JawaPos.com — Persebaya Surabaya terus berbenah di tengah jeda kompetisi Super League 2025/2026. Meski atmosfer latihan berjalan intens, pelatih Eduardo Perez menegaskan tiga pemain asing barunya masih butuh waktu agar bisa tampil lebih gacor di lapangan.
Nama-nama seperti Mihailo Perovic, Milos Raickovic, dan Diego Mauricio memang menjadi sorotan dalam beberapa laga awal musim ini.
Ketiganya belum sepenuhnya menunjukkan performa yang diharapkan publik, namun Perez memilih untuk tetap sabar memberi mereka ruang beradaptasi.
Pelatih asal Spanyol itu menilai proses adaptasi tak bisa dipaksakan. Menurutnya, setiap pemain punya ritme dan karakter berbeda dalam menyesuaikan diri dengan intensitas serta kultur sepak bola Indonesia.
“Musim ini memang menjadi proses untuk terus meningkatkan diri. Tetapi sejauh ini saya sangat senang dengan kinerja tim,” ujar Eduardo Perez.
Latihan Persebaya Surabaya tetap berlangsung dengan intens meski tanpa kehadiran penjaga gawang utama Ernando Ari yang tengah memperkuat Timnas Indonesia.
Situasi itu justru memberi kesempatan bagi pemain lain untuk tampil menonjol dan menunjukkan kesiapan mereka.
Dua kiper muda, Andhika Ramadhani dan Rendy Oscario, tampil solid selama latihan dan uji coba internal. Keduanya mendapat banyak arahan dari staf pelatih agar bisa menjaga kualitas permainan di bawah mistar tanpa kehadiran Ernando.
Sementara itu, hampir seluruh pemain asing Persebaya Surabaya sudah ikut berlatih penuh.
Nama-nama seperti Bruno Moreira, Francisco Rivera, Dime Dimov, Risto Mitrevski, Gali Freitas, hingga Leo Lelis tampak serius mengikuti setiap instruksi tim pelatih.
Perez menegaskan semua pemain berlatih dengan fokus tinggi untuk menjaga intensitas permainan. Ia ingin timnya tetap berada dalam ritme kompetitif meski liga tengah jeda.
“Semua pemain berlatih dengan fokus penuh. Kami sedang membangun intensitas dan menjaga ritme tim,” ujar mantan asisten pelatih Luis Milla itu.
Persebaya Surabaya dijadwalkan menjalani laga penting melawan Persija Jakarta pada pekan ke-8 Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Bung Tomo, Sabtu (18/10/2025).
Laga ini diprediksi berlangsung panas karena rivalitas kedua tim dan posisi klasemen yang berdekatan.
Green Force saat ini menempati peringkat keenam dengan 10 poin, terpaut satu angka dari Persija yang ada di posisi keempat. Kemenangan akan menjadi momentum penting untuk menjaga tren positif sekaligus memperbaiki posisi di klasemen.
Dalam dua laga terakhir, Persebaya Surabaya menunjukkan tanda-tanda kebangkitan. Mereka sukses menundukkan Semen Padang FC dengan skor tipis 1-0 dan menahan imbang Dewa United Banten FC 1-1.
Meski hasil itu belum sempurna, Perez menganggap performa timnya mulai mengarah ke jalur yang tepat. Ia melihat progres signifikan dalam kerja sama antar lini, meski masih ada beberapa aspek yang perlu dievaluasi.
Perovic dan Raickovic menjadi dua pemain asal Eropa Timur yang sedang beradaptasi dengan cepat terhadap intensitas kompetisi Indonesia.
Gaya bermain cepat dan keras di Super League membuat keduanya butuh waktu untuk menemukan ritme terbaik.
Sedangkan Diego Mauricio, eks penyerang flamboyan yang sempat bersinar di klub lain, kini dituntut mengembalikan ketajamannya di depan gawang.
Perez yakin Mauricio hanya perlu sedikit waktu agar bisa kembali menemukan naluri golnya.
Pelatih 48 tahun itu tak ingin menekan para pemain barunya dengan target berlebihan. Ia lebih memilih memberi kepercayaan agar mereka bermain lepas dan menikmati permainan bersama rekan setimnya.
Bagi Perez, kunci adaptasi bukan hanya soal fisik dan teknik, tapi juga mental. Ia menekankan pentingnya membangun koneksi antarpemain agar chemistry di lapangan terbentuk secara alami.
Para pemain lokal juga menunjukkan semangat tinggi dalam sesi latihan. Sosok seperti Arief Catur, Koko Ari, Rachmat Irianto, dan Dimas Wicaksono terus memperlihatkan dedikasi besar demi menjaga keseimbangan tim.
Mereka menjadi tulang punggung dalam menjaga kestabilan permainan Persebaya Surabaya di tengah proses adaptasi para pemain asing.
Kombinasi kerja keras pemain lokal dan potensi besar pemain asing diyakini akan membuat Green Force makin berbahaya.
Dengan dukungan penuh Bonek di Stadion Gelora Bung Tomo, atmosfer laga melawan Persija diyakini akan menjadi energi tambahan.
Para pemain diharapkan tampil lebih lepas dan memperlihatkan karakter khas Surabaya yang pantang menyerah.
Perez menyebut hasil dua laga terakhir menjadi bukti timnya sedang menuju performa ideal. Namun ia sadar konsistensi masih menjadi pekerjaan rumah besar yang harus diselesaikan bersama.
Ia menegaskan semua pemain masih dalam tahap proses dan tidak ingin terburu-buru menilai. Baginya, perjalanan panjang musim ini akan menjadi ujian sejati bagi soliditas tim yang sedang ia bangun.
Persebaya Surabaya kini fokus menjaga keseimbangan dan mental juara jelang duel melawan Persija.
Perez berharap tiga pemain yang sedang beradaptasi bisa tampil lebih tajam agar ritme permainan tim semakin gacor di laga-laga berikutnya.
Dengan fondasi latihan yang solid, semangat pemain lokal yang menyala, dan keyakinan pelatih yang kuat, Persebaya Surabaya diyakini siap kembali memperlihatkan permainan terbaiknya.
Waktu adaptasi mungkin masih berjalan, tetapi sinyal kebangkitan Green Force sudah terlihat di depan mata.