← Beranda

Yul Edison: Kenalkan Indonesia secara Holistik di Hongkong Lewat Indonesia Week

Ilham SafutraRabu, 3 Juli 2024 | 16.45 WIB
Konjen RI untuk Hongkon dan Makau Yul Edison. (ILHAM SAFUTRA/JAWAPOS.COM)

JawaPos.com - Jumlah warga Negara Indonesia (WNI) di Hongkong mencapai 200 ribu orang. Lebih dari dari 50 persen atau sekitar 165 ribu berprofesi sebagai asisten rumah tangga (ART). Umunya WNI yang menjadi ART di Hongkong itu berasal dari Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat.

Menurut Konsulat Jenderal (Konjen) RI untuk Hongkong dan Makau Yul Edison, pekerja migran Indonesia (PMI) di Hongkong memiliki potensi besar untuk mengenalkan Indonesia ke dunia internasional secara holistik. Sebab, para PMI sangat kreatif. Mereka bisa dikatakan setiap pekan sering bertemu di Victoria Park untuk berinteraksi saling berinteraksi. "Saat bertemu itu, para WNI ini saling bertukar pikiran, berbagi ilmu dan keahlian lain," ujar Yul Edison saat ditemui JawaPos.com di Hongkong Jumat (28/6) lalu.

Yul Edison mengatakan, WNI yang bertemu setiap pekan itu biasa berbagi ilmu keahlian. Lantas keahlian-keahlian itu mereka bagikan lewat media sosial (medsos) seperti Tiktok, Facebook, atau Instagram. Tidak sedikit pula para WNI ini mendapat hasil positif dari interaksi di medsos tersebut, karena mendapat interaksi yang positif. Baik dari sesama WNI di luar negeri maupun dengan kampung halaman.

Konjen RI untuk Hongkong dan Makau Yul  Edison didampingi Vice President of BINUS Higher Education & Professional Services Harjanto Prabowo di Hongkong, Jumat (28/6). (ILHAM SAFUTRA/JAWAPOS.COM)
Konjen RI untuk Hongkong dan Makau Yul Edison didampingi Vice President of BINUS Higher Education & Professional Services Harjanto Prabowo di Hongkong, Jumat (28/6). (ILHAM SAFUTRA/JAWAPOS.COM)

Meskipun dominan berprofesi sebagai ART, namun para PMI itu tidak terkungkung dengan rutinitasnya. Ada yang bisa bersekolah dari jarak jauh dengan Universitas Terbuka (UT). Mereka bekerja dari pagi sampai sore, dan malamnya kuliah secara online. Selain itu ada yang bisa berjualan. "Jualan mereka tidak yang muluk-muluk. Hanya bikin kue dan dijual dengan sesasam ART ketika mereka bertemu di Victoria Park," ungkapnya.

Ketika bertemu di Victoria Park, mereka selain berbagi cerita ada juga berbagi ilmu keahlian lain.

Seringnya para WNI berkumpul di Victoria Park membuat orang luar Indonesia gampang sekali mengenali Indonesia. Budaya Indonesia. "Nah, kini KJRI di Hongkong saat ini sedang menyiapkan event besar yakni Indonesia week pada November 2024 mendatang," ungkap konjen berdarah Minang itu.

Indonesia Week rencananya digelar di KJRI dan dikemas secara holistik. Artinya tidak hanya sekadar menampilkan kuliner dari Indonesia. Ada banyak soal budaya Indonesia. Event itu digelar selama sepekan dan terbuka untuk umum. Orang selain WNI diundang untuk melihat karya-karya anak bangsa di Hongkong.

EDITOR: Ilham Safutra