JawaPos.com- Dedy Putra Romadhon merasa tersanjung. Tidak menyangka, karyanya menjadi yang terbaik dalam ajang sayembara logo Street Race Polda Metro Jaya (SR-PMJ). Berhasil menyisihkan ribuan karya peserta lain dari berbagai daerah.
Desain logo pemuda asal Desa Ngabetan, Kecamatan Cerme, Gresik, itu akan dipakai dalam perlombaan balap sepeda motor bergengsi di Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Melalui akun media sosialnya, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran pun memberikan pujian setinggi langit.
"Setelah melalui berbagai tahapan panjang untuk mewujudkan ekosistem yang baik tentang balap motor, akhirnya kita memiliki logo resmi yang dipilih bersama melalui voting. Selamat untuk Mas Dedy," tulis jenderal bintang dua itu.
Mantan Kapolda Jatim itu menyebut bahwa karya Dedy sangat detil dalam menjabarkan maksud dan tujuan SR-PMJ. Mulai dari unsur grafis, perpaduan logo hingga makna filosofinya. "Terlihat sekali bro Dedy memikirkan segala aspek dalam pembuatan logonya," ujar Fadil.
Saat ditemui Jawa Pos kemarin (14/3), Dedy merasa surprise dan terkejut. Mahasiswa Fakultas Teknik Informatika Unesa itu mengaku hanya menyelesaikan logo SR-PMJ itu dalam waktu semalam. "Karena dapat informasi lomba agak mendadak. Untungnya sudah cukup sering ikut lomba, walaupun baru logo Street Race yang berhasil jadi juara," kelakarnya.
Desain logo miliknya terinspirasi dari bentuk sirkuit. Disiplin ilmu dari bangku kuliahnya mendorong Dedy membuat karya yang sederhana. Namun, mudah dipahami. Misalnya, perpaduan huruf S dan R yang menyerupai lintasan balap. Bentuk lingkaran yang mengartikan sebuah tempat atau wadah bagi para pembalap.
"Bentuk dari logo juga untuk mempermudah pemakaian di segala media. Misalnya pada piala, poster, merchandise, dan sejenisnya," tutur pemuda 22 tahun itu.
Capaian tersebut tentu tidak lanras membuat Dedy berpuas diri. Dia berharap ajang serupa juga rutin digelar di tingkat daerah. Termasuk di Kabupaten Gresik. "Dengan melibatkan putra daerah dalam ajang dan kegiatan kedaerahan. Misalnya, saat HUT dan Hari Jadi Gresik, ikon wisata, city branding, dan sejenisnya," harap Dedy.
Ajang tersebut dapat membantu para kreator di Kota Pudak untuk memiliki wadah berekspresi. Dia juga bermimpi mengembangkan startup untuk ikut serta menjadi bagian dari kemajuan Gresik menuju smart city.
"Namun sejauh ini masih mengalir saja. Jika ada kesempatan untuk mengikuti lomba yang lain, saya akan terus berkarya dan berpartisipasi," tutupnya.