← Beranda
Kartu Merah dari Wasit Shen Yinhao untuk Rizky Ridho Membuat Jurnalis Asal Australia Heran
Alvin Fahrizal BayyuniSelasa, 30 April 2024 | 19.20 WIB
Rizky Ridho saat memperkuat Timnas Indonesia. (Pssi)

JawaPos.com – Garuda Muda berlaga di babak semifinal Piala Asia U-23 2024 melawan Uzbekistan pada Senin (29/4) malam WIB di Stadion Abdullah bin Khalifa. Uzbekistan keluar sebagai pemenang dengan skor 2-0, dengan gol dicetak oleh Husain Norchaev pada menit ke-68 dan gol bunuh diri Pratama Arhan pada menit ke-86.

Pada pertandingan tersebut, kapten Timnas Indonesia, Rizky Ridho, terpaksa harus mandi lebih cepat lantaran mendapat kartu merah karena dianggap melanggar pemain lawan setelah mengecek VAR.

Setelah berdiskusi panjang dengan wasit VAR, Sivakorn Pu-Udom, Shen Yinhao memutuskan bahwa Ridho pantas diberi kartu merah. Keputusan ini menjadi perbincangan hangat di kalangan publik lokal, tapi juga internasional.

Baca Juga: 6 Wasit Paling Kontroversial di Lapangan hingga Pertandingan Indonesia vs Uzbekistan di Piala Asia U-23

Seorang Jurnalis asal Australia, Paul Williams, mengungkapkan keheranannya terkait pengusiran Rizky Ridho dalam pertandingan Timnas Indonesia U-23 melawan Uzbekistan ketika laga berjalan 84 menit.

Melansir cuitannya di jejaring sosial X, jurnalis yang telah malang melintang di Negeri Kanguru tersebut menilai keputusan Shen Yinhao dan Sivakorn Pu-Udon sangat buruk.

“VAR benar-benar telah menghancurkan sepak bola,” kata Paul Williams dalam cuitannya di akun media sosial X-nya @paulwilliams_85.

Baca Juga: Para Selebriti Ramai-Ramai Kecam Kepempimpinan Wasit usai Indonesia kalah dari Uzbekistan pada Semifinal Piala Asia U-23

Bahkan, ia tak segan menambahkan di unggahan lain, bahwa keputusan dari wasit asal Tiongkok itu merupakan salah yang terburuk di Piala Asia U23 2024.

“Saya ulangi. Kartu merah kepada Rizky Ridho merupakan salah satu keputusan terburuk yang mungkin Anda lihat,” tambahnya.

Dua menit setelah pengusiran tersebut, penurunan mental timnas Indonesia U-23 berujung pada gol bunuh diri yang dilakukan oleh Pratama Arhan.

Baca Juga: Indonesia Kalah dari Uzbekistan di Semifinal Piala Asia U-23, Pengamat Sepakat Keputusan Wasit Banyak Rugikan Timnas Garuda 

Sebelumnya, Shen Yinhao juga menganulir tendangan bebas yang ia berikan pada Indonesia setelah mengecek VAR. Padahal dalam kasus tersebut, VAR hanya memiliki wewenang untuk memberi atau membatalkan penalti, bukan tendangan bebas.

Selain itu, ia juga menganulir gol yang dicetak oleh Muhammad Ferarri setelah Ramadhan Sananta yang memberikan assist dianggap telah berada dalam posisi offside.

Meski mengkritisi kinerja Shen Yinhao, jurnalis asal Australia tersebut mengapresiasi permainan Uzbekistan yang dianggapnya sempurna.

“Namun, Uzbekistan layak menang, dengan tampil lebih baik sepanjang pertandingan dan layak mendapatkan kemenangan,” katanya.

Paul juga memberikan pujian kepada Federasi Sepak Bola Uzbekistan (UFA), yang telah membentuk dan mempersiapkan generasi saat ini.

Baca Juga: Ini Parah Sih! Shen Yinhao, Wasit Indonesia U-23 Lawan Uzbekistan U-23 Pernah Terjerat Kasus Plagiarisme dan Sederet Kontroversi Lainnya

“Ini merupakan puncak kerja dan perencanaan bertahun-tahun dari UFA untuk mempersiapkan generasi ini menghadapi momen ini. Sejarah tercapai,” tutupnya.

Saat ini, Garuda Muda masih memiliki kesempatan untuk bersaing merebut tiket ke Olimpiade Paris 2024 jika berhasil meraih kemenangan dalam pertandingan perebutan tempat ketiga melawan Irak, Kamis (2/5) pukul 22.30 WIB.

EDITOR: Nicolaus Ade