← Beranda

Persija Jakarta Mode Serius! Macan Kemayoran Dipenuhi Sosok Pemimpin, Datangkan Tiga Kapten dari Tim Sebelumnya

Alvin Fahrizal BayyuniJumat, 11 Juli 2025 | 02.08 WIB
Jordi Amat dan Rizky Ridho. (dok Persija)

JawaPos.com - Persija Jakarta tampak serius dalam mempersiapkan skuad untuk mengarungi Super League 2025/2026.

Macan Kemayoran tidak hanya fokus pada kualitas teknis pemain, tetapi juga aspek kepemimpinan yang sangat krusial dalam sebuah tim.

Hal ini terbukti dengan kehadiran tiga pemain baru yang semuanya memiliki latar belakang sebagai kapten di klub sebelumnya: Fabio Calonego, Van Basty Sausa hingga Jordi Amat.

Fabio Calonego: Gelandang Bertahan Brasil dengan Jiwa Pemimpin

Persija Jakarta resmi mendatangkan pemain asing kelima, Fabio Calonego, untuk mengarungi Super League 2025/2026. Pemain kelahiran Novo Hamburgo, Brasil, 24 Juli 1997 ini akan mengisi lini tengah Macan Kemayoran dengan posisi utama sebagai gelandang bertahan.

"Setelah ditempa oleh kerasnya sepak bola Negeri Samba, Fabio Calonego memilih menulis bab baru dalam hidupnya," tulis Persija saat memperkenalkan pemain barunya. "Dengan teguh ia terbang ke Jakarta dan menyandang lambang Persija di dada, siap menulis kisah dalam satu musim ke depan."

Sebelum dikontrak Persija, Calonego pernah membela beberapa klub di Serie B dan Serie C Brasil. Ia memulai karier profesional bersama Ypiranga pada musim 2019, kemudian membela Operario-PR (2019-2021), Azuriz (2021-2022), Aimore (2022-2023), dan terakhir memperkuat Confiança (2023-2025).

Bersama Confiança, Calonego tampil konsisten dan menjadi kapten tim. Dalam tiga musim, ia mencatat 62 penampilan di semua ajang dengan peningkatan menit bermain pada musim terakhir.

"Saya siap dan 100 persen yakin menghadapi tantangan. Saya tidak sabar mengenakan seragam Persija dan bertemu dengan para penggemar," kata Fabio. "Saya datang untuk menjadi juara dan membuat sejarah bersama rekan satu tim, klub, dan para penggemar," ucap pemain berpostur 180 centimeter ini.

Van Basty: Pengatur Tempo dengan Pengalaman Kepemimpinan

Nama Van Basty mungkin belum familiar bagi publik sepak bola Indonesia, namun rekam jejaknya di Brasil cukup padat. Lahir di Olivedos, Paraíba, Sousa memulai karier profesional sejak usia 19 tahun dan tercatat pernah memperkuat 15 klub berbeda, mulai dari Campinense Clube hingga Mirassol, Vila Nova, Londrina, hingga Nautico di mana ia menjadi kapten.

Posisinya jelas sebagai gelandang bertahan, tetapi dari gaya mainnya, ia lebih dari sekadar breaker. Sousa dikenal punya kontrol bola yang baik, cerdas membaca permainan, dan kuat dalam menjaga transisi antara lini bertahan dan menyerang. Ia bukan pemain flamboyan, tapi tipe stabil yang dibutuhkan pelatih untuk meredam kekacauan di lapangan tengah.

Baca Juga: Jordi Amat Ngaku Nyaman di Persija Jakarta, Bek Timnas Indonesia Siap Jadi Pemimpin di Lapangan dan Ruang Ganti

Van Basty diproyeksikan menjadi pengatur tempo, memungkinkan pemain seperti Gustavo Almeida dan Ryo Matsumura bisa lebih fokus membangun serangan. "Sousa dipercaya menjaga irama di tengah panggung Macan Kemayoran. Ketenangannya memecah tekanan, tajamnya visi dan ketekunannya menjadikan dirinya bukan sekadar pelengkap, melainkan inti dari simfoni baru Persija," tulis Persija dalam laman resminya.

Jordi Amat: Bek Berpengalaman dengan Jiwa Kepemimpinan

Melengkapi trio pemimpin ini adalah Jordi Amat, yang juga memiliki pengalaman sebagai kapten di JDT (Johor Darul Ta'zim). Kehadiran bek berpengalaman ini semakin memperkuat lini pertahanan Persija sekaligus menambah sosok pemimpin di dalam tim.

Strategi Cerdas dalam Membangun Karakter Tim

Keputusan Persija untuk mendatangkan tiga pemain yang memiliki pengalaman sebagai kapten di tim sebelumnya bukan tanpa alasan. Ini merupakan strategi cerdas untuk membangun karakter tim yang kuat dan memiliki mental juara.

Ketiga pemain ini memiliki karakteristik fisik yang menunjang peran mereka sebagai pemimpin di lapangan. Dengan postur yang sangar dan pengalaman kepemimpinan yang mumpuni, mereka diharapkan dapat memberikan dampak positif tidak hanya dari segi permainan, tetapi juga dari segi mentalitas tim.

Menariknya, berbeda dengan ketiga pemain baru yang memiliki wajah "tukang gebuk", kapten utama Persija justru memiliki wajah yang terlihat lebih "good boy". Kombinasi ini menciptakan keseimbangan yang menarik dalam struktur kepemimpinan tim.

Persiapan Menghadapi Super League 2025/2026

Pada Super League mendatang, kuota maksimal pemain asing tiap klub adalah 11 orang, namun hanya delapan yang bisa masuk daftar susunan pemain dan berlaga di lapangan. Karena itu, belum menutup kemungkinan Macan Kemayoran masih akan gencar bergerak di bursa transfer.

Dengan kehadiran tiga sosok pemimpin baru ini, Persija Jakarta menunjukkan keseriusan dalam mempersiapkan tim yang tidak hanya kuat secara teknis, tetapi juga memiliki karakter dan mental juara yang dibutuhkan untuk meraih prestasi di kompetisi mendatang.

Kombinasi pengalaman, kualitas teknis, dan jiwa kepemimpinan dari ketiga pemain ini diharapkan dapat menjadi fondasi kuat bagi Persija Jakarta untuk meraih kesuksesan di Super League 2025/2026.

 

 
EDITOR: Hendra