← Beranda

KSP Pantau Smelter Freeport di Gresik, Pastikan Dampak Positif bagi Masyarakat

Dhimas GinanjarRabu, 4 September 2024 | 17.08 WIB
Deputi I Kantor Staf Presiden (KSP) Febry Calvin Tetelepta di Freeport, KEK Gresik. (PTFI)

JawaPos.com – Deputi I Kantor Staf Presiden (KSP), Febry Calvin Tetelepta, bersama rombongan, mengunjungi Smelter PT Freeport Indonesia (PTFI) di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik pada Senin (2/9).

Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan terwujudnya integrasi pertambangan dari hulu ke hilir serta dampak positif yang dirasakan masyarakat, sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo.

“Kami datang untuk melihat perkembangan Smelter PTFI yang mulai beroperasi pada Juni 2024. Kami mengunjungi beberapa unit smelter, termasuk Anode Casting & Refinery dan Concentrate Storage," ujar Febry Calvin Tetelepta, Deputi I KSP bidang Infrastruktur, Energi, dan Investasi.

Menurut Febry, kehadiran Smelter PTFI harus mampu menciptakan efek berganda (multiplier effect) yang dapat meningkatkan perekonomian Jawa Timur.

"Jika hanya mencari keuntungan, fokus bisa pada konsentrat saja. Namun, dengan membangun smelter, kita menciptakan multiplier effect," jelasnya.

Vice President Government Relation dan Smelter Technical Support PTFI, Harry Pancasakti, menyatakan bahwa pembangunan smelter ini merupakan pemenuhan kewajiban Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) dan kontribusi dalam mendukung kebijakan hilirisasi pertambangan pemerintah.

Dengan adanya smelter ini, tambang bawah tanah terbesar di dunia di Tembagapura telah terintegrasi dengan smelter terbesar dunia dengan desain single line yang berada di Gresik.

"Kunjungan KSP ini menjadi momen penting untuk membahas integrasi pertambangan, eksplorasi tambang bawah tanah, perpanjangan IUPK, serta dampak positif bagi masyarakat di sekitar smelter," ungkap Harry.

Harry juga menjelaskan bahwa smelter tembaga PTFI mampu memproduksi 1 juta ton katoda tembaga per tahun, menjadikan Freeport Indonesia sebagai salah satu pertambangan tembaga terintegrasi terbesar di dunia.

Selain manfaat ekonomi, PTFI juga melibatkan pengusaha kecil dan menengah dalam pengadaan barang dan jasa non-kritikal serta dalam pekerjaan konstruksi, katering, akomodasi, dan jasa kebersihan di sekitar lokasi smelter.

Program pengelolaan sampah daur ulang bekerja sama dengan sembilan Bumdes di wilayah Kecamatan Manyar dan Bungah juga turut mendukung kegiatan pendidikan, kesehatan, dan lingkungan di Gresik.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Kantor Staf Presiden atas kunjungannya dan apresiasi yang diberikan kepada PTFI. Kami bangga menjadi bagian dari kemajuan Indonesia melalui industri pertambangan terintegrasi ini," tutup Harry.

EDITOR: Dhimas Ginanjar