JawaPos.com–Sio Petrus, pemilik rumah jagal anjing di Kota Surabaya mengaku menjual daging anjing Rp 25.000 per kilogram. Dia membantah kabar bahwa daging anjing dijual Rp 80.000 per kilogram.
”Anjing akan dimasak jika mendapat pesanan. Dijual Rp 25.000 per kilogram,” kata Petrus, Selasa (2/8).
Petrus mengaku mendapatkan anjing-anjing tersebut dengan membeli. Satu ekor anjing dihargai Rp 200.000 hingga Rp 300.000.
Bisnis jual beli daging anjing itu, kata Petrus, untuk memenuhi dan mencukupi kebutuhan keluarga sehari-hari.
”Saya akui memang anjing bukan hewan untuk dikonsumsi. Tapi anjing bukan hewan dilindungi. Ini hanya untuk beberapa orang yang menyukai daging anjing,” jelas Petrus.
Kabar bahwa rumah jagal memukul anjing sampai mati juga dibantahnya. Dia menegaskan kabar yang diungkapkan pencinta hewan itu hoaks.
”Saya nggak pernah pukul anjing sampai pingsan atau mati. Prosesnya anjing digantung,” ujar Petrus.
Soal penyekapan pada anjing, Sio Petrus menjelaskan, hanya berniat untuk menutup mulut hewan itu agar tidak bersuara.
”Jadi digantung dengan mulut tertutup biar nggak bersuara. Soalnya nggak enak sama tetangga,” jelas Petrus.
Setelah anjing itu mati, kulit anjing itu dibakar lalu dikuliti dagingnya. ”Jadi sudah mati, baru saya bakar dan dikuliti. Jadi tidak benar kalau saya bakar anjing hidup-hidup,” terang Petrus.