← Beranda

Cuaca Terik, Pohon-Pohon di Surabaya Utara Mulai Meranggas

Dhimas GinanjarKamis, 19 Agustus 2021 | 20.48 WIB
DAUN RONTOK: Pengendara motor melewati barisan pohon yang meranggas di kawasan Tambak Wedi, Rabu (18/8). (Ahmad Khusaini/Jawa Pos)
JawaPos.com – Salah satu penanda puncak musim kemarau selain cuaca terik adalah pohon yang meranggas. Di Surabaya Utara, pohon yang meranggas dijumpai di sejumlah titik. Misalnya, yang terlihat di kawasan pesisir di Tambak Wedi.

Adi Hermanto, prakirawan BMKG Maritim Tanjung Perak Surabaya, menjelaskan bahwa meranggasnya pohon pada musim kemarau merupakan hal yang alamiah dari tumbuhan. Fenomena itu selalu terjadi dengan menggugurkan daun sebagai perlindungan diri agar tidak banyak kandungan air yang menguap dari tumbuhan tersebut.

”Iya, itu alamiah sekali dan tidak berkaitan dengan cuaca ekstrem ya,” kata Adi Rabu (18/8).

Dia menuturkan, kondisi cuaca saat ini di Jawa Timur, khususnya di Surabaya, sudah memasuki musim kemarau. Namun, tidak tertutup kemungkinan hujan masih turun di sejumlah wilayah. Tidak terkecuali Surabaya. Turunnya hujan di sejumlah wilayah itu disebabkan menghangatnya perairan selatan Jawa.

Adi mengungkapkan, suhu tertinggi selama puncak musim kemarau terjadi pada bulan ini. Suhu akan mencapai 35 derajat Celsius. Suhu normal saat musim kemarau berkisar 31–33 derajat Celsius. Ditanya tentang potensi terjadinya cuaca ekstrem, Adi menyatakan bahwa belum ada laporan tentang suhu panas lebih dari 35 derajat Celsius.

”Belum ada tanda-tanda. Sebab, beberapa hari ke depan kondisi suhu tetap normal,” jelasnya.

Meski begitu, potensi kebakaran lahan saat musim kemarau tetap perlu diwaspadai. ”Jaga lingkungan dan kesehatan juga penting di situasi ini. Kalau bisa, hindari bakar-bakar sampah pada siang hari yang dapat berpotensi memicu kebakaran lahan,” tuturnya.
EDITOR: Dhimas Ginanjar