← Beranda

Baju Jadi Menguning Setelah Pakai Parfum? Ini Pennyebab dan Cara Menghindarinya

Juliana ChristyKamis, 23 Januari 2025 | 16.34 WIB
Ilustrasi parfum yang disemprotkan. (Juliana Christy/JawaPos.com).

JawaPos.com - Bekas kuning pada baju akibat penggunaan parfum adalah masalah yang sering dialami banyak orang. Noda ini biasanya muncul pada area pakaian yang sering disemprot parfum, seperti kerah atau dada, dan bisa sangat mengganggu, terutama pada pakaian berwarna terang.

Fenomena ini sering kali dikaitkan dengan kandungan bahan dalam parfum, terutama pada jenis parfum non-ori atau bibit isi ulang, yang cenderung menggunakan campuran bahan tambahan tertentu.

Achmad Ariyanto, seorang perfumer asal Surabaya , menjelaskan bahwa bekas kuning ini bukan hanya karena cara penggunaan parfum, tetapi juga erat kaitannya dengan komposisi bahan yang tidak aman.

Parfum isi ulang sering kali menjadi penyebab utama timbulnya bekas kuning pada pakaian. Hal ini karena bahan-bahan tambahan seperti pengental, sol, dan zat ekspansif lainnya yang digunakan dalam produksinya. Bahan-bahan tersebut ditambahkan untuk menekan biaya produksi atau meningkatkan daya tahan aroma. Sayangnya, kandungan ini tidak hanya meninggalkan residu, tetapi juga berpotensi merusak serat kain, terutama pada pakaian berwarna putih atau terang.

“Campuran bahan pengental, sol, atau ekspansif ini seharusnya dihindari. Penggunaan bahan-bahan tersebut membuat pakaian mudah ternoda dan sulit dibersihkan,” ujar pemilik Heroes Perfume Suroboyo itu.

Sebaliknya, parfum ori yang menggunakan bahan murni seperti alkohol dan fragrance oil cenderung lebih aman. Alkohol dalam parfum tidak hanya membantu melarutkan aroma, tetapi juga menguap dengan cepat tanpa meninggalkan jejak di pakaian.

Menurut Achmad, terdapat dua tipe pengguna parfum, yaitu mereka yang memilih parfum ori dan mereka yang lebih memilih bibit isi ulang:

  1. Pengguna parfum ori: Lebih memilih parfum dengan bahan asli meskipun harganya lebih mahal. Parfum ori biasanya dibuat dengan bahan baku berkualitas tinggi dan proses yang lebih teliti, sehingga minim risiko meninggalkan noda pada pakaian.

  2. Pengguna bibit isi ulang: Cenderung memilih parfum dengan harga terjangkau. Namun, bahan dalam parfum isi ulang sering kali dimodifikasi dengan zat tambahan seperti pengental atau penguat aroma yang dapat meninggalkan bekas kuning atau membuat parfum terasa lengket di kulit.

Achmad menjelaskan bahwa parfum isi ulang bisa tetap aman digunakan asalkan produsen mengikuti proses produksi yang benar dan tidak menambahkan bahan-bahan yang merusak.

Achmad juga menekankan pentingnya proses maserasi atau pematangan dalam pembuatan parfum. Proses ini memungkinkan bahan-bahan dalam parfum bercampur secara sempurna dan menghasilkan aroma yang stabil.

“Parfum harus melalui proses maserasi, yaitu penyimpanan untuk mengendapkan zat-zat yang terkandung di dalamnya. Proses ini mirip seperti aging pada wine; semakin lama disimpan, semakin sempurna hasilnya. Lama maserasi bisa bervariasi, mulai dari dua minggu hingga dua bulan,” terangnya.

Parfum yang telah dimaserasi tidak hanya memiliki aroma yang lebih halus dan tahan lama, tetapi juga lebih aman digunakan karena zat aktif di dalamnya telah stabil dan tidak meninggalkan residu.

Agar terhindar dari masalah bekas kuning pada pakaian, Achmad memberikan beberapa tips penting dalam memilih parfum:

  1. Pilih parfum dengan bahan murni: Pastikan parfum hanya mengandung fragrance oil dan alkohol tanpa tambahan bahan lain.
  2. Hindari parfum dengan pengental atau penguat aroma: Bahan ini sering digunakan untuk menekan biaya produksi, tetapi berisiko meninggalkan noda.
  3. Gunakan parfum berkualitas: Parfum yang baik memiliki alkohol yang menguap lebih dahulu, sehingga tidak meninggalkan residu.
  4. Perhatikan proses maserasi: Pilih parfum dari produsen terpercaya yang memastikan parfum telah melalui proses pematangan dengan benar.

Bekas kuning pada baju akibat parfum sebenarnya dapat dicegah dengan pemilihan parfum yang tepat. Dengan memahami komposisi bahan, proses pembuatan, dan cara penggunaan parfum, Anda dapat terhindar dari masalah ini.

 

EDITOR: Sabik Aji Taufan