini, total jenazah yang sudah dievakuasi mencapai 39 orang. Penemuan 13 jenazah terbaru menandai lonjakan signifikan dibanding laporan sebelumnya.

Dalam catatan evakuasi dini hari hingga subuh, korban ke-40 hingga ke-48 ditemukan secara bergiliran. Waktu evakuasi masing-masing korban menunjukkan betapa berkelanjutan dan intensnya operasi pencarian.

Korban ke-49 hingga ke-52 juga berhasil diangkat dari reruntuhan hingga siang ini. Penemuan ini menyempurnakan total 39 jenazah yang sudah dievakuasi dan dibawa ke rumah sakit.

“Kami terus melanjutkan operasi ini dengan fokus di sisi utara bangunan yang tidak terintegrasi dengan struktur utama. Setiap temuan kami tindaklanjuti dengan protokol identifikasi oleh tim DVI Polda Jawa Timur,” imbuh Emi.

Semua jenazah langsung dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jawa Timur. Di RS tersebut, tim DVI mulai menjalankan protokol identifikasi secara seksama.

Meski sudah 39 orang duitemukan meninggal dunia, operasi belum dihentikan. Tim SAR dan seluruh unsur terkait tetap fokus agar tidak ada korban tertinggal di bawah puing.

“Prioritas utama kami adalah memastikan tidak ada korban yang tertinggal di bawah reruntuhan. Semua potensi SAR kami kerahkan penuh,” tegasnya.

Dari 143 orang yang berada di lokasi saat kejadian, 104 orang tercatat selamat. Sementara dua orang lainnya ditemukan dalam bentuk bagian tubuh (body part).

Operasi evakuasi melibatkan puluhan unsur SAR dari berbagai daerah. Ada unsur dari Kantor SAR Surabaya, Semarang, Yogyakarta, serta relawan dari Banser, MDMC, LPBI NU, dan BAZNAS.

BPBD Kabupaten Sidoarjo dan Provinsi Jawa Timur turut berkoordinasi intens di lapangan. TNI, Polri, dan BPBD juga aktif membantu pengaturan lokasi dan keamanan sekitar.

Fokus pencarian kini diarahkan ke sektor utara bangunan yang dinilai belum terintegrasi dengan struktur utama. Di bagian itu, potensi korban masih dianggap tinggi dan harus ditangani dengan ekstra hati-hati.

Setiap kali tim menemukan titik baru potensi reruntuhan, langsung dilakukan tindakan penyisiran. Pengangkatan material puing harus dilakukan dengan metode bertahap dan terkendali.

Emi Freezer menekankan bahwa operasi ini bukan sekadar tentang kecepatan. Keselamatan personel menjadi pertimbangan utama agar tak muncul insiden baru.

Seluruh jenazah yang telah diangkat langsung diproses identifikasi oleh tim DVI. Proses ini penting agar korban dapat dikenali keluarga dan diberikan hak pemakaman yang layak.

Masyarakat sekitar lokasi terus memantau perkembangan dengan harap dan cemas. Banyak keluarga yang datang ke lokasi berharap mendapat kabar tentang sanak saudara mereka.

Kondisi sore hari tak meredam aktivitas pencarian. Sorot lampu tim SAR tetap menyinari sudut-sudut reruntuhan demi mengejar sisa potensi korban.

EDITOR: Bayu Putra