JawaPos.com–Kebun Binatang Surabaya (KBS) kehilangan satu hewan pada Minggu (16/1). Hewan yang mati adalah anoa bernama Bobby.
Hewan anoa dengan nama latin Bubalus depressicornis itu dikabarkan mati pada pukul 17.30 WIB. Sebelum mati, anoa itu dikabarkan tidak mau makan.
Humas Perusahaan Daerah Taman Satwa (PDTS) KBS Agus Supangat mengatakan, ketika mati, anoa Bobby berusia 19 tahun. ”Karena tidak mau makan, anoa Bobby kesulitan berdiri,” ujar dia.
Sebelum anoa itu mati, Agus memastikan pihak KBS telah melapor ke Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam atau BBKSDA Jatim. Hewan langka itu sudah mendapatkan perawatan medis.
”Jadi sebelum mati, pada Sabtu (15/1), kondisi anoa sedang sakit. Kami langsung kontak tim medis dengan pendampingan BBKSDA Jatim,” kata Agus.
Anoa Bobby mendapat perawatan medis seperti mendapatkan infus intravena, vitamin, mineral, obat anti kembung, antibiotik, dan pemberian pakan alami dengan cara disuapi, dan dilakukan pengawasan selama 24 jam. ”Anoa Bobby sudah mulai berdiri sendiri, defekasi lembek berwarna kehijauan namun hanya sedikit,” terang Agus.
Agus menjelaskan, dari diagnosis sementara kematian anoa itu karena faktor usia yang sudah tua. sehingga fungsi organ tubuh satwa mengalami penurunan.
Berdasar beberapa hasil penelitian dan literatur yang ada, rata-rata usia hidup satwa jenis Anoa berkisar antara 22–24 tahun.
”Kami sudah laporkan kematian anoa itu ke BBKSDA Jatim,” tutur Agus.
Untuk memperkuat diagnosis penyebab kematian dilakukan pengiriman sampel bagian organ tubuh. Seperti trakea, paru-paru, jantung, limfa, hati, ginjal, lambung, usus halus, dan usus besar, ke laboratorium. Sedangkan organ tubuh lain dimusnahkan dengan cara dibakar di Krematorium Kebun Binatang Surabaya.
”Sebagian tubuh anoa sudah kami bakar di krematorium KBS dan sisanya kami kirimkan untuk sampel diagnosa,” papar Agus.