← Beranda
Rapor Skuad Persebaya Surabaya Usai Digasak Bhayangkara FC! Bruno Moreira dan Koko Ari Raih Rating Terendah
Moch. Rizky Pratama PutraMinggu, 15 Februari 2026 | 21.08 WIB
Bruno Moreira raih rating terendah di skuad Persebaya Surabaya. (Persebaya)

JawaPos.com — Rapor skuad Persebaya Surabaya usai digasak Bhayangkara Presisi Lampung FC jadi sorotan tajam publik Kota Pahlawan. Kekalahan 1-2 di kandang sendiri membuat dua nama, Bruno Moreira dan Koko Ari, tercatat sebagai pemain dengan rating terendah dalam laga penuh tekanan itu.

Bermain di Stadion Gelora Bung Tomo pada Sabtu malam (14/2), Green Force sebenarnya tampil dengan semangat tinggi di depan ribuan pendukungnya.

Namun efektivitas lawan dalam memaksimalkan peluang membuat rentetan 13 laga tanpa kekalahan harus terhenti menyakitkan.

Satu-satunya gol tuan rumah lahir dari kaki Mihailo Perovic pada menit ke-64. Selepas gol itu, tekanan demi tekanan dibangun, tetapi skor tetap tak berubah hingga peluit panjang berbunyi.

Pelatih Bernardo Tavares menunjukkan sikap sportif seusai pertandingan yang menguras emosi tersebut. Ia mengakui lawan tampil lebih efektif dalam memanfaatkan momen krusial di sepanjang laga.

“Selamat kepada Bhayangkara atas hasil ini. Mereka tidak memiliki banyak peluang, tetapi mampu memaksimalkan momen yang ada. Kami sedikit lengah pada situasi krusial dan itu menjadi pembeda,” ujar Tavares.

Meski kecewa, pelatih asal Portugal itu tetap melihat karakter timnya, terutama pada babak kedua. Ia tak ingin kekalahan ini menggerus mental para pemain yang sebelumnya tampil konsisten.

“Para pemain sudah berjuang maksimal dan menunjukkan karakter. Dalam sepakbola, situasi seperti ini harus diterima dengan lapang dada," jelasnya.

Tavares langsung mengalihkan fokus ke pertandingan berikutnya menghadapi Persijap Jepara. Ia ingin anak asuhnya menjadikan hasil pahit ini sebagai bahan bakar untuk bangkit.

"Kami harus segera bangkit, melupakan hasil ini, dan mengalihkan fokus untuk meraih kemenangan pada pertandingan berikutnya,” tegasnya.

Secara individu, rapor skuad Persebaya Surabaya menunjukkan variasi performa yang cukup kontras. Beberapa pemain tampil impresif, sementara lainnya dinilai belum mampu memberi dampak maksimal.

Di bawah mistar, Andhika Ramadhani mencatat rating 7,4 setelah melakukan sejumlah penyelamatan penting. Meski kebobolan dua gol, kontribusinya menjaga peluang tim tetap hidup patut diapresiasi.

Di lini belakang, Jefferson Silva menjadi salah satu yang paling menonjol dengan rating 7,9. Risto Mitrevski dan Rachmat Irianto sama-sama mengoleksi nilai 7,4 berkat permainan disiplin dan beberapa intersep krusial.

Nama Koko Ari justru mencatat rating terendah di sektor pertahanan dengan 6,6. Performa bek sayap itu dinilai belum cukup solid dalam mengawal sisi lapangan dan kurang maksimal saat membantu serangan.

Masuk ke lini tengah, Toni Firmansyah tampil stabil dengan rating 7,7. Milos Raickovic bahkan sedikit lebih baik dengan 7,8 berkat distribusi bola yang rapi dan keberanian melepas tembakan dari luar kotak penalti.

Francisco Rivera menjadi motor kreativitas tim dengan rating 8,0. Pergerakannya di antara lini membantu Persebaya menjaga intensitas permainan sepanjang babak kedua.

Di sektor sayap, Gali Freitas membukukan rating 7,6 setelah beberapa kali merepotkan pertahanan lawan. Kecepatan dan keberaniannya menusuk pertahanan sempat membuka ruang bagi rekan-rekannya.

Sorotan tajam mengarah ke Bruno Moreira yang hanya meraih rating 6,8. Sebagai pemain yang diharapkan menjadi pembeda, kontribusinya dinilai belum optimal dalam laga sepenting ini.

Sementara itu, Mihailo Perovic tampil sebagai pemain terbaik dengan rating 9,1. Selain mencetak gol semata wayang, pergerakannya di kotak penalti terus memberi ancaman nyata bagi lini belakang Bhayangkara.

Rapor skuad Persebaya Surabaya usai digasak Bhayangkara FC ini menjadi refleksi penting jelang laga berikutnya. Evaluasi detail di setiap lini diperlukan agar momentum kebangkitan bisa segera diwujudkan.

Kekalahan memang memutus catatan impresif 13 laga tanpa kekalahan yang sebelumnya dibangun dengan penuh perjuangan. Namun karakter dan mental tim akan diuji pada momen seperti ini.

Dukungan publik Gelora Bung Tomo tetap menjadi energi besar bagi Green Force. Kini semua mata tertuju pada respons Persebaya di pertandingan selanjutnya, apakah mampu menjawab kritik lewat kemenangan yang meyakinkan.

EDITOR: Edi Yulianto