← Beranda

Stok Habis, Vaksinasi Booster di Sejumlah Puskemas Surabaya Terhenti

M SholahuddinRabu, 19 Januari 2022 | 01.39 WIB
KEJAR TARGET: Penyuntikan vaksin Covid-19 di SMPN 270, Kelapa Gading, Jakarta, Selasa (6/4). Rasio vaksinasi di Indonesia lebih rendah daripada angka global. (FEDRIK TARIGAN/JAWA POS)
JawaPos.com- Pelaksanaan vaksinasi booster bagi lansia menemui kendala teknis. Stok vaksin dosis ketiga itu habis sejak pekan lalu. Akibatnya, kegiatan suntik vaksin di sejumlah puskesmas pun terhenti.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menjelaskan, pemkot masih menunggu distribusi vaksin booster dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Vaksin tersebut disalurkan melalui Pemprov Jatim. Tiga jenis vaksin booster yang dipakai adalah Pfizer, Moderna, dan AstraZeneca. Dia pun meminta warga untuk bersabar.

”Stok sudah habis karena untuk booster hanya bisa tiga jenis vaksin itu,” kata Eri kemarin (17/1).

Target vaksinasi booster untuk lansia ber-KTP Surabaya mencapai 80.747 orang. Vaksinasi dilakukan bertahap sejak 12 Januari lalu. Sejauh ini, cakupannya sudah mencapai 15.288 lansia atau sekitar 6,07 persen dari total sasaran.

Pelaksanaan vaksinasi booster untuk masyarakat umum masih menunggu surat edaran resmi dan petunjuk teknis dari Kemenkes. ”Prinsipnya, kita masih menunggu dari pusat,” imbuh Eri.

Di luar vaksin booster lansia, stok vaksin untuk imunisasi dosis I dan II masih tersedia. Sejumlah puskesmas juga masih menyelenggarakan suntikan pertama dan kedua. Jenis vaksin yang dipakai adalah Sinovac. Dari data Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya, stok vaksin Sinovac sekitar 11.000 dosis.

Sementara itu, Pemkot Surabaya semakin mempermudah masyarakat yang hendak memantau jadwal vaksin. Baik untuk dosis I, dosis II, maupun vaksin booster. Warga bisa memantau melalui laman lawancovid-19.surabaya.go.id.

Eri menyampaikan, seluruh warga metropolis bisa mengakses website tersebut untuk mengetahui kegiatan vaksinasi. Mulai jadwal vaksin, lokasi, hingga nama dan identitas warga yang hendak divaksin.

”Jadi, tidak perlu khawatir warga Surabaya tidak mendapat vaksin. Terutama vaksin booster,” ucap mantan kepala Bappeko Surabaya itu.
EDITOR: M Sholahuddin