JawaPos.com — Musim baru Liga 2 Indonesia 2024/2025 segera dimulai, dan kompetisi kasta kedua sepak bola Indonesia ini menjanjikan pertarungan sengit. Dengan total 26 klub yang berpartisipasi, kompetisi kali ini akan berlangsung dari 7 September 2024 hingga 23 Februari 2025.
Meskipun jadwal resmi kick-off belum diumumkan, PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) telah menyepakati tanggal mulainya. Kompetisi akan dimulai dari fase grup yang diisi oleh tim-tim penuh ambisi, termasuk enam tim promosi dari Liga 3 yang siap menunjukkan kekuatan mereka demi meraih tiket ke Liga 1.
Meski tanggal pasti kick-off belum diresmikan, unggahan akun Instagram @liga2indonesia.news mengonfirmasi PT LIB telah menyepakati 7 September 2024 sebagai waktu dimulainya kompetisi.
Sementara itu, jadwal lengkap pertandingan masih ditunggu oleh para klub kontestan, PSSI bersama PT LIB telah melakukan berbagai persiapan matang. Workshop Liga 2 Indonesia juga telah diadakan, melibatkan perwakilan dari klub-klub peserta, perangkat pertandingan, dan media.
Total 291 pertandingan akan digelar sepanjang musim, dari fase grup hingga babak final. Format kompetisi tahun ini semakin kompetitif dengan sistem promosi dan degradasi yang menantang. Sebanyak sembilan tim dipastikan akan turun ke Liga 3 pada akhir musim, sementara hanya tiga tim terbaik yang berhak promosi ke Liga 1.
Di antara 26 klub yang berpartisipasi, ada enam tim yang baru saja promosi dari Liga 3 dan siap membuktikan diri di kasta kedua sepak bola nasional. Mereka adalah Adhyaksa Farmel, Dejan FC, Persikas Subang, Persibo Bojonegoro, Persikota Tangerang, dan Persiku Kudus. Setiap tim ini datang dengan ambisi besar untuk mengamankan tempat di Liga 1 musim depan.
Kehadiran tim-tim promosi ini tentunya menjadi bumbu penyedap dalam kompetisi yang sudah diisi oleh klub-klub mapan seperti PSMS Medan, Sriwijaya FC, dan Rans Nusantara FC. Tidak hanya bersaing dengan para raksasa, tim-tim promosi ini juga harus menghadapi tantangan internal berupa konsistensi dan adaptasi terhadap level permainan yang lebih tinggi.
Format dan regulasi Liga 2 Indonesia musim ini mengalami sedikit perubahan untuk menambah dinamika persaingan. Setiap klub hanya diperbolehkan mendaftarkan maksimal 18 pemain, dengan minimal lima di antaranya harus berusia di bawah 21 tahun. Batas usia ini ditetapkan agar pemain kelahiran 1 Januari 2005 atau setelahnya bisa terlibat dalam kompetisi.
Transfer window pertama berlangsung dari 12 Juni hingga 3 September 2024, sementara periode transfer kedua dijadwalkan dari 19 Desember 2024 hingga 15 Januari 2025. Setiap klub juga diperbolehkan memiliki maksimal tiga pemain asing.
Kompetisi akan dibagi menjadi fase grup, dengan sistem home and away yang diterapkan sejak awal hingga babak delapan besar. Babak play-off degradasi juga akan dimainkan dengan format home and away, sementara final akan digelar dalam format single match, memberikan puncak drama pada kompetisi ini.
Klub-klub yang berkompetisi di Liga 2 Indonesia musim ini dibagi menjadi tiga zona: Barat, Tengah, dan Timur. Pembagian zona ini dilakukan untuk mempermudah penyelenggaraan dan distribusi pertandingan, mengingat besarnya wilayah Indonesia yang harus dicakup oleh setiap tim.
Berikut adalah daftar lengkap zona Liga 2 Indonesia 2024/2025:
Zona Barat:
Persiraja Banda Aceh
PSMS Medan
PSPS Riau
Sriwijaya FC
PSKC Cimahi
Persikota Tangerang
Dejan FC Depok
Persikabo 1973
FC Bekasi City
Zona Tengah:
Persikas Subang
Persekat Tegal
Bhayangkara FC
Persijap Jepara
Persiku Kudus
Persipa Pati
PSIM Yogyakarta
Nusantara United
Adhyaksa Farmel
Zona Timur:
Rans Nusantara FC
Persibo Bojonegoro
Persela Lamongan
Gresik United
Deltras FC
Persipal Palu
Persewar Waropen
Persipura Jayapura
Enam tim promosi ini datang dengan kekuatan yang berbeda-beda. Adhyaksa Farmel, misalnya, merupakan klub yang berhasil mencuri perhatian dengan performa apik di Liga 3 musim lalu.
Sementara itu, Persibo Bojonegoro, klub legendaris dengan sejarah panjang di sepak bola Indonesia, kembali bangkit setelah sempat terpuruk. Mereka siap kembali bersaing di level yang lebih tinggi.
Di sisi lain, Persikota Tangerang adalah klub yang tak asing di kancah sepak bola Indonesia. Tim berjuluk Bayi Ajaib ini memiliki basis suporter yang besar dan fanatik, yang selalu mendukung mereka di setiap pertandingan. Dejan FC, klub yang berbasis di Depok, juga menjadi tim yang patut diperhitungkan dengan kombinasi pemain muda dan berpengalaman yang mereka miliki.
Tak diragukan lagi, setiap tim yang berkompetisi di Liga 2 Indonesia memiliki target utama untuk promosi ke Liga 1. Namun, jalan menuju Liga 1 tidaklah mudah. Selain harus menghadapi persaingan ketat dari tim-tim kuat, mereka juga harus bertahan dari ancaman degradasi.
Sembilan tim yang finish di posisi terbawah dari masing-masing zona akan terdegradasi ke Liga 3, membuat setiap pertandingan di Liga 2 Indonesia musim ini menjadi sangat krusial.
Di sisi lain, hanya tiga tim terbaik yang akan mendapatkan tiket ke Liga 1, menjadikan persaingan di papan atas semakin sengit. Setiap poin yang diraih akan sangat berharga bagi klub-klub yang bercita-cita untuk naik kasta dan bermain di Liga 1 musim depan.
Dengan format baru, regulasi ketat, dan jadwal yang padat, Liga 2 Indonesia 2024/2025 menjanjikan drama, kejutan, dan persaingan seru sepanjang musim. Fans sepak bola Indonesia tentu tak sabar menanti siapa yang akan keluar sebagai juara dan siapa yang akan menjadi penantang serius di Liga 1 tahun depan.