← Beranda

Kisah Unik Mega Transfer Aji Santoso ke Persebaya Surabaya: Dibanderol Rp 50 Juta, Rekor Transfer Terbesar Era 90-an

Moch. Rizky Pratama PutraRabu, 29 Januari 2025 | 19.34 WIB
Aji Santoso saat dipercaya menjadi pelatih Persebaya Surabaya. (Media Persebaya)
 

JawaPos.com — Persebaya Surabaya dan Aji Santoso seperti sudah ditakdirkan untuk bersatu. Pada pertengahan 90-an, Aji yang saat itu sedang bersinar sebagai pemain muda di Indonesia, didatangkan ke Persebaya Surabaya dengan nilai transfer yang sangat besar untuk ukuran waktu itu, yaitu Rp 50 juta.

Jumlah tersebut mungkin terdengar biasa saja di zaman sekarang, tetapi di era 90-an, angka tersebut bisa digunakan untuk menggaji satu tim selama empat hingga lima bulan.

Transfer Aji yang terbilang megah itu pun menciptakan sejarah baru bagi Persebaya Surabaya, menjadikannya salah satu transfer terbesar pada masa itu.

"Transfer saya ke Persebaya sangat fantastis, 50 juta rupiah, nilai segitu dulu bisa untuk gaji tim 4-5 bulan," ungkapnya saat sesi wawancara eksklusif yang tayang di YouTube Official Persebaya.

Aji Santoso datang ke Persebaya Surabaya dengan status sebagai rising star yang baru saja membantu Timnas Indonesia meraih medali emas di SEA Games 1991.

Keputusannya pindah ke Persebaya Surabaya pada 1995, dengan ambisi besar untuk meraih gelar juara, seolah menjadi langkah profesional yang tepat.

Keputusan Aji untuk bergabung dengan Persebaya Surabaya didukung oleh kepercayaan penuh dari pelatih Rusdy Bahalwan.

Tidak hanya itu, Aji pun langsung diberikan ban kapten oleh pelatih dan Bonek, yang menunjukkan betapa besar harapan yang ditanamkan kepada dirinya.

Kepercayaan tersebut terbukti tidak sia-sia, karena Aji berhasil membawa Persebaya Surabaya meraih gelar juara Liga Indonesia 1996-1997.

Keberhasilan tersebut mengukuhkan Aji sebagai legenda hidup di Persebaya Surabaya, dan membuat transfernya menjadi lebih berharga dari sekadar angka nominal.

Namun, kisah Aji Santoso tidak hanya berakhir pada dirinya sebagai pemain. Aji kembali menorehkan prestasi besar saat menjadi pelatih Persebaya Surabaya di Liga 1 Indonesia 2019/2020 kala itu, dengan melakukan langkah yang mirip dengan transfernya pada masa lalu.

Pada musim itu, Aji mendatangkan gelandang Makan Konate dari Arema FC dengan nilai pasaran yang cukup fantastis kala itu, mencapai Rp 6,52 miliar.

Beberapa media bahkan menyebutkan transfer Konate sebagai salah satu yang terbesar pada musim 2019/2020, mengingat kualitas dan pengalamannya di sepak bola Indonesia.

Seperti halnya Aji di masa lalu, Aji Santoso sebagai pelatih langsung memberikan kepercayaan besar kepada Makan Konate dengan menunjuknya sebagai kapten Persebaya Surabaya.

Meskipun perjalanan Konate di Persebaya Surabaya harus terhenti lebih cepat akibat pandemi Covid-19, tetapi ia sudah memberikan kontribusi berharga bagi tim dengan membantu meraih trofi pramusim pada awal tahun 2020.

Perjalanan Makan Konate di Persebaya Surabaya memang tidak berjalan mulus seperti yang diharapkan. Ia hanya bermain dalam dua pertandingan, mencatatkan satu assist, dan menghabiskan total 180 menit di lapangan.

Namun, meski hanya beraksi dalam waktu yang singkat, kontribusi Makan Konate dalam membawa Persebaya Surabaya meraih trofi pramusim memberikan harapan besar kepada Bonek dan Bonita.

Konate, yang sudah memiliki pengalaman juara bersama beberapa klub sebelumnya, tetap menjadi sosok yang diandalkan meskipun musim 2020 tidak bisa berjalan sesuai rencana.

Keputusan Aji Santoso untuk membawa Konate ke Persebaya Surabaya di awal tahun 2020, tak pelak mengingatkan pada langkahnya sendiri saat bergabung dengan Persebaya Surabaya di 1995.

Walaupun perjalanan Aji dan Konate memiliki cerita yang berbeda, keduanya memiliki visi yang sama: meraih kesuksesan dengan Persebaya Surabaya.

Kisah Aji Santoso dan Makan Konate merupakan contoh nyata bagaimana sejarah transfer di Persebaya Surabaya seolah terulang kembali.

Aji yang sempat menjadi pelatih Persebaya Surabaya pada periode musim 2019/2020 sampai 2023/2024, telah menorehkan sejarah baru sebagai pelatih yang mendatangkan bintang baru dengan harga tinggi.

Dengan transfer Aji yang sangat bersejarah di tahun 90-an, dan aksi serupa yang dilakukan Aji saat menjadi pelatih, cerita ini menambah panjang daftar momen megah di Persebaya Surabaya.

Nama Aji Santoso, baik sebagai pemain maupun pelatih, selalu identik dengan kesuksesan besar bagi Persebaya Surabaya.

Persebaya Surabaya terus melanjutkan warisan tersebut dengan menjaga kualitas dan sejarah mereka.

Dari transfer Aji Santoso dengan harga fantastis hingga penunjukan pemain berkelas seperti Makan Konate, Persebaya Surabaya menunjukkan mereka selalu mencari jalan untuk sukses, baik di masa lalu maupun sekarang.

Dengan semua prestasi dan pengorbanan yang telah ditorehkan, Persebaya Surabaya tetap menjadi klub yang selalu dikenang oleh para penggemar setianya.

Kisah tentang Aji Santoso, baik sebagai pemain maupun pelatih, akan terus hidup dalam memori para Bonek dan Bonita, serta sepak bola Indonesia secara keseluruhan.

Pencapaian Aji Santoso tak lepas dari perjalanan panjang yang ia tempuh sejak pertama kali didatangkan ke Persebaya Surabaya.

Pada akhirnya, kisah Aji Santoso menunjukkan peran seorang pemain atau pelatih lebih dari sekadar angka transfer, tetapi juga tentang dedikasi dan kontribusi besar kepada tim.

Persebaya Surabaya, dengan segala sejarah meganya, selalu mampu mengukir prestasi dan terus berusaha menjaga kejayaan tersebut, seperti yang dilakukan Aji Santoso di masa lalu.

Bagi Bonek, Aji Santoso akan selalu menjadi bagian penting dari sejarah Persebaya Surabaya yang tak terlupakan.

EDITOR: Edi Yulianto