JawaPos.com – Berbagai rintangan wajib dilalui prajurit TNI-AL. Termasuk menarik pesawat Nomad dengan bantuan tali sejauh 30 meter. Lomba pembinaan satuan (binsat) tak hanya melatih ketangkasan tim, tetapi juga ketepatan, kecepatan, dan kemampuan inteligensia prajurit.
Lomba binsat diikuti 30 tim. Masing-masing beranggota lima orang. Mereka berasal dari seluruh jajaran Lanudal dari Sabang sampai Biak. Termasuk Wing 1.2.3 dan satuan kerja serta PNS Pusat Penerbangan Angkatan Laut (Puspenerbal). ”Para Kowal juga ikut,” kata Komandan Puspenerbal Laksamana Muda TNI Edwin saat membuka kegiatan Senin (28/12) pagi. Lokasi perlombaan tersebar di beberapa titik.
Di antaranya, di helideck simulator Lanudal Juanda, Hanggar Fasharkan, dan Apron Ron 800. Peserta tak hanya dituntut kuat secara fisik, tetapi juga mental. Sebab, dalam kegiatan binsat, rintangan yang dilalui meliputi renang, menembak, memanah, lempar pisau, berlari, angkat ban, halang rintang, hingga menarik pesawat Nomad.
Edwin menyatakan, peserta harus bisa menembak dengan berbagai jenis senjata. Baik itu laras pendek maupun panjang. Mereka juga harus mampu menarik pesawat Nomad dengan bobot sekitar 2 ton dalam waktu cepat. Pesawat intai buatan Australia itu juga harus ditarik Kowal dan PNS Puspenerbal.
Jenderal bintang dua tersebut menjelaskan, lomba binsat akan dilakukan selama dua kali dalam setahun. Saat ini ada piala bergilir yang harus diperebutkan. Lomba binsat diharapkan melatih profesionalitas prajurit. Mereka tak hanya dituntut kuat secara fisik, tetapi juga konsentrasi dan kemampuan kognitif lainnya. Sebab, dalam kondisi capek, peserta bakal diberi pertanyaan untuk dijawab. ”Mereka harus fokus,” ujar Edwin.
Dia menuturkan, kegiatan itu bertujuan menguji semua kemampuan prajurit. Personel tak hanya berasal dari tamtama atau bintara, tetapi juga perwira dan para PNS Puspenerbal. Baik itu perempuan maupun laki-laki.