JawaPos.com - Tim beregu putra Indonesia mendapatkan rejeki nomplok sehari jelang cabang olahraga bulu tangkis SEA Games 2025 dimulai. Pasukan Merah Putih mendapatkan bye dan berhak lolos ke semifinal, sekaligus mengunci medali.
Kepastian itu didapat setelah panitia Penyelenggara SEA Games Thailand 2025 (THAISOC) mengadakan pengundian untuk cabor bulu tangkis kategori beregu pada Sabtu (6/12). Tim Indonesia hanya akan jadi penonton di laga pertama.
"Beregu putra Indonesia mendapat bye di ajang SEA Games 2025," tulis PBSI dalam akun Instagramnya, @badminton.ina.
Dalam bagan yang diunggah, terlihat tim beregu putra Indonesia lolos langsung ke semifinal. Sabar Karyaman Gutama dan kolega tinggal menunggu pertarungan Singapura kontra Laos di bagan yang sama.
"Dan, menunggu pemenang antara Singapura melawan Laos sebagai calon lawan di semifinal," tulis federasi.
Keberadaan tim Indonesia dapat bye ini tak lepas dari keuntungan yang dimiliki karena berstatus sebagai juara bertahan. Pada SEA Games 2023, mereka mampu keluar sebagai yang terbaik dan dapat emas.
Dua tahun lalu di Kamboja, tim beregu putra sukses meraih emas setelah menaklukkan Malaysia di final. Mereka menang dengan skor 3-1.
Tim beregu putra Indonesia kala itu dihuni oleh tiga pebulu tangkis tunggal putra, yakni Christian Adinata, Chico Aura Dwi Wardoyo, Alwi Farhan, dan enam pemain spesialis ganda seperti Shohibul Fikri, Rehan Naufal, Pramudya Kusuma Wardana, Bagas Maulana, Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan, dan Zachariah Josiahno Sumanti.
Selain itu, bye diperoleh tim beregu putra Indonesia karena jumlah pesertanya hanya tujuh alias ganjil. Sehingga keuntungan mutlak hanya dimiliki pasukan Merah Putih.
Kondisi ini jelas menguntungkan tim Indonesia. Sebab keberhasilan lolos ke semifinal berarti minimal medali perunggu telah dikunci.
Artinya, tim beregu putra Indonesia tinggal meraih dua kemenangan lagi untuk dapat emas. Yakni di semifinal melawan pemenang Laos vs Singapura dan final kontra tim yang berasal dari bagan sebelahnya.
Pada bagan sebelah, drawingnya terbilang menarik. Sebab tuan rumah Thailand akan berjumpa dengan Myanmar di laga pertama, dan Malaysia menantang Filipina pada babak yang sama.
Malaysia dan Thailand sebagai negara bulu tangkis di ASEAN, berpeluang bentrok jika sama-sama menang dan lolos ke semifinal. Seandainya laga itu tercipta, pemenangnya nanti akan lolos ke final dan kans bertemu dengan tim beregu putra Indonesia cukup besar.
Tim Indonesia sendiri sudah cukup siap menatap SEA Games 2025. Mereka telah tiba dari Jumat (5/12) pagi dan langsung berlatih pada sore harinya di arena Gymnasium 4 Thammasat University Rangsit Campus, Pathum Thani.
Latihan ini bertujuan untuk adaptasi awal dan melemaskan otot-otot yang kaku. Program pun hanya program ringan dengan bertanding 3 vs 3 atau 4 vs 4.
"Latihan pertama ini dijadikan adaptasi awal sebelum besok lebih dimatangkan lagi," kata Sabar Karyaman Gutama, kapten tim beregu putra Indonesia.
Menurut Sabar, kondisi lapangan cukup aman karena mirip dengan rangkaian turnamen BWF seperti Thailand Open 2025. Namun tim Indonesia enggan sesumbar dan siap untuk tampil maksimal saat bermain nanti.
"Secara keseluruhan tadi kondisi lapangan tidak terlalu beda jauh dengan arena di Thailand Open atau Masters, tipikalnya mirip-mirip," kata Sabar.
"Tapi kami belum tahu apakah pendingin ruangan sudah on semua atau belum karena ini bisa mempengaruhi arah angin," imbuhnya.