← Beranda

Viral Video Petarung UFC Jeka Saragih Dikabarkan Cekcok dengan Petugas Bandara, Akibat Delay Lama?

Moch. Rizky Pratama PutraRabu, 8 Oktober 2025 | 02.18 WIB
Jeka Saragih tampak cekcok dengan petugas bandara. (Instagram @anandapandjaitan)

JawaPos.com—Video yang menampilkan petarung UFC asal Indonesia Jeka Saragih diduga cekcok dengan petugas bandara tengah viral di media sosial. Rekaman tersebut memicu beragam reaksi netizen yang penasaran dengan situasi sebenarnya di balik kejadian itu.

Dalam video yang diunggah akun Instagram @anandapandjaitan pada Selasa (7/10), terlihat Jeka mengenakan jaket hitam dan membawa koper di area bandara. Suasana tampak tegang ketika dia sempat berbicara dengan nada tinggi kepada seorang petugas yang berdiri di depannya.

Ha? aku ngomong sama kau,” terdengar Jeka berkata dalam video berdurasi singkat tersebut.

Petugas bandara terlihat diam tanpa membalas, sementara Jeka tampak maju mendekat hingga tubuhnya menyentuh petugas itu. Momen itu membuat netizen berspekulasi Jeka tengah emosi akibat pesawat yang mengalami keterlambatan panjang. Dalam keterangan video, pengunggah menyebut delay pesawat telah berlangsung hingga lima jam.

“Untuk kronologi nya nanti aku ceritain ya, karena ini pesawat kami masih delay udah 5 jam. Kalian komen-komen dulu @Jeka Saragih,” tulis akun @anandapandjaitan dalam unggahan yang kini telah ditonton puluhan ribu kali.

Meski begitu, unggahan itu tidak menjelaskan secara detail apa yang memicu perdebatan antara Jeka dan petugas bandara. Situasi ini membuat banyak netizen salah paham dan menduga Jeka benar-benar marah besar kepada petugas.

Tak lama setelah video pertama viral, akun yang sama mengunggah penjelasan lanjutan terkait kejadian tersebut. Dalam video kedua, @anandapandjaitan menjelaskan kondisi sebenarnya di lapangan dan menyebut peristiwa itu terjadi setelah pesawat yang mereka tumpangi mengalami gangguan teknis.

“Jadi dari pesawat @lionairgroup ada trouble padahal sudah take off,” tulis @anandapandjaitan dalam caption.

Guys, jadi lagi ada trouble guys, jadi kita tadi tuh sempat jalan, sudah laju nih pesawat nih, apa sih nama itu, Bang? Kalau jalan tuh, laju tuh apa nama? Take off, sudah mau lepas landas dia, tapi tiba-tiba berhenti,” ujar @anandapandjaitan sambil memperlihatkan suasana bandara.

Dia menjelaskan, pesawat milik Lion Air tersebut sudah bersiap untuk lepas landas namun mendadak berhenti karena kendala teknis. Setelah itu, seluruh penumpang diminta turun dan menunggu di area bandara selama lebih dari satu jam.

Gak tahu kenapa trouble, sudah sejam lebih nunggu, coba kita lihat dulu sama bang Jeka,” tambah dia sembari menyorot sang petarung UFC yang tampak berdiri tenang di dekatnya.

Menariknya, dalam video lanjutan itu, Jeka Saragih justru terlihat tenang dan tidak memperlihatkan emosi berlebihan. Dia bahkan memberi pernyataan menenangkan terkait situasi delay yang mereka alami.

“Kalau aku sih, namanya untuk keselamatan kita bersama, mungkin juga kru dari Lion Air gak menginginkan ini. Kita sebagai penumpang, untuk kebenaran kita bersama ya sabar aja,” ujar Jeka dengan nada kalem.

Pernyataan tersebut sontak mengubah persepsi banyak netizen yang semula menilai Jeka terpancing emosi. Banyak yang kemudian memuji sikap tenangnya dan menilai video pertama bisa saja disalahartikan karena potongan durasinya yang tidak utuh.

Di kolom komentar, sejumlah pengguna Instagram meminta publik tidak buru-buru menilai hanya dari cuplikan video. Mereka menilai Jeka tetap profesional dan mampu mengendalikan diri meski berada dalam situasi yang melelahkan.

Netizen juga menyoroti cara Jeka menghadapi delay panjang dengan kepala dingin, mengingat banyak penumpang lain yang mungkin sudah lelah menunggu. Sikapnya dianggap mencerminkan kedewasaan seorang atlet profesional yang terbiasa menghadapi tekanan.

Sebagian pengguna media sosial bahkan menyebut kejadian ini sebagai contoh bagaimana potongan video singkat bisa menimbulkan kesalahpahaman besar. Mereka mengapresiasi penjelasan tambahan dari akun @anandapandjaitan yang membantu meluruskan situasi.

Nama Jeka Saragih sendiri memang tengah populer di kalangan penggemar olahraga bela diri. Pria asal Simalungun, Sumatera Utara, itu dikenal sebagai petarung Indonesia pertama yang menandatangani kontrak dengan organisasi bergengsi Ultimate Fighting Championship (UFC).

Sebelum bergabung dengan UFC, Jeka lebih dulu berkarier di ajang One Pride MMA Indonesia pada divisi kelas ringan. Prestasinya di kancah nasional dan internasional membuat banyak anak muda Indonesia menjadikannya panutan.

Kariernya di UFC juga membuka jalan bagi petarung-petarung Indonesia lain untuk dikenal di panggung global. Sikap disiplin, rendah hati, dan profesional yang ditunjukkannya selama ini menjadi bagian dari citra positif dirinya di mata publik.

Kejadian di bandara ini pun tidak mengubah pandangan banyak orang terhadap sosok Jeka. Justru, sebagian penggemar menilai insiden tersebut memperlihatkan sisi manusiawi dari seorang atlet yang juga bisa lelah, namun tetap memilih menenangkan keadaan.

Meski viral di media sosial, hingga kini belum ada keterangan resmi dari pihak bandara maupun maskapai terkait peristiwa delay yang disebut berlangsung hingga lima jam.

Namun dari video lanjutan, jelas terlihat Jeka tidak melakukan tindakan agresif seperti yang sempat diduga. Klarifikasi ini membuat suasana di kolom komentar menjadi lebih kondusif, dengan banyak netizen berharap kejadian tersebut bisa menjadi pelajaran soal pentingnya verifikasi informasi sebelum menyebarkannya.

Kasus ini juga menjadi pengingat betapa cepatnya potongan video viral bisa mempengaruhi persepsi publik. Dalam hitungan jam, sosok yang dikenal ramah dan santun bisa disalahpahami hanya karena cuplikan singkat tanpa konteks.

Bagi Jeka Saragih, insiden ini sepertinya hanya menjadi momen kecil dalam perjalanan panjang kariernya di dunia bela diri. Dia tetap fokus menjalani latihan dan menjaga reputasinya sebagai petarung Indonesia yang mengharumkan nama bangsa di kancah internasional.

Dengan kejadian ini, publik pun diingatkan untuk lebih bijak menilai situasi sebelum menyimpulkan seseorang bersalah. Sosok Jeka Saragih sekali lagi menunjukkan ketenangan dan kedewasaan justru menjadi kekuatan sejati seorang petarung, bukan sekadar kemampuan bertarung di atas oktagon.

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah