JawaPos.com - Seni bela diri telah hidup selama berabad-abad lamanya berdampingan bersama peradaban manusia. Tidak hanya untuk pertahanan diri namun juga dapat menuntun kita menuju kedisiplinan, kebugaran, dan juga dapat pembentukan mental baja.
Meski sebagian besar seni bela diri memperhatikan harmonisasi gerakan untuk menunjukkan esensi seni itu sendiri, ada pula beberapa gerakan seni yang diciptakan untuk kebutuhan melindungi diri dari ancaman yang biasa tersaji dalam olahraga tarung.
Seni bela diri yang mematikan ini lebih dari sekedar olahraga tarung biasa. Ada beberapa teknik bertahan hidup, yang diasah dari generasi ke generasi untuk memastikan kemenangan dalam situasi genting antara hidup atau mati.
Menurut Black Belt Magazine, berikut 10 seni bela diri paling mematikan di dunia, mulai dari sejarah, teknik, dan seorang terkenal yang menguasainya.
1. Krav Maga
Krav Maga diciptakan oleh Imi Lichtenfeld, seorang pegiat bela diri kelahiran Hongaria, pada tahun 1930-an. Ia mengembangkan seni bela diri ini untuk melawan peningkatan kekerasan antisemitisme (kebencian terhadap orang Yahudi) yang terjadi di Eropa saat itu.
Lichtenfeld kemudian pindah ke Israel untuk melatih Pasukan Pertahanan Israel (IDF), dengan menciptakan seni bela diri yang menggabungkan teknik tinju, gulat, judo, dan tarung bebas jalanan. Krav Maga dirancang agar mudah dipelajari secara efektif dan praktis dalam situasi pertempuran kehidupan nyata.
Krav Maga mengutamakan serangan agresif yang bertujuan untuk segera melumpuhkan lawan. Serangan tersebut diarahkan menuju area sensitif, seperti mata, tenggorokan, dan selangkangan. Pelatihan dilakukan dengan simulasi kekerasan mirip di dunia nyata dengan menyiapkan situasi yang tidak terduga dan berbahaya.
Meski Krav Maga resmi menjadi sistem pertahanan diri IDF, seni bela diri ini telah mendapatkan popularitas di seluruh dunia. Bintang Hollywood seperti Jason Statham, Jennifer Lopez, dan Tom Cruise telah berlatih Krav Maga karena pendekatan pertarungannya yang intens dan efisien dalam berlatih.
2. Muay Thai
Muay Thai atau sering dijuluki "Seni Delapan Anggota Badan" merupakan olahraga nasional asal Thailand lahir sejak abad ke-16. Awalnya seni ini dikembangkan untuk tentara di medan perang, di mana mereka akan menggunakan seluruh tubuh mereka sebagai senjata.
Seiring berjalannya waktu, Muay Thai mulai berevolusi menjadi seni bela diri yang mematikan hingga tercipta kompetisi olahraga dari seni bela diri ini dengan aturan yang tertulis dengan sistematis, namun tetap mempertahankan sisi efisiensi dan efektivitas yang sangat brutal.
Muay Thai menggunakan pukulan, tendangan, sikutan, dan lutut, untuk menyerang lawan dari berbagai arah. Seni ini juga bisa mendekat dan memeluk lawannya untuk mengatur jarak, mengontrol postur dan posisi lawannya agar serangan-serangan mendarat tepat sasaran.
Salah satu petarung Muay Thai paling terkenal adalah Buakaw Banchamek, dua kali juara di turnamen kickboxing bernama K-1 World Max. Teknik ciamik dan kekuatan yang ia miliki telah mempopulerkan Muay Thai secara global.
Dalam seni bela diri campuran (MMA), petarung seperti Anderson Silva dan Jose Aldo yang bertanding di ajang Ultimate Fighting Club (UFC) telah menunjukkan keahlian Muay Thai untuk meraih sabuk juara dan mendominasi semua lawannya.
3. Brazilian Jiu-jitsu
Jiu-Jitsu Brasil atau biasa dikenal khalayak dengan sebutan BJJ dikembangkan pada awal abad ke-20 oleh keluarga Gracie, yang mengadopsi teknik jiu-jitsu dan judo tradisional dari Jepang.
BJJ lebih menekankan untuk menguasai teknik-teknik dalam seni ini dibandingkan kekuatan dan tenaga, sehingga memungkinkan orang yang memiliki tubuh lebih kecil dapat mengalahkan lawan yang lebih besar.
Seni ini berfokus untuk menjatuhkan lawan, mengendalikan gerakan lawan ketika sudah terjatuh, lalu menyerang dengan kuncian yang menargetkan sendi-sendi atau mencekik lawan sampai tersedak bahkan pingsan.
Keluarga Gracie, khususnya Helio Gracie dan putra-putranya, sangat identik dengan seni ini. Royce Gracie salah satu putranya mengenalkan seberapa efektif BJJ untuk mengalahkan lawan yang jauh lebih besar menggunakan teknik kuncian. Ia aktif bertarung di era awal UFC sebelum tenar seperti sekarang.
Saat ini, BJJ adalah komponen penting MMA. Petarung seperti Demian Maia dan Charles Oliveira menggunakan keterampilan seni ini mereka untuk meraih kesuksesan di oktagon UFC.
4. Sambo
Sambo merupakan singkatan dari "Samozashchita Bez Oruzhiya" (bela diri tanpa senjata), yang lahir di Uni Soviet pada 1920-an. Sambo diciptakan dengan menggabungkan berbagai teknik seni bela diri seperti, judo, gulat, dan gaya bertarung asli Rusia, untuk memenuhi kebutuhan militer Soviet.
Seni ini dirancang agar praktis dan efektif dalam pertarungan bersenjata dan tidak bersenjata, menjadikannya salah satu seni bela diri yang mematikan.
Sambo dikenal dengan teknik lemparan, kuncian, dan pengendalian posisi saat di lantai sangat dinamis. Ini menggabungkan unsur gulat dan kuncian judo dengan teknik menyerang yang ditemukan dalam pertarungan Sambo.
Fedor Emelianenko yang memiliki julukan "Kaisar Terakhir" adalah salah satu praktisi Sambo paling terkenal. Dominasinya di divisi kelas berat MMA merupakan bukti keefektifan Sambo.
Praktisi terkenal lain yang membawa seni bela diri ini ke titik tertinggi yaitu Khabib Nurmagomedov. Petarung Dagestan yang tak terkalahkan di UFC hingga pensiun. Legenda mendunia hingga saat ini dikenal sangat ganas ketika di atas oktagon dengan teknik Sambo yang dimilikinya.
5. Lethwei
Lethwei yang dikenal sebagai tinju bare-knuckle khas Burma (Myanmar), adalah salah satu seni bela diri tertua an paling brutal di dunia. Seni ini diyakini lahir lebih dari seribu tahun yang lalu. Lethwei dilakukan oleh para pejuang Burma yang digunakan dalam pertempuran perang.
Tidak seperti seni bela diri lainnya, Lethwei bahkan lebih brutal dengan memperbolehkan penggunaan headbutt atau sundulan yang menyerang area sensitif wajah, menjadikan seni lebih berbahaya daripada Muay Thai.
Teknik ini boleh menggunakan pukulan, tendangan, sikutan, lutut, dan sundulan, yang sering disebut sebagai "Seni Sembilan Anggota Badan". Perkelahian secara tradisional dilakukan tanpa sarung tangan, dan peraturan mengizinkan untuk menghabisi lawannya.
Lethwei juga memungkinkan petarung mengendalikan dan menjatuhkan lawannya ke lantai dengan teknik yang hampir sama seperti Muay Thai.
Salah satu petarung modern yang menggunakan seni ini bernama Dave Leduc. Petarung asal Kanada, memegang Sabuk Emas Lethwei di kelas terbuka enam kali. Selain itu, Tun Tun Min dan Shwe Yar Mann adalah juara Lethwei terkenal lainnya yang telah memamerkan kebrutalan seni ini.
6. Kung Fu
Kung Fu, atau Wushu adalah salah satu seni bela diri tertua di dunia yang tercipta di Tiongkok. Seni ini dipraktikkan oleh para biksu, tentara, dan warga sipil. Kung Fu juga merupakan seni bela diri paling beragam dengan kumpulan gaya dan teknik seperti, Fu Shaolin, Wing Chun, dan Tai Chi adalah beberapa gaya yang paling terkenal.
Teknik Kung Fu sangat bervariasi, namun umumnya mencakup pukulan, tendangan, kuncian sendi, dan lemparan. Beberapa gaya seni ini menekankan latihan keras yang berfokus untuk memperkuat pukulan dan fisik
Gaya lainnya, seperti Tai Chi, menekankan latihan yang lembut, berfokus pada keseimbangan, fleksibilitas, dan aliran energi untuk menonjolkan esensi seninya. Pelatihan senjata juga salah satu komponen penting dengan belajar menggunakan pedang, tongkat, dan senjata tradisional Tiongkok lainnya.
Bruce Lee mungkin adalah praktisi Kung Fu paling terkenal di seluruh penjuru dunia, yang dikenal melalui film Jeet Kune Do yang memiliki pengaruh besar pada sinema seni bela diri dunia.
Selain itu ada nama Jackie Chan dan Jet Li juga telah membawakan Kung Fu ke khalayak global melalui aksinya di film-film mereka yang menampilkan keindahan dan efektivitas seni tersebut.
7. Silat
Silat adalah sebutan untuk gaya seni bela diri asli Asia Tenggara, khususnya di Malaysia, Indonesia, dan Filipina. Setiap negara telah mengembangkan versi masing-masing yang dipengaruhi oleh budaya lokal, geografi, dan peperangan.
Silat sering kali digunakan sebagai sarana pertahanan diri terhadap penjajah dan gesekan antar suku. Hal ini sangat terkait dengan tradisi spiritual dan budaya di negara-negara tersebut.
Silat sangat khas dengan yang gerakan lembut untuk menipu yang dirancang untuk mencari kelemahan lawan. Seni ini berfokus pada pemukulan, manipulasi sendi, dan penggunaan senjata, seperti pisau, tongkat, dan parang.
Praktisi silat dilatih untuk memanfaatkan kondisi lingkungan untuk memberi keuntungan bagi mereka, sering kali memasukkan unsur sembunyi-sembunyi dan kejutan dalam teknik mereka. Seni ini juga mencakup pertarungan di lantai seperti bergulat, menjadikannya lebih mudah diadaptasi dalam segala situasi.
Iko Uwais, bintang film "The Raid", adalah seorang praktisi mengenalkan Pencak Silat, aliran populer dari Indonesia ke mata dunia. Silat juga dipraktikkan oleh unit militer elit di wilayah tersebut, termasuk Kopassus Indonesia dan PASKAL Malaysia.
8. Kyokushin Karate
Kyokushin Karate didirikan oleh Masutatsu Oyama pada 1960-an dengan tujuan menciptakan bentuk karate yang paling efektif. Oyama merupakan seniman bela diri dari Korea-Jepang, mengembangkan Kyokushin setelah melihat karate tradisional yang semakin dikomersialkan dan sangat tidak efektif.
Ia menarik perdebatan dengan pengondisian fisik yang ketat, percaya bahwa hanya melalui pertarungan sebenarnya seorang seniman bela diri dapat diuji keterampilan mereka.
Kyokushin Karate berfokus pada serangan kuat, terutama tendangan, yang dilakukan dengan presisi dan kekuatan. Seni ini sangat khas dengan menekan kondis tubuh, di mana para praktisi memperkuat tubuh mereka melalui latihan memukul dan menangkis secara berulang-ulang.
Selain itu, praktisi dilatih untuk menahan rasa sakit dan memberikan pukulan yang mematikan untuk lawan, menjadikannya salah satu bentuk karate yang paling mengandalkan kekuatan fisik.
Andy Hug, pria kelahiran Swiss menjadi salah satu petarung Kyokushin yang dikenal karena tendangannya yang kuat. Selain itu, Francisco Filho, juara Kyokushin yang sukses meraih gelar kejuaraan kickboxing K-1, menunjukkan seberapa kuat teknik Kyokushin dalam olahraga tarung.
9. Kapu Ku’ialua (Lua)
Kapu Ku’ialua atau dikenal sebagai Lua adalah seni bela diri Hawaii kuno tradisional yang hanya dipraktikkan bangsawan dan pejuang elit, yang dikenal sebagai Koa. Lua digunakan sebagai sarana untuk mempertahankan pulau-pulau Hawaii dari penjajah untuk kelangsungan hidup masyarakat mereka.
Seni ini menggabungkan teknik mematahkan tulang secara brutal, kuncian sendi, dan penggunaan senjata tradisional Hawaii, seperti leiomano (pentungan dari gigi hiu) dan pahoa (belati). Lua berfokus untuk melumpuhkan lawan secepat mungkin dengan teknik-teknik tersebut
Praktisi Lua dilatih untuk menjadi kejam dan efisien, dengan tujuan mengakhiri serangan lawan dalam hitungan detik.
Lua masih relatif tidak dikenal orang luas karena sifat rahasianya, namun praktisi bernama Solomon Kaihewalu sebagai salah satu orang berupaya untuk melestarikan dan menghidupkan kembali seni kuno ini. Kaihewalu, seorang master Lua, telah mendedikasikan hidupnya untuk mengajar seni tersebut di Hawaii dan sekitarnya.
10. Ninjutsu
Ninjutsu atau seni bela diri ninja berasal dari zaman feodal Jepang. Ninjutsu dikembangkan oleh samurai buangan dan petani yang perlu bertahan hidup melalui perang gerilya dan pembunuhan yang terjadi.
Ninjutsu mencakup berbagai keterampilan, termasuk pertarungan tangan kosong, pelatihan senjata, memata-matai , penyamaran, dan teknik bertahan hidup lainnya. Seni ini sangat ditakuti karena kemampuan mereka bergerak tanpa terlihat dan menyerang tanpa peringatan.
Ninjutsu juga melibatkan serangan, tendangan, kuncian sendi, dan lemparan. Hal ini juga menekankan penggunaan senjata ninja tradisional, seperti shuriken (bintang pelempar), kunai (belati), dan katana (pedang).
Praktisi Ninjutsu dilatih dalam keterampilan mengendap, menghindar, dan bertahan hidup, yang memungkinkan mereka beroperasi di lingkungan yang tidak bersahabat. Sifat mematikan seni ini terletak pada kemampuan beradaptasi dengan lingkungan menjadikannya salah satu seni bela diri yang paling ditakuti dalam sejarah.
Masaaki Hatsumi adalah salah satu praktisi Ninjutsu modern paling terkenal yang dilatih oleh Toshitsugu Takamatsu yang diketahui seorang master ninja terakhir yang ada di dunia. Hatsumi adalah pendiri organisasi Bujinkan, yang mengajarkan Ninjutsu kepada siswa di seluruh dunia.