JawaPos.com - Pembalap Ferrari, Lewis Hamilton, merayakan hari ulang tahun ke-40 pada 7 Januari 2025. Dengan usia barunya, dia berpotensi mendekati daftar pemenang balapan tertua di Formula 1.
Mulai kejuaraan F1 2025, Lewis Hamilton akan memulai babak baru dalam kariernya sebagai pembalap Ferrari.
Keputusan pembalap Inggris itu bergabung dengan Ferrari menandai akhir dari perjalanan panjangnya bersama Mercedes selama 12 musim penuh prestasi.
Selama periode 2013-2024, Hamilton meraih 84 kemenangan grand prix. Dia juga enam kali menjadi juara dunia F1 dari total tujuh gelarnya.
Prestasi Hamilton tersebut membuatnya menjadi salah satu legenda hidup di F1. Total tujuh gelar juara dunia miliknya juga menyamai milik Michael Schumacher.
Pada musim 2025 menjadi lebih istimewa bagi pemilik nama lengkap Sir Lewis Carl Davidson Hamilton, karena termasuk jajaran pembalap berkepala empat.
Ada satu pembalap lain di generasi Hamilton yang berada di situasi serupa, yaitu Fernando Alonso dari Aston Martin, yang saat ini berusia 43 tahun.
Penampilan Hamilton bersama Ferrari kini menjadi salah satu cerita yang paling dinantikan oleh penggemar F1. Ini akan membuka peluangnya untuk bersama dengan para pembalap tertua yang memenangkan balapan Formula 1 usai berusia 40 tahun.
Apakah Hamilton mampu memenangkan balapan setelah berusia 40 tahun?
Dikutip dari Crash, berikut adalah jajaran pembalap yang memenangkan balapan F1 di usia 40 tahun ke atas.
Graham Hill (40 tahun, 92 hari)
Juara dunia dua kali, Graham Hill, mencatat kemenangan terakhirnya di Grand Prix Monaco 1969. Ini adalah kemenangan ke-14 dalam kariernya dan yang kelima di Monaco, sebuah rekor yang bertahan hingga 24 tahun kemudian.
Maurice Trintignant (40 tahun, 200 hari)
Trintignant masuk dalam daftar elit ini setelah pulih dari kecelakaan hampir fatal di Grand Prix Swiss 1948. Pembalap Prancis itu berhasil mencatat dua kemenangan F1, dengan kemenangan terakhirnya di Grand Prix Monaco 1958. Momen tersebut menegaskan keberanian dan kegigihannya sebagai salah satu legenda balap.
Nigel Mansell (41 tahun, 97 hari)
Nigel Mansell adalah pembalap terakhir yang menang di usia 40-an, dengan kemenangannya di Grand Prix Australia 1994. Mansell, juara dunia 1992, mengubah posisi pole menjadi kemenangan, menambah pencapaian luar biasa dalam kariernya bersama tim Williams. Kemenangan ini menjadi kemenangan ke-31 sekaligus penutup karier yang gemilang.
Sam Hanks (42 tahun, 321 hari)
Sam Hanks mencatat satu-satunya kemenangan di Formula 1 saat memenangkan Indianapolis 500 pada 1957, yang saat itu menjadi bagian dari kalender kejuaraan dunia F1. Meski demikian, kesuksesan lebih besar ia raih di ajang balap Champ Car.
Jack Brabham (43 tahun, 339 hari)
Jack Brabham, juara dunia tiga kali, mencatatkan namanya sebagai salah satu pembalap tertua yang menang di F1. Kemenangan terakhirnya diraih di Grand Prix Afrika Selatan 1970, sekaligus menjadi penutup dari koleksi 14 kemenangan sepanjang kariernya.
Piero Taruffi (45 tahun, 219 hari)
Piero Taruffi hanya mencatat satu kemenangan di Formula 1, yaitu pada Grand Prix Swiss 1952. Pada saat itu, pembalap asal Italia ini berusia 45 tahun, menjadikannya salah satu yang tertua dalam sejarah F1 dengan prestasi serupa.
Juan Manuel Fangio (46 tahun, 41 hari)
Fangio, lima kali juara dunia, meraih kemenangan terakhirnya di Grand Prix Jerman 1957. Pada usia 46 tahun, ia mencatat kemenangan ke-24 sekaligus yang terakhir di kariernya. Balapan ini dikenang sebagai salah satu momen terbaik dalam sejarah F1, sekaligus memastikan gelar juara dunia kelimanya sebelum musim berakhir.
Giuseppe Farina (46 tahun, 276 hari)
Farina, juara dunia F1 pertama pada 1950, meraih kemenangan terakhirnya di Grand Prix Jerman 1953 bersama Ferrari. Pada saat itu, Farina berusia 46 tahun, dan ia terus berlomba hingga 1956, meninggalkan jejak sebagai salah satu pionir Formula 1.
Luigi Fagioli (53 tahun, 22 hari)
Fagioli mencatat rekor sebagai pembalap tertua yang pernah menang di Formula 1. Ia meraih kemenangan tersebut di Grand Prix Prancis 1951 pada usia 53 tahun. Rekor ini bertahan hingga kini dan tampaknya sulit untuk dipecahkan, menjadikannya salah satu legenda abadi dalam sejarah F1.