← Beranda

Nomor Punggung 5 Batal Digunakan, Dejan Tumbas Pakai Nomor 91 dan Dime Dimov Pakai Nomor 4 di Persebaya Surabaya

Moch. Rizky Pratama PutraSenin, 6 Januari 2025 | 00.59 WIB
Nomor punggung Dime Dimov dan Dejan Tumbas yang jadi harapan baru Persebaya Surabaya nan menjanjikan. (Media Persebaya)

JawaPos.com — Persebaya Surabaya kembali memanaskan persaingan Liga 1 2024/2025 dengan perekrutan dua pemain asing baru. Dime Dimov dan Dejan Tumbas resmi diperkenalkan sebagai bagian dari skuad Green Force di putaran kedua. Kehadiran mereka menjadi sorotan karena langsung mendapatkan sambutan hangat dari Bonek. Tidak hanya dari sisi teknis, kedua pemain ini juga diberi nama Suroboyoan, yaitu Cak Bas untuk Dejan Tumbas dan Cak Dim untuk Dime Dimov.

Namun, ada hal menarik yang mencuri perhatian saat pengumuman nomor punggung mereka. Nomor punggung 5 yang sebelumnya diisukan akan dipakai salah satu pemain baru ternyata tidak digunakan.

Dime Dimov memilih nomor 4, sebuah angka yang identik dengan posisi bek tengah. Sementara itu, Dejan Tumbas, sang striker anyar, memutuskan untuk mengenakan nomor 91 yang cukup unik.

Pilihan nomor punggung ini menjadi perbincangan hangat di kalangan suporter. Banyak yang penasaran dengan alasan di balik keputusan mereka memilih nomor tersebut.

Direktur Operasional Persebaya Surabaya, Candra Wahyudi, menjelaskan perekrutan ini sudah melalui pertimbangan matang. Kehadiran Dime dan Dejan diharapkan dapat memberikan dampak positif pada performa tim.

“Jadi kebijakan Persebaya untuk melengkapi kuota asing pemain di putaran kedua sudah kita pertimbangkan suatu asing diskusi dengan kita ingin menambah dua pemain asing,” ujar Direktur Operasional Persebaya Surabaya Candra Wahyudi. Ia menambahkan, kedua pemain ini tidak hanya diproyeksikan untuk putaran kedua tetapi juga menjadi bagian dari rencana jangka panjang klub.

“Tentunya dengan pertimbangan agar kekuatan Persebaya di putaran kedua menjadi lebih baik,” imbuhnya.

Dime Dimov, pemain asal Makedonia Utara, dikenal sebagai bek tengah tangguh. Dengan tinggi badan 184 cm, ia memiliki atribut fisik yang ideal untuk mengawal lini pertahanan.

Selama kariernya, Dime telah mencatatkan 218 penampilan dengan total 19.186 menit bermain. Ia juga menyumbangkan 2 gol dan 2 assist serta mengoleksi 35 kartu kuning.

Nilai pasar Dime saat ini mencapai Rp 7,82 miliar, menjadikannya salah satu bek asing dengan reputasi tinggi. Angka tersebut juga menjadi nilai pasar tertinggi dalam kariernya hingga saat ini.

Di sisi lain, Dejan Tumbas adalah striker serba bisa asal Serbia. Pemain berusia 25 tahun ini memiliki tinggi badan 187 cm yang membuatnya unggul dalam duel udara.

Dejan telah mencetak 21 gol dan 6 assist dari total 128 penampilan sepanjang kariernya. Dengan nilai pasar sebesar Rp 3,48 miliar, ia dianggap sebagai investasi yang menjanjikan bagi Persebaya Surabaya.

Pilihan nomor punggung 91 oleh Dejan juga memunculkan spekulasi di kalangan suporter. Beberapa menduga angka tersebut memiliki makna pribadi bagi sang pemain.

Sementara itu, nomor 4 yang dipilih Dime sangat sesuai dengan perannya sebagai bek tengah. Angka ini sering dikaitkan dengan soliditas dan ketangguhan di lini belakang.

Manajemen Persebaya Surabaya memastikan kedua pemain baru ini dapat langsung berkontribusi. Candra Wahyudi menyebut mereka akan membawa warna baru dalam permainan Green Force.

“Tapi kami coba mempertimbangkan chemistry tim yang sudah terpanggil selama ini sementara lama sehingga kami memilih pemain-pemain yang menurut manajemen dan juga tim pelatih itu bisa menambah kekuatan,” ujar Candra.

Ia juga menambahkan perekrutan ini adalah bagian dari strategi membangun fondasi tim untuk beberapa musim ke depan.

“Sekalian Persebaya juga mempertimbangkan untuk membuat program jangka panjang. Jadi pemain-pemain ini tidak hanya proyeksi dalam putaran kedua tapi juga bisa untuk 2-3 tahun ke depan,” pungkasnya.

Dukungan penuh dari Bonek menjadi salah satu motivasi utama bagi kedua pemain. Sambutan hangat dari suporter memberikan kepercayaan diri ekstra bagi mereka untuk tampil maksimal.

Melalui media sosial, nama Suroboyoan Cak Bas dan Cak Dim langsung viral. Hal ini menunjukkan keakraban antara pemain baru dan komunitas suporter Persebaya Surabaya.

Dengan nomor punggung barunya, Dime Dimov diharapkan bisa memperkuat lini pertahanan. Sementara itu, Dejan Tumbas diharapkan mampu meningkatkan produktivitas lini serang.

Ekspektasi tinggi juga datang dari pelatih Paul Munster yang menilai kedua pemain ini memiliki kualitas mumpuni. Kehadiran mereka memberikan opsi lebih banyak dalam menyusun strategi di lapangan.

Dime dan Dejan juga diharapkan dapat membantu Persebaya Surabaya mempertahankan rekor impresif mereka. Hingga putaran pertama selesai, Green Force tercatat sebagai tim dengan pertahanan terbaik di laga tandang.

Persebaya Surabaya saat ini sedang dalam tren positif untuk bersaing di papan atas. Kehadiran Dime dan Dejan menjadi sinyal klub ini serius dalam mengejar gelar juara.

Dengan investasi total sebesar Rp 11,3 miliar untuk nilai pasar kedua pemain, Persebaya Surabaya menunjukkan ambisinya. Strategi ini juga mencerminkan visi jangka panjang manajemen untuk menciptakan tim yang kompetitif.

Pertandingan pertama di putaran kedua akan menjadi ujian adaptasi bagi Dime dan Dejan. Jika mampu tampil impresif, mereka akan langsung mendapatkan tempat spesial di hati Bonek.

Totalitas dukungan suporter juga menjadi faktor penting dalam perjalanan mereka di Persebaya Surabaya. Nama Suroboyoan yang diberikan menunjukkan semangat persatuan antara pemain dan fans.

Dengan nomor punggung 4 dan 91, Dime dan Dejan resmi menjadi bagian dari keluarga besar Green Force. Kini, semua mata tertuju pada kontribusi mereka di lapangan hijau.

Persebaya Surabaya terus melangkah dengan strategi yang matang dan dukungan penuh dari Bonek. Kisah Cak Bas dan Cak Dim diharapkan menjadi bagian dari sejarah kejayaan klub ini.

Bonek percaya kehadiran mereka akan membawa energi baru. Dengan kerja keras dan dukungan suporter, Persebaya Surabaya siap menghadapi tantangan di sisa musim ini.

Dime dan Dejan tidak hanya bermain untuk tim, tetapi juga untuk kebanggaan kota Surabaya. Dengan nama dan nomor punggung baru, mereka siap memberikan yang terbaik untuk Green Force.

 

EDITOR: Edy Pramana