JawaPos.com — Persebaya Surabaya terus berbenah demi mengakhiri paceklik kemenangan di Super League 2025/26. Pelatih Eduardo Perez memastikan timnya kini fokus memperbaiki dua sektor krusial: penyelesaian akhir dan pertahanan.
Dalam delapan laga yang telah dijalani, Green Force baru mampu mencetak sembilan gol dan kebobolan delapan kali.
Catatan ini membuat Persebaya Surabaya tertahan di posisi ke-10 klasemen sementara dengan selisih gol yang tipis.
Produktivitas gol yang rendah menjadi sorotan utama Eduardo. Ia menilai timnya kerap kesulitan menuntaskan peluang meski mampu mendominasi permainan di beberapa pertandingan.
Sebagai perbandingan, Arema FC yang hanya unggul satu posisi di atas Persebaya Surabaya sudah mencetak 14 gol dari sembilan laga. Persib Bandung bahkan lebih tajam dengan 13 gol dan baru kebobolan enam kali.
Situasi ini membuat Eduardo bergerak cepat. Ia meningkatkan intensitas latihan sepanjang pekan ini dengan menu khusus untuk meningkatkan efektivitas serangan dan kekompakan lini belakang.
“Melalui hasil evaluasi pertandingan sebelumnya, setiap harinya kami melakukan latihan yang spesifik. Kami berusaha menjalani latihan sepanjang minggu ini dengan maksimal,” ujar pelatih asal Spanyol tersebut.
Ia menegaskan seluruh pemain harus menjalani latihan dengan maksimal agar kembali menemukan sentuhan terbaiknya.
Eduardo tidak ingin sekadar memperbaiki permainan secara umum. Ia menyiapkan dua sesi latihan berbeda: satu untuk drill teknis, satu lagi untuk simulasi taktik menghadapi Persis Solo.
“Kami berlatih finishing dan bertahan berkali-kali. (Jelang lawan Persis) latihan lebih ke skema permainan yang kami inginkan untuk pertandingan terdekat,” tegasnya.
Menurut Eduardo, latihan kali ini lebih difokuskan pada skema permainan yang akan diterapkan di laga terdekat.
Kehilangan tiga poin di laga-laga terakhir menjadi pelajaran berharga bagi Persebaya Surabaya. Dalam tiga pertandingan terakhir, mereka gagal meraih kemenangan dan tampil kurang tajam di depan gawang.
Eduardo menyadari situasi tersebut bisa memengaruhi kepercayaan diri pemain. Namun ia percaya semangat dan kerja keras tim akan menjadi kunci kebangkitan saat menjamu Persis Solo pada 2 November mendatang.
Pelatih berusia 48 tahun itu menilai laga melawan Persis adalah momentum penting untuk mengembalikan kepercayaan diri tim.
Apalagi, Laskar Sambernyawa sedang dalam tren negatif dan belum mampu menemukan performa terbaiknya.
Persis Solo tercatat baru sekali meraih kemenangan di musim ini. Itu pun terjadi pada laga pembuka saat mereka menang di kandang Madura United FC pada 9 Agustus lalu.
Setelah itu, performa Persis menurun drastis dengan hasil imbang dan kekalahan beruntun. Kondisi tersebut menjadi peluang besar bagi Persebaya Surabaya untuk meraih tiga poin di depan pendukungnya sendiri.
Eduardo tak ingin anak asuhnya menganggap remeh lawan yang sedang terpuruk. Ia mengingatkan agar semua pemain tetap fokus sejak menit awal hingga akhir pertandingan.
Menurutnya, laga melawan Persis akan menjadi ujian mental dan konsistensi. Tim yang mampu menjaga disiplin dan efisiensi di kedua sisi lapangan akan keluar sebagai pemenang.
Persebaya Surabaya selama ini dikenal sebagai tim dengan karakter menyerang dan permainan cepat. Namun musim ini, transisi mereka sering kali terganggu karena lemahnya koordinasi antara lini tengah dan belakang.
Eduardo berupaya mengembalikan ciri khas Green Force yang agresif tapi tetap solid dalam bertahan. Ia ingin pemainnya tampil lebih berani mengambil keputusan di kotak penalti lawan dan tidak mudah kehilangan bola.
Para pemain juga diminta menjaga komunikasi di lapangan agar tidak terjadi miskomunikasi yang berujung kebobolan. Bagi Eduardo, pertahanan kokoh adalah fondasi penting sebelum bicara soal kemenangan.
Kondisi fisik pemain turut menjadi perhatian dalam latihan intensif pekan ini. Tim pelatih memantau ketahanan setiap pemain agar siap tampil penuh di laga melawan Persis.
Persebaya Surabaya memang dituntut tampil total di laga nanti. Dukungan Bonek di Stadion Gelora Bung Tomo diyakini bisa menambah motivasi tim untuk kembali ke jalur kemenangan.
Bagi para suporter, kemenangan melawan Persis bukan hanya soal tiga poin. Ini juga tentang kebanggaan dan pembuktian Persebaya Surabaya masih layak bersaing di papan atas.
Eduardo yakin, dengan disiplin dan fokus, timnya mampu menjawab ekspektasi tersebut.
Kemenangan atas Persis akan menjadi titik balik penting bagi perjalanan Persebaya Surabaya musim ini. Jika berhasil, kepercayaan diri tim akan terangkat dan menjadi modal berharga untuk laga-laga selanjutnya.
Persebaya Surabaya punya peluang besar untuk bangkit, asalkan mampu menuntaskan peluang dan menjaga konsentrasi hingga peluit akhir.
Eduardo Perez telah menyiapkan semua skenario, kini giliran para pemain membuktikannya di lapangan.