JawaPos.com- Pemerintah menyebut Omicron telah masuk ke Indonesia. Persebaran varian baru Covid-19 itu disebut-sebut lebih cepat daripada Delta. Mengantisipasi kemungkinan lonjakan kasus, terutama pada masa Nataru, sejumlah rumah sakit sudah bersiap-siap.
RSUD Ibnu Sina Gresik, misalnya. Rumah sakit milik pemkab itu sudah bersiap melakukan sejumlah antisipais. Di antaranya, menambah ratusan tempat tidur untuk pasien. Selain itu, juga tenaga kesehatan (nakes).
Dirut RSUD Ibnu Sina dr Soni menyatakan, sejauh ini sebetulnya sudah tidak ada pasien Covid-19 yang dirawat di RS pelat merah tersebut. Karena itu, sejumlah ruangan yang sebelumnya dijadikan tempat isolasi sedang diperbaiki.
Untuk antisipasi kemungkinan persebaran varian Omicron, pihaknya sedang menyiapkan Ruang Jasmin dengan 20 nakes dan 27 tempat tidur (bed). Namun, apabila terjadi ledakan, RS tipe B itu telah siap minimal 200 nakes dan 300 tempat tidur siap digunakan.
Berkaca pada dua kali lonjakan sebelumnya, bukan hanya ruang isolasi di RSUD Ibnu Sina yang penuh. Ruang IGD pun demikian. Karena itu, Soni menyebutkan, persiapan tidak hanya dilakukan di ruang isolasi, melainkan juga di IGD. ’’IGD khusus Covid-19 juga disiapkan setelah di-skrining saat penerimaan pasien,’’ ucapnya.
Meski demikian, pihaknya berharap tidak sampai terjadi lonjakan. Karena itu, dia juga mengimbau agar masyarakat terus patuh terhadap protokol kesehatan dan menuntaskan vaksinasi. ‘’Meski saat ini kasus Covid-19 di Gresik sedikit, prokes tetap harus dilakukan secara disiplin. Memakai masker, rajin mencuci tangan, dan menjaga jarak,’’ paparnya.
Untuk diketahui, sama dengan beberapa daerah lain, di Gresik juga terjadi dua kali lonjakan kasus positif Covid-19. Yakni, pada rentang Januari dan Juli 2021. Data sampai 17 Desember 2021, total ada sebanyak 13.494 orang yang terpapar positif Covid-19, sebanyak 12.761 orang sembuh, dan 728 orang meninggal dunia. Saat ini, kasus aktif terdata hanya 5 orang.