← Beranda

Dari Singo Edan hingga Kabau Sirah, Kisah Julukan Klub Besar Liga Indonesia

Moch. Rizky Pratama PutraSabtu, 9 Maret 2024 | 21.42 WIB
KABAU SIRAH: Semen Padang punya kisah bersejarah dengan julukan Kabau Sirah. Semoga tuah julukan ini bisa membawa semangat membara di Leg 2 Final Liga 2 Indonesia. (Semen Padang FC)

JawaPos.com — Sepak bola di Indonesia tak hanya dikenal dengan animo yang tinggi dari para pendukungnya, tetapi juga dengan julukan-julukan unik yang melekat pada klub-klub besar di dalamnya.

Dari Persija Jakarta hingga Persipura Jayapura, setiap klub memiliki cerita dan asal-usul yang menarik di balik julukan mereka.

Macan Kemayoran, Kekuatan Tak Terbantahkan Persija Jakarta

Salah satu klub papan atas yang tak bisa dilewatkan adalah Persija Jakarta. Klub ini telah meraih berbagai gelar bergengsi, di antaranya sembilan trofi perserikatan dan satu juara Indonesia Super League. Namun, di balik prestasi mereka, terdapat sebuah julukan yang ikonik: Macan Kemayoran.

Tak ada data pasti yang memastikan asal muasal dari julukan tersebut. Namun, konon, inspirasi julukan Macan Kemayoran berasal dari seorang pendekar asal Kemayoran bernama Murtado.

Murtado, seorang putra betawi yang mahir dalam bela diri, digambarkan menggunakan keahliannya untuk melawan penjajah. Kehebatannya membuatnya dijuluki sebagai Macan Kemayoran, dan julukan ini kemudian diadopsi oleh Persija Jakarta sebagai simbol kekuatan dan ketangguhan.

Maung Bandung, Kebanggaan Kota Bandung Persib

Berbeda dengan Persija yang terinspirasi oleh tokoh lokal, Persib Bandung memiliki julukan yang terkait erat dengan sejarah Jawa Barat. Persib, yang lahir dari gabungan PSIB dan NVB, telah meraih lima trofi juara perserikatan dan dua trofi Liga Indonesia.

Julukan Maung Bandung dipercaya berasal dari Prabu Siliwangi, sosok legendaris yang identik dengan Harimau Putih. Dikisahkan bahwa kehebatan Prabu Siliwangi menginspirasi masyarakat untuk menyebut klub kesayangan mereka sebagai Maung Bandung, sebagai simbol kegagahan dan kekuatan dalam bertanding.

Singo Edan, Gairah Arema Cronus dari Kota Malang

Arema Cronus, klub yang lahir pada 11 Agustus 1987, menjadi salah satu kebanggaan Kota Malang. Klub ini memilih julukan Singo Edan, yang artinya ‘Singa Gila’ untuk mewakili semangat dan keberanian mereka dalam setiap pertandingan.

Asal-usul nama Singo Edan tak hanya terkait dengan logo Kota Malang yang dulunya menggambarkan seekor singa, tetapi juga dengan astrologi. Tanggal lahir Arema yang bertepatan dengan bintang Leo, yang melambangkan kekuatan dan keberanian, memberikan tambahan makna bagi julukan mereka.

Mutiara Hitam, Keunggulan Persipura Jayapura di Ujung Timur Indonesia

Berbeda dengan klub-klub lain yang mengambil julukan dari hewan atau tokoh legendaris, Persipura Jayapura memilih Mutiara Hitam sebagai identitas mereka.

Klub yang berusia 53 tahun ini telah sukses menyabet beberapa gelar bergengsi di Indonesia dan tampil gemilang di kancah Asia.

Julukan Mutiara Hitam menggambarkan warna kulit orang Papua yang hitam, namun embel-embel ‘mutiara’ memberikan nuansa keistimewaan dan bakat yang dimiliki oleh para pemain Papua.

Klub ini menjadi simbol kebanggaan bagi masyarakat Papua, tidak hanya dalam sepak bola domestik, tetapi juga di tingkat internasional.

Kabau Sirah, Semangat Pantang Menyerah Semen Padang FC

Klub kebanggaan Kota Padang, Semen Padang FC, memiliki julukan yang sarat dengan nilai historis dan filosofis: Kabau Sirah. Julukan ini terinspirasi dari sejarah Minangkabau yang kental dengan cerita rakyat, yang menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas masyarakat Padang.

Kabau, yang berarti kerbau, dipilih karena keterkaitannya dengan budaya Minangkabau. Sementara ‘Sirah’ menggambarkan semangat yang menyala dan pantang menyerah. Kabau Sirah menjadi simbol keberanian dan determinasi Semen Padang FC dalam menghadapi tantangan di lapangan.

Hari ini, Sabtu (9/3) pukul 19.00 WIB, Semen Padang FC atau biasa dijuluki Kabau Sirah tengah berjuang membalikkan keadaan pada Leg 2 Final Liga 2 Indonesia yang sudah tertinggal 3-0 dari PSBS Biak di Leg 1. Menarik untuk menanti Kabau Sirah mengamuk dan menundukkan skuad Badai Pasifik di Ranah Minang.

Dari Persija Jakarta yang kuat dengan julukan Macan Kemayoran hingga Semen Padang FC yang tak kenal lelah sebagai Kabau Sirah, setiap klub memiliki cerita unik di balik julukan mereka.

Tak hanya sebagai simbol identitas, julukan-julukan tersebut juga memperkuat hubungan emosional antara klub dan para pendukungnya, menciptakan ikatan yang tak tergantikan dalam dunia sepak bola Indonesia.

EDITOR: Edi Yulianto