← Beranda

Rivalnya dari Malaysia Kecelakaan, Veda Ega Kunci Posisi Runner-up Red Bull Rookies Cup 2025 Meski Gagal Naik Podium di San Marino

Dimas Ramadhan WicaksanaMinggu, 14 September 2025 | 21.55 WIB
Veda Ega Pratama kembali unjuk gigi di Red Bull Rookies Cup 2025 dengan finish runner-up dalam GP Austria. (Dok: RBRC)
 

JawaPos.com - Veda Ega Pratama berhasil mengunci predikat runner-up Red Bull Rookies Cup 2025 setelah menyelesaikan race 2 sekaligus balapan penutup di Misano World Circuit Marco Simoncelli, Minggu (14/9). Dia mengakhiri musim di posisi kedua meski gagal naik podium di balapan terakhir karena rivalnya dari Malaysia mengalami kecelakaan tunggal.

Mimpi Veda Ega untuk menjadi juara dunia dalam ajang Red Bull Rookies Cup 2025 memang telah pupus. Ini terjadi setelah pembalap asal Gunung Kidul itu mengalami crash alias kecelakaan dalam race 1 di San Marino, Sabtu (13/9) malam.

Selain itu, rivalnya Brian Uriarte dari Spanyol juga berhasil memenangkan race 1 San Marino. Kemenangan itu sekaligus memastikan sang pembalap jadi juara dunia Red Bull Rookies Cup 2025 dengan hasil mutlak.

Meski begitu, Veda Ega masih memiliki balapan penentuan di race 2 San Marino. Pembalap berusia 17 tahun itu memperebutkan persaingan terakhir dengan Hakim Danish untuk menjadi runner-up Red Bull Rookies Cup musim ini.

Sebab, posisi Veda Ega turun ke posisi tiga setelah gagal dapat poin di race 1. Perolehan angkanya tetap 170 poin, disalip oleh Hakim Danish yang finish kesepuluh dan perolehannya jadi 171 poin karena dapat enam poin tambahan.

Race 2 di San Marino pun tetap sengit. Veda Ega yang mengawali balapan dari P2, mendapatkan perlawanan ketat dari pembalap selain Brian Uriarte dan Hakim Danish, baik itu David González (Spanyol), Marco Morelli (Italia), dan Zen Mitani (Jepang).

Kesengitan race penutup Red Bull Rookies Cup 2025 langsung terlihat dari lap pertama, khususnya di urutan dua hingga enam yang melibatkan Veda Ega dan rival-rivalnya. Hanya Brian Uriarte yang nyaman di posisi paling depan dalam enam lap awal.

Itu dibuktikan dengan Veda Ega yang sempat turun ke posisi tiga pada lap keempat. Bahkan, dia sempat turun jauh ke urutan lima saat balapan memasuki lap ketujuh. Situasi itu pun membuat Hakim Danish ada di atas angin.

Tapi, saat balapan masuk lap tujuh, Hakim Danish mendapatkan petaka di tikungan dua. Tanpa gangguan sama sekali, dia mengalami kecelakaan tunggal dan terjatuh. Pembalap Negeri Jiran itu jatuh sendiri saat menikung dan akhirnya keluar dari balapan.

Kecelakaan yang dialami Hakim Danish membuat peluang Veda Ega jadi runner-up kejuaraan terbuka lebar. Dia hanya perlu finish di 14 besar (dapat dua angka) race 2 San Marino untuk memastikan perolehan poinnya di atas Hakim Danish.

Veda Ega terus berusaha untuk finish tercepat. Dia bahkan sempat kembali ke posisi tiga dan bersaing sangat ketat dengan Brian Uriarte dan David Gonzalez untuk urutan depan.

Namun, di tikungan terakhir dan trek lurus menuju garis finish, Veda Ega harus menerima kenyataan pahit gagal podium. Dia disalip Marco Morelli dan Zen Mitani sehingga harus puas finish kelima dalam race 2 San Marino 202.

Sementara pembalap tercepat yang menjadi pemenang dalam balapan terakhir adalah David Gonzalez. Dia mengungguli tekan senegara Brian Uriarte yang mengakhiri balapan di podium kedua.

Dengan demikian, Veda Ega berhak mendapatkan 11 poin tambahan. Perolehan angka pembalap putra pasangan Sudarmono dan Melina itu pun menjadi 181 poin untuk menutup musim Red Bull Rookies Cup 2025.

Veda Ega terpaut 55 poin dari Brian Uriarte sebagai juara dunia, dan unggul 10 angka dari Hakim Danish yang gagal finish sehingga berhak di urutan ketiga. Status runner-up pun jadi prestasi ciamik yang diraih Veda Ega.

EDITOR: Edi Yulianto