JawaPos.com- Dewan meminta target pendapatan Suroboyo Bus diturunkan. Sebab, setiap tahun setorannya kerap tidak memenuhi target. Selain itu, legislatif mengusulkan skema pembayaran transportasi massal itu tak lagi menggunakan botol plastik.
Ketua Komisi C DPRD Surabaya Baktiono menyatakan, Suroboyo Bus merupakan terobosan transportasi publik di era Wali Kota Tri Rismaharini. Selain menyediakan angkutan massal yang nyaman, keberadaannya mengurangi sampah plastik di metropolis.
”Tapi, fakta di lapangan, pendapatan yang diperoleh Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya dari botol plastik hanya Rp 100 juta per tahun,” ungkapnya.
Pendapatan Suroboyo Bus dipatok Rp 10 miliar per tahun. Namun, dari perhitungan Dishub Surabaya akhir tahun lalu, pemasukan yang didapatkan hanya Rp 100 juta. Baktiono berharap pemkot merancang cara untuk meningkatkan setoran Suroboyo Bus. ”Misalnya dishub menyediakan kartu pembayaran yang lebih ramah di kantong dan mudah digunakan (cashless),” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya Tundjung Iswandaru menuturkan, masukan dari dewan menjadi bahan perbaikan kinerjanya. Misalnya, agar jumlah penumpang Suroboyo Bus meningkat, pihaknya menggeber sosialisasi ke masyarakat.
”Nah, kita upayakan untuk lebih gencar sosialisasi langsung ke masyarakat. Agar warga tidak canggung naik Suroboyo Bus,” jelasnya.