← Beranda

Petarung MMA Asal Indonesia Jeka Saragih Buka Suara Terkait Jadwal Pertarungan Selanjutnya di UFC

Moch. Rizky Pratama PutraKamis, 5 September 2024 | 01.00 WIB
Jeka Saragih ketika menghadiri Mola Warrior Workout yang digelar pada Minggu (1/9/2024) di Beat Up Training Camp, Senayan, Jakarta. (Mola)

JawaPos.com — Jeka Saragih, petarung MMA asal Indonesia yang semakin bersinar di panggung internasional, kembali menjadi sorotan. Setelah tampil dua kali di ajang UFC, Jeka Saragih kini masih menanti jadwal pertarungan berikutnya.

Meski begitu, dia memastikan bahwa dirinya tetap fokus menjaga kondisi fisik dan mental, serta terus mempersiapkan diri menghadapi lawan berikutnya.

Pertarungan pertama Jeka Saragih di UFC pada 2023 menjadi momen penting dalam kariernya. Dia berhasil memetik kemenangan besar dalam debutnya dengan gaya yang luar biasa.

Lawannya, Lucas, harus merasakan tendangan maut Jeka Saragih hanya dalam satu ronde. Kemenangan KO tersebut langsung melejitkan nama Jeka Saragih sebagai salah satu petarung MMA berbakat yang patut diperhitungkan di UFC.

Tidak hanya itu, kemenangannya memperlihatkan bahwa Jeka Saragih tidak hanya sekadar "hadir" di UFC, tetapi juga mampu bersaing di tingkat tertinggi.

Namun, perjalanan Jeka Saragih di UFC tidak selamanya mulus. Pertarungan keduanya yang berlangsung pada Juni 2024 tidak berjalan sesuai harapan. Menghadapi Westin Wilson, Jeka Saragih harus menyerah di ronde pertama setelah terkena kuncian dari lawannya.

Kekalahan tersebut tentu menjadi pukulan berat, tetapi tidak membuat Jeka Saragih putus asa. Petarung berusia 29 tahun ini justru semakin termotivasi untuk bangkit dan memperbaiki kekurangannya.

Dalam acara Mola Warrior Workout yang digelar pada Minggu (1/9/2024) di Beat-Up Training Camp, Senayan, Jakarta, Jeka Saragih berbicara sedikit mengenai rencana duel berikutnya.

Meski antusias untuk kembali bertarung, dia mengungkapkan bahwa hingga saat ini belum ada kepastian terkait jadwal pertarungannya di UFC. Semua keputusan mengenai lawan dan jadwal pertarungan, kata Jeka Saragih, sepenuhnya diserahkan kepada manajernya, Graham Boylan.

"Waktu dekat ini belum ada, karena kan semua diatur dari manajer kita. Dan, promotor sudah menentukan siapa lawan kita dan kapan nanti kita tanding," ungkap Jeka Saragih.

Pernyataan ini menunjukkan bahwa Jeka Saragih sangat bergantung pada keputusan manajemennya dalam menentukan langkah selanjutnya di UFC.

Meskipun belum ada kepastian kapan akan bertarung lagi, Jeka Saragih tetap menjaga kebugaran dan rutin berlatih. Baginya, menjaga kondisi fisik adalah hal utama, bahkan saat sedang tidak memiliki jadwal pertarungan.

Selama berada di Indonesia, Jeka Saragih memastikan bahwa dirinya tidak kendor dalam latihan, bahkan ketika pulang kampung. "Saya selalu latihan, dua kali sehari, jaga kondisi" ujar Jeka Saragih.

Di tengah jadwal padat dan persiapan untuk pertarungan berikutnya, Jeka Saragih mengungkapkan bahwa dia terus mengasah kemampuan yang sudah dipelajarinya selama latihan di Amerika Serikat.

Seperti diketahui, Jeka Saragih berlatih bersama MMA Fight Academy di San Diego, salah satu pusat pelatihan MMA terkemuka di dunia. Di sana, dia belajar berbagai teknik baru yang kemudian dirinya terapkan kembali saat berlatih di Indonesia.

"Ketika pulang kampung, saya mengulang-ulang teknik-teknik yang baru saya pelajari itu," tambahnya.

Latihan keras di MMA Fight Academy membuat Jeka Saragih semakin siap menghadapi tantangan di UFC, meskipun hal itu juga tidak lepas dari rasa rindu terhadap keluarga.

Jeka Saragih tak segan-segan mengungkapkan bahwa tantangan terbesar berlatih di negeri orang adalah menahan rindu terhadap keluarga di Indonesia. Namun, dia tetap profesional dan memahami bahwa berada di UFC adalah impian banyak petarung MMA di dunia, sehingga dia harus mengorbankan perasaan tersebut demi meraih hasil maksimal di kariernya.

"Pasti rasa kangen sama keluarga," ungkap Jeka Saragih. "Kalau masalah kualitas petarung sudah biasa. Namanya sudah di UFC, pasti kualitasnya di atas rata-rata semua."

Sebagai seorang petarung UFC, Jeka Saragih sadar bahwa setiap lawan yang dihadapinya pasti memiliki kualitas yang luar biasa. Tidak ada petarung lemah di UFC, karena semua yang berlaga di ajang tersebut telah melewati seleksi ketat dan memiliki kemampuan di atas rata-rata.

Oleh sebab itu, Jeka Saragih terus berlatih keras untuk bisa bersaing di level tertinggi. "Memang kita harus kejar mereka supaya bisa berada di level yang sama," jelas Jeka Saragih.

"Mungkin berlatih lebih keras. Kalau mereka latihan dua kali sehari, saya tambah latihan lagi karena mengejar ketertinggalan dari petarung UFC lainnya."

Jeka Saragih sangat memahami bahwa untuk bisa bersaing di UFC, latihan keras adalah kunci. Dia tidak hanya ingin berada di UFC sebagai peserta, tetapi ingin menunjukkan bahwa petarung asal Indonesia juga bisa berprestasi di panggung internasional.

Oleh karena itu, dia selalu menambah porsi latihannya melebihi yang dilakukan oleh lawan-lawannya.

Kedisiplinan Jeka Saragih dalam menjaga kondisi dan meningkatkan kemampuan tentu menjadi modal besar baginya untuk kembali bertarung di UFC. Meski kalah dalam pertarungan terakhir, Jeka Saragih tetap optimis bahwa dirinya bisa bangkit dan memberikan yang terbaik pada kesempatan berikutnya.

Dengan dukungan penuh dari penggemar dan semangat pantang menyerah yang dimilikinya, Jeka Saragih siap menghadapi tantangan apa pun yang menanti di UFC.

Meski belum ada jadwal resmi mengenai pertarungan berikutnya, Jeka Saragih memastikan bahwa dirinya akan selalu siap kapan pun dipanggil untuk bertarung. Kuncinya adalah terus berlatih dan menjaga mentalitas juara.

Seperti yang dia katakan dalam berbagai kesempatan, Jeka Saragih selalu memandang kekalahan sebagai pelajaran berharga. Kekalahan dari Westin Wilson tak membuatnya mundur, justru menjadi bahan evaluasi agar dirinya bisa tampil lebih baik di pertarungan selanjutnya.

Kini, publik MMA Indonesia dan dunia sedang menanti kapan Jeka Saragih akan kembali berlaga di UFC. Sebagai petarung berbakat yang telah menunjukkan potensi luar biasa, Jeka Saragih tentu akan menjadi salah satu petarung yang dinanti-nantikan untuk bertarung kembali di Octagon.

Dan, siapa tahu, mungkin di pertarungan berikutnya, Jeka Saragih bisa kembali mengulang kejayaan seperti yang dia tunjukkan saat mengalahkan Lucas dengan KO hanya dalam satu ronde.

Yang jelas, Jeka Saragih sudah siap menghadapi apa pun yang ada di depannya. Dengan persiapan matang, semangat juang yang tinggi, serta dukungan dari penggemarnya, Jeka Saragih optimistis bisa membawa nama Indonesia semakin bersinar di ajang UFC. 

EDITOR: Edi Yulianto