JawaPos.com — Kemenangan 1-0 atas PSM Makassar di Stadion Gelora Bung Tomo, Rabu (26/2/2026) malam, menjadi momentum penting bagi Persebaya Surabaya. Namun di balik tiga poin itu, Bonek kompak menyebutnya sebagai “Ugly Win” dan meminta evaluasi finishing jelang duel panas kontra Persib Bandung.
Hasil tipis tersebut memutus tren negatif yang sempat membayangi Green Force dalam dua pertandingan sebelumnya. Tekanan besar akhirnya terjawab dengan kerja keras dan determinasi tinggi sepanjang 90 menit.
Tiga poin di kandang sendiri jelas berdampak pada mentalitas tim. Green Force tampil agresif sejak peluit awal dibunyikan dan langsung mengambil inisiatif serangan.
Dominasi di babak pertama terlihat begitu mencolok dengan penguasaan bola dan tekanan bertubi-tubi ke lini belakang lawan. Peluang demi peluang tercipta, meski penyelesaian akhir masih menjadi pekerjaan rumah serius.
Secara statistik, Persebaya Surabaya melepaskan 20 tembakan dengan enam di antaranya tepat sasaran. Sementara PSM hanya mencatatkan lima percobaan dengan satu yang mengarah ke gawang.
Dari sisi expected goals (xG), Persebaya Surabaya unggul jauh dengan angka 5,4 berbanding 1,2 milik lawan. Akurasi tembakan Green Force berada di angka 30 persen, sedikit lebih baik dari PSM yang mencatat 20 persen.
Data itu menunjukkan dominasi nyata, tetapi juga menyiratkan masalah klasik yang belum sepenuhnya selesai. Banyaknya peluang terbuang membuat kemenangan terasa kurang meyakinkan.
Pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares, langsung bergerak cepat menyusun taktik dan strategi menghadapi laga berikutnya.
Fokus kini sepenuhnya diarahkan ke Persib yang akan menjadi lawan pada Senin (2/3/2026).
“Saya berharap dengan kemenangan ini, pemain lebih percaya diri. Karena laga berikutnya melawan Persib yang punya skuad bagus. Kami harus fokus dengan sikap yang sama seperti hari ini,” ujar Bernardo Tavares.
Ia tetap mengapresiasi produktivitas peluang yang diciptakan anak asuhnya sepanjang laga.
“Namun saya bersyukur mereka (pemain) masih membuat banyak peluang," kata Tavares dalam konferensi pers pascapertandingan di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Rabu malam.
Meski begitu, pelatih asal Portugal tersebut tak menutup mata pada persoalan utama timnya. Ia menilai akurasi tembakan harus segera dibenahi agar tak menjadi bumerang saat menghadapi tim dengan kualitas individu lebih tajam.
“Hari ini kami menciptakan banyak, tapi ke depannya saat menembak bola, akurasi harus ditingkatkan,” ucapnya. Evaluasi itu menjadi alarm dini sebelum menjamu salah satu tim papan atas.
Tavares juga menyoroti kebiasaan pemain yang kerap terburu-buru mengirim bola lambung dalam beberapa pertandingan sebelumnya. Melawan PSM, keputusan itu mulai berkurang dan permainan terlihat lebih sabar.
Namun publik Surabaya rupanya belum sepenuhnya puas. Bonek tetap kritis meski tim kebanggaan mereka meraih kemenangan penting.
Salah satu fanbase menyebut hasil ini sebagai kemenangan yang kurang cantik. “Ugly win, banyak evaluasi khususnya finishing. Tapi, Terima kasih punggawa,” ujar salah satu fanbase Bonek.
Komentar serupa membanjiri lini masa media sosial usai pertandingan. “Alhamdulillah menang. Tinggal dipoles sedikit untuk finishing Terimakasih Persebaya,” ujar salah satu Bonek.
Ada pula yang menyoroti banyaknya peluang yang terbuang sia-sia. “Benahi finishing banyak peluang yang kebuang sia-sia, suwon joll,” ujar salah satu Bonek.
Sebagian lainnya mencoba melihat sisi positif dari lini pertahanan yang tampil solid. “Finishingmu ampas, tapi lini belakangmu mantab, oke 3 point,” ujar salah satu Bonek.
Nada kritik tetap terasa, tetapi dibungkus dengan cinta dan harapan. “Masio menang njalok tolong finishing mu jo,” ujar salah satu Bonek.
Respons itu menunjukkan ekspektasi tinggi terhadap Persebaya Surabaya musim ini. Dukungan penuh tetap mengalir, tetapi tuntutan perbaikan tak pernah surut.
Laga kontra Persib akan menjadi ujian sesungguhnya bagi konsistensi Green Force. Tim asal Bandung dikenal memiliki kualitas individu mumpuni dan pengalaman di laga-laga besar.
Jika finishing belum juga tajam, dominasi bisa saja tak berarti apa-apa. Situasi itu tentu ingin dihindari Tavares dan seluruh skuadnya.
Momentum kemenangan atas PSM harus dijaga dengan peningkatan performa di sektor krusial. Kepercayaan diri memang sudah kembali, tetapi ketajaman menjadi kunci pembeda.
Kini pilihan ada di tangan Persebaya Surabaya. Tetap puas dengan ugly win, atau bertransformasi menjadi tim yang tak hanya dominan, tetapi juga mematikan di depan gawang.
Jawabannya akan terlihat saat peluit awal melawan Persib berbunyi. Bonek sudah memberi peringatan, tinggal bagaimana Green Force menjawabnya di atas lapangan.