← Beranda

Toni Firmansyah, Bintang Muda Persebaya yang Nyaris Bergabung Persib

Sidiq PrasetyoJumat, 23 Februari 2024 | 20.00 WIB
Foto kiri, Didik Liestyantono bersama Tony Firmansyah.

Toni Firmansyah disebut-sebut sebagai wonderkid Persebaya. Dia diprediksi sebagai calon pemain bintang Persebaya Surabaya dan Tim Nasional Indonesia. Bagaimana dia meniti kariernya?

Sidiq Prasetyo, Surabaya

JawaPos.com - Sebuah foto ditunjukkan Didik Listiyantono. Ada seorang anak debgan jersey merah yang memegang trofi juara sebuah kejuaraan sepak bola kelompok umur di Jakarta.

"Ini Oon. Sekarang orang lebih mengenal nama aslinya Toni Firmansyah," kata Didik.

Ketika itu, pelatih asal Masaran, Sragen, Jawa Tengah tersebut tengah dipercaya menangani sebuah akademi sepak bola untuk pemain-pemain muda, SRA. Lokasi latihan dan mess pemain ada di sebuah desa yang masuk wilayah Sedati, Sidoarjo.

"Oon didatangkan dari klub Mars Benowo. Dia dipinjam dan ikut berlatih," ungkap Didik.

Saat di SRA, usia Toni belum cukup 15 tahun. Namun, badannya sudah gempal layaknya sekarang.

"Tony saya mainkan sebagai penyerang. Kalau sekarang kan dia gelandang," ujar Didik yang mempunyai lisensi kepelatihan A AFC itu.

Pertimbangannya, ungkap Didik, karena Toni mempunyai tendangan yang keras untuk anak seusianya. Anak asuhnya itu juga berani duel dengan pemain belakang lawan.

"Oon jadi top skor ketika kami juara di Jakarta. Dalam setiap pertandingan, Oon selalu cetak gol," terang Didik.

Selain itu, dia juga memuji semangat Toni dalam berlatih. Sebab, jarak antara rumah dan tempat latihan sangat jauh dan bisa memakan waktu 1 jam lebih perjalanan.

"Hanya kadang Toni absen. Bukan karena malas tapi main tarkam sampai ke Tulungagung dan Kediri," lanjut Didik yang pernah menjadi head coach DI PSS Sleman, Persiba Bantul, dan Persis Solo itu.

Dia pun memaklumi dan tidak melarang. Toni terus terang absen latihan karena mencari uang dari ajang tarkam.

"Tapi kalau tidak ada agenda tarkam, Oon pasti latihan di SRA. Bahkan oleh pemilik SRA (Nanang), Oon mau dibeli dan dipermanenkan menjadi milik SRA," ujar Didik.

Namun, keinginan itu tidak jadi terlaksana. Didik pernah mengajak Toni ke Akademi Persib Bandung yang ditanganinya. Jika itu terjadi, bisa jadi sekarang Toni berkostum Maung Bandung, julukan Persib.

"Oon tidak mau. Katanya jauh dan hanya mau di sekitar Surabaya," tutur Didik.

Setelah lama tak ditangani, Didik mengaku bangga dan senang melihat mantan anak asuhnya itu bisa masuk ke Persebaya. Apalagi, terakhir Toni menjadi pilihan utama di Tim Indonesia U20.

"Saya kontak dia dan sampai sekarang Oon masih berhubungan. Hanya tidak bertemu langsung," jelas Didik yang kini tinggal di Karanganyar, Jawa Tengah, itu.

Dia berpesan kepada Toni untuk terus semangat dan tidak puas diri. Didik yakin anak asuhnya di masa kecil itu bakal menjadi salah satu andalan Persebaya dan Indonesia. (*)

EDITOR: Dhimas Ginanjar