← Beranda

Revitalisasi Makam Ulama di Kawasan Eks Dolly Surabaya

M SholahuddinSelasa, 30 Agustus 2022 | 02.46 WIB
Photo
JawaPos.com- Kawasan eks lokalisasi Dolly Surabaya bakal ditata ulang. Beberapa aset Pemkot Surabaya akan dioptimalkan. Mulai memfungsikan bangunan eks wisma hingga merevitalisasi sebuah makam ulama. Tujuannya, menghidupkan sejarah sekaligus mengoneksikan wisata religi.

Salah satu makam ulama terkenal pada masanya berada di Jalan Kupang Gunung Timur Gang VII. Warga sekitar menyebutnya dengan nama Mbah Kapiludin. Lokasi makam memang kurang terlihat karena berada di belakang rumah. Bangunannya juga sangat sederhana. ’’Dulu malah cuma keleber saja,’’ ucap Sampir, penjaga makam.

Empat bulan lalu makam tersebut dibenahi. Dibuatkan cungkup dari kayu. Menurut Sampir, pada malam tertentu, makam ulama tersebut ramai. Asal usul Mbah Kapiludin memang belum diketahui dengan jelas oleh Sampir.

Tapi, ulama itu diketahui punya hubungan dengan As-Sayyid Ali Asghor yang makamnya berada di Sidosermo. ’’Sebelum ada hajatan, orang-orang pasti ke sini,’’ kata pria kelahiran Lumajang itu.

Lurah Putat Jaya Bryan Ibnu Maskuwaih mengatakan, ada rencana untuk menghidupkan lagi sejarah peradaban Islam di kawasan Dolly. Sebab, tidak semua orang mengetahui bahwa di Dolly ada makam ulama besar. ’’Tim cagar budaya juga sudah menelusuri soal makam tersebut,’’ ucapnya kemarin (28/8).

Bryan menuturkan, nanti bukan tidak mungkin area itu diintegrasikan dengan wisata religi lainnya. Sebab, beberapa kawasan ditengarai berhubungan dengan Mbah Kapiludin.

Tak hanya itu, penataan kawasan Dolly juga dilakukan dengan mengoptimalkan aset milik pemkot. Total ada 30 aset Pemkot Surabaya yang semuanya adalah eks wisma. Dari jumlah tersebut, kini ada sembilan aset yang belum dimanfaatkan.

’’Ada juga aset yang kini masuk tahap pembangunan,’’ kata Bryan. Misalnya, aset yang berada di Jalan Putat Jaya 2 A Nomor 10. Di sana akan dibangun lapangan badminton dan voli indoor.

Masyarakat juga terus mendorong agar aset pemkot bisa dimanfaatkan secara optimal. Beberapa usulan warga sudah masuk. Salah satunya, membuat tempat rumah produksi jahit. Lokasinya berada di Putat Jaya VI B.

Rencana tersebut kini masih dikaji secara matang. Sebab, pelaksanaan teknisnya perlu diperhatikan. ’’Bisa kami ambil dari warga MBR, tapi ini perlu dimatangkan lagi,’’ ucap Bryan.
EDITOR: M Sholahuddin