← Beranda
Ragnar Oratmangoen Bahagia Dijuluki Wak Haji oleh Fans Timnas Indonesia Karena Mirip dengan Karim Benzema
Moch. Rizky Pratama PutraMinggu, 4 Agustus 2024 | 19.16 WIB
Ragnar Oratmangoen nyaman dan suka dengan julukan suporter Timnas Indonesia yang identik dengan Karim Benzema. (Instagram/@0ratmangoen)

JawaPos.com — Ragnar Oratmangoen, pemain berdarah Maluku yang kini membela Timnas Indonesia, baru-baru ini menjadi sorotan para penggemar sepak bola Tanah Air. Bukan hanya karena performanya di lapangan, tetapi juga karena julukan unik ‘Wak Haji’ yang diberikan oleh para penggemar Indonesia.

Julukan ini, yang biasanya identik dengan mantan bintang Real Madrid dan Timnas Prancis, Karim Benzema, disematkan kepada Ragnar Oratmangoen karena statusnya sebagai seorang muslim. Uniknya, Ragnar Oratmangoen mengaku tidak pernah mempermasalahkan julukan tersebut dan justru merasa nyaman serta bangga dengan sebutan itu.

Kisah Ragnar Oratmangoen yang menjadi mualaf pada usia 15 tahun sempat mengejutkan banyak orang. Keputusannya memeluk Islam menjadi salah satu aspek yang jarang diketahui oleh publik.

Sebagai seorang pemain sepak bola yang kini berkarier di FC Groningen, Belanda, dan juga sebagai anggota Timnas Indonesia, Ragnar Oratmangoen menunjukkan bahwa keyakinan tidak membatasi dirinya untuk terus berkembang dan berprestasi di lapangan. Justru, identitasnya sebagai muslim membuatnya lebih dikenal dan diakui oleh para penggemar di Tanah Air.

Julukan 'Wak Haji' yang disematkan kepada Ragnar Oratmangoen tidak datang begitu saja. Sebagai seorang muslim, Ragnar Oratmangoen memang memiliki kemiripan dengan Karim Benzema, baik dari segi penampilan maupun keyakinan. Namun, Ragnar Oratmangoen sendiri mengaku tidak tahu persis kapan julukan itu mulai digunakan oleh para penggemar.

"Saya tidak tahu persis kapan itu terjadi. Tapi, aku dengar ini panggilan untuk Karim Benzema, mungkin seperti itu, dan karena aku juga muslim," ujar Ragnar Oratmangoen dalam sebuah wawancara di YouTube Kahfeveryday.

Kesan lucu dan hangat terlihat ketika Ragnar Oratmangoen mengingat bagaimana para penggemar mulai memanggilnya dengan julukan tersebut. Menurutnya, mungkin julukan ini muncul karena warna kulit dan keyakinannya yang sama dengan Benzema. "Mereka melihat aku dengan warna kulit yang sama dari tanganku. Jadi mulai dari situ mereka mulai memanggil aku begitu," jelasnya.

Ragnar Oratmangoen pun tidak mempersoalkan julukan itu, bahkan dia merasa bangga dan senang dengan panggilan tersebut. "Aku lihat di Instagram dan lainnya. Tiba-tiba meledak dan semua orang mulai memanggil aku begitu," imbuhnya.

Ragnar Oratmangoen menunjukkan sikap yang sangat dewasa dalam menanggapi julukan 'Wak Haji'. Dirinya tidak merasa tersinggung atau merasa terbebani dengan sebutan itu. Sebaliknya, dia menganggapnya sebagai bagian dari identitasnya di mata para penggemar.

"Ya, mungkin memang harus menerima saja kayaknya. Iya saya suka. Kayaknya nama panggilan yang bagus. Kayaknya semua orang mempunyai nama panggilan unik masing-masing," ucap Ragnar Oratmangoen dengan senyum.

Sikap positif Ragnar Oratmangoen ini menunjukkan bahwa dirinya adalah pemain yang tidak hanya kuat secara fisik, tetapi juga memiliki mental yang kuat.

Selain Ragnar Oratmangoen, beberapa pemain naturalisasi Timnas Indonesia juga memiliki julukan unik dari para penggemar. Salah satunya adalah Jay Idzes, bek kelahiran Belanda yang dijuluki "Bang Jay" atau "Bang Jayadi" oleh para pendukung.

Julukan-julukan ini menunjukkan kedekatan antara para pemain dengan para penggemar, serta bentuk rasa hormat dan apresiasi dari para penggemar terhadap para pemain. Ragnar Oratmangoen, dengan julukan 'Wak Haji', telah menjadi salah satu idola baru di kalangan penggemar sepak bola Indonesia.

Ragnar Oratmangoen resmi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) sejak Maret 2024, dan sejak itu dia telah bermain tiga kali untuk Timnas Indonesia dengan satu gol sebagai kontribusinya. Penampilan Ragnar Oratmangoen di Timnas Indonesia membawa warna baru bagi skuad Garuda, terutama dengan kehadirannya sebagai pemain yang memiliki kualitas bermain di liga Eropa.

Dengan usianya yang masih muda, Ragnar Oratmangoen memiliki potensi besar untuk terus berkembang dan menjadi salah satu pemain kunci di Timnas Indonesia.

Karier Ragnar Oratmangoen di level klub juga tidak kalah menarik. Bermain untuk FC Groningen di Liga Belanda, Ragnar Oratmangoen menunjukkan performa yang stabil dan terus berkembang. Kemampuannya dalam mengolah bola dan visi bermain yang baik membuatnya menjadi salah satu pemain yang patut diwaspadai lawan.

Ragnar Oratmangoen tidak hanya mengandalkan fisiknya yang kuat, tetapi juga kemampuan tekniknya yang mumpuni. Ini membuatnya menjadi salah satu pemain yang diandalkan baik di klub maupun di timnas.

Keputusan Ragnar Oratmangoen untuk menjadi mualaf pada usia 15 tahun adalah salah satu keputusan terbesar dalam hidupnya. Sebagai seorang muslim, Ragnar Oratmangoen berusaha untuk menjalankan kehidupannya sesuai dengan ajaran agama. Ini termasuk dalam hal menjaga sikap dan perilaku baik di dalam maupun luar lapangan.

Ragnar Oratmangoen selalu berusaha untuk menjadi contoh yang baik, tidak hanya bagi rekan-rekannya, tetapi juga bagi para penggemarnya. Sikap rendah hati dan terbuka Ragnar Oratmangoen menunjukkan bahwa dia adalah pemain yang tidak hanya berbakat tetapi juga memiliki karakter yang baik.

Julukan 'Wak Haji' mungkin terdengar lucu bagi sebagian orang, tetapi bagi Ragnar Oratmangoen, itu adalah bentuk penghargaan dari para penggemar. Julukan ini menunjukkan bahwa para penggemar melihat Ragnar Oratmangoen sebagai sosok yang unik dan spesial.

Dengan julukan ini, para penggemar berharap Ragnar Oratmangoen dapat terus membawa kebanggaan bagi Timnas Indonesia dan menginspirasi banyak orang dengan kisahnya sebagai seorang pemain muslim yang berprestasi.

Kisah Ragnar Oratmangoen adalah contoh nyata dari bagaimana seorang pemain sepak bola bisa menjadi inspirasi bagi banyak orang. Dengan segala keunikannya, Ragnar Oratmangoen telah membuktikan bahwa dia adalah pemain yang tidak hanya kuat di lapangan, tetapi juga kuat dalam menjalani kehidupannya.

Julukan 'Wak Haji' adalah simbol dari apresiasi dan dukungan para penggemar terhadapnya. Ragnar Oratmangoen, dengan segala kelebihannya, diharapkan bisa terus membawa kebanggaan bagi Timnas Indonesia dan para penggemar di Tanah Air.

Ragnar Oratmangoen adalah sosok pemain yang patut dicontoh. Keputusan untuk menjadi mualaf di usia muda, sikap positif terhadap julukan 'Wak Haji', dan dedikasinya di lapangan adalah bukti dari kepribadian yang luar biasa.

Semoga Ragnar Oratmangoen terus sukses dalam kariernya dan bisa terus memberikan yang terbaik bagi Timnas Indonesia. Dan, tentu saja para penggemar akan terus mendukung dan memberikan semangat untuk 'Wak Haji' Timnas Indonesia ini. 

EDITOR: Edi Yulianto