← Beranda

Menguak Jejak 3 Mantan Bintang Jepang di Persebaya Surabaya, Jelang Duel Timnas Indonesia vs Jepang

Moch. Rizky Pratama PutraSabtu, 9 November 2024 | 18.11 WIB
Takatoshi Uchida jadi salah satu legiun Jepang yang berkesan di hati suporter Persebaya Surabaya. (Istimewa)

JawaPos.com — Jelang laga Timnas Indonesia kontra Jepang di putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026, Kamis (14/11) di Stadion Gelora Bung Karno, bayangan tiga pemain Jepang yang pernah memperkuat Persebaya Surabaya kembali muncul di benak para Bonek. Para bintang ini telah meninggalkan jejak mendalam di hati suporter, mulai dari Sho Yamamoto, Taisei Marukawa, hingga Takatoshi Uchida.

Sho Yamamoto dan Taisei Marukawa adalah nama yang paling akrab di telinga Bonek. Dalam dua musim terakhir, mereka membela Persebaya Surabaya dengan performa yang membuat mereka menjadi idola suporter.

Sho Yamamoto, yang kini berseragam Persis Solo, menjadi sorotan saat mencetak gol penyeimbang melawan Persebaya Surabaya musim lalu. Momen ini membuat ribuan Bonek terdiam sejenak, menyaksikan mantan pemain kesayangan mereka tampil apik di depan mereka.

Tidak berhenti di situ, Taisei Marukawa juga membuat drama tersendiri ketika bertemu mantan klubnya Persebaya Surabaya. Pemain lincah ini mencetak gol untuk PSIS Semarang kala itu meski sekarang sudah berseragam Dewa United, membuat para suporter di Stadion Gelora Bung Tomo kembali merasakan rasa kehilangan.

Sho Yamamoto datang ke Indonesia dan langsung memikat hati para Bonek dengan permainannya yang atraktif di lini tengah. Keputusannya untuk pindah ke Persis Solo tentu mengejutkan banyak pihak, terutama suporter yang menganggapnya sebagai ikon.

Bagi Taisei Marukawa, pertandingan melawan Persebaya Surabaya terasa seperti pulang ke rumah. Meski sudah mengenakan jersey PSIS, penampilannya yang penuh semangat seolah mengisyaratkan bahwa kenangan bersama Persebaya Surabaya masih lekat di benaknya.

Namun, kisah mantan bintang Jepang di Persebaya Surabaya tidak hanya berhenti pada Sho Yamamoto dan Taisei Marukawa. Sebelum mereka, ada satu nama besar yang telah membuka jalan, yakni Takatoshi Uchida.

Takatoshi Uchida adalah pemain Jepang pertama yang berseragam Persebaya Surabaya pada musim 2009/2010. Di usia 27 tahun, ia bergabung sebagai bek tangguh yang kemudian dikenal dengan nomor punggung 5.

Uchida yang akrab disapa Taka, bermain sebagai palang pintu utama di lini pertahanan Persebaya Surabaya. Penampilan kukuhnya membuat Taka menjadi pahlawan di mata Bonek, yang saat itu melihatnya sebagai sosok yang “ngeyel” dan selalu total di lapangan.

Taka datang ke Indonesia setelah bermain untuk Albirex Niigata di Liga Singapura. Ia menghadapi tantangan bahasa karena tidak semua pemain Persebaya Surabaya bisa berbahasa Inggris, sementara Taka hanya fasih berbahasa Jepang.

Beruntung, Taka mendapat bantuan dari Anderson da Silva, pemain Brasil yang fasih berbahasa Indonesia dan Inggris. Meski terkendala bahasa, Taka selalu berusaha membangun komunikasi yang baik di lapangan.

Bahkan, Taka kerap membantu kitman Persebaya Surabaya dalam beberapa aktivitas sehari-hari, sebuah tindakan yang mencerminkan kerendahan hati. Kebersahajaan ini membuatnya semakin dicintai oleh para Bonek.

Taka hanya bertahan satu musim di Persebaya Surabaya sebelum akhirnya memutuskan untuk pensiun dari sepak bola. Meski singkat, kehadirannya meninggalkan kenangan manis di benak suporter yang hingga kini mengenangnya sebagai sosok sederhana dan ramah.

Kini, Taka telah berusia 42 tahun dan menjalani karier sebagai seorang entrepreneur di Jepang. Di akun Instagram-nya, @taka5taka5, Taka beberapa kali mengunggah kenangannya bersama Persebaya Surabaya dan rasa rindunya terhadap Bonek.

Pada salah satu unggahan pada 2016, Taka mengungkapkan rasa bangganya pernah bermain untuk Persebaya Surabaya dan tampil di hadapan jutaan pendukung. Gaya hidupnya berubah drastis, dari seorang bek bertahan berambut gondrong menjadi entrepreneur berpenampilan rapi.

Sosok Taka, Sho Yamamoto, dan Taisei Marukawa menjadi bukti kuatnya pengaruh pemain Jepang dalam sejarah Persebaya Surabaya. Tiga nama ini tidak hanya mencetak gol atau mengamankan pertahanan, tetapi juga meninggalkan kesan mendalam bagi para penggemar Green Force.

Pertandingan Timnas Indonesia melawan Jepang membuat kisah mereka kembali diingat. Bonek mengenang ketiga pemain Jepang ini sebagai bagian dari perjalanan panjang Persebaya Surabaya dalam dunia sepak bola Indonesia.

Sho Yamamoto dan Taisei Marukawa dengan performa gemilang mereka di klub-klub Indonesia lainnya. Sementara Taka yang rendah hati di mata suporter, membentuk warisan Jepang yang akan selalu dikenang di Surabaya. Bagi Bonek, tiga bintang Jepang ini adalah bagian dari identitas dan kebanggaan mereka.

EDITOR: Edi Yulianto