← Beranda

Indonesia Baru Punya 20 Pelatih Berlisensi AFC Pro

Ainur RohmanJumat, 2 Desember 2022 | 05.38 WIB
Pelatih Indonesia U17 Bima Sakti (kiri) memeluk pesepak bola Indonesia U17 Arkhan Kaka usai kalah melawan Malaysia U17 dalam laga lanjutan kualifikasi piala AFC U17 distadion Pakansari, Bogor, Jawa Barat, Minggu (9/10/2022). HARITSAH ALMUDATSIR/JAWA POS
JawaPos.com-Indonesia baru punya 20 pelatih berlisensi AFC Pro.

Mereka adalah Djadjang Nurdjaman, Bambang Nurdiansyah, Wolfgang Pikal, Rudy Eka Priyambada, Joko Susilo, Liestiadi, Hanafing, dan Tony Ho.

Ada juga Emral Abus, Rahmad Darmawan, Iwan Setiawan, Nil Maizar, Indra Sjafri, Widodo Cahyono Putro, Yeyen Tumena, Mundari Karya, Yunan Helmi, Syafrianto Rusli, Aji Santoso, dan Seto Nurdiantoro.

Mereka adalah angkatan pertama yang mengikuti kursus kepelatihan AFC Pro. Saat itu kursus kepelatihan AFC Pro digelar pada April 2018 sampai Juli 2019.

Nah, sejak kursus angkatan pertama selesai, PSSI belum kembali menggelar kursus kepelatihan AFC Pro. Karena itu, saat PSSI kembali mengadakan kursus lisensi kepelatihan AFC Pro, pesertanya langsung membeludak.

Ya, 24 peserta mengikuti kursus tersebut. Yaitu, Agus Sugeng Riyanto, Bima Sakti Tukiman, Eko Purdjianto, Fakhri Husaini, Firmansyah, Francis Wewengkang, Syamsuddin Battola, dan Hendri Susilo.

Ada juga Imran Nahumarury, Jafri Sastra, Kartono Pramdhani, Kas Hartadi, Lukas Torona Tumbuan, dan Zein Al Haddad. Selain itu, kursus kepelatihan AFC Pro diikuti Mahruzar Nasution, Miftahudin, Muhamad Yusuf Prasetiyo, I Putu Gede, Rasiman, Ricky Nelson, Yopie Riwoe, Sudirman, Uston Nawawi, dan M. Yogie Nugraha.

Saat ini para peserta menjalani materi modul pertama secara daring. Modul pertama digelar pada 28 November–4 Desember. Para peserta dibimbing instruktur FIFA-AFC asal Singapura Moh. Basir. Dia dibantu asisten instruktur Yeyen Tumena dan Mundari Karya.

Direktur Teknik PSSI Indra Sjafri mengungkapkan, program kursus kepelatihan AFC Pro merupakan agenda prioritas PSSI dalam pengembangan sepak bola Indonesia.

”Lisensi AFC Pro kali ini lebih detail. Akan lebih berfokus pada taktik tim dan match per match. Artinya, setiap selesai pertandingan, akan ada koreksi dan analisis. Bentuk latihan, diskusi, dan praktik juga akan ada sedikit perubahan,” ujar mantan pelatih tim nasional Indonesia U-23 tersebut.

Ricky Nelson senang bisa ikut ambil bagian dalam kursus kepelatihan AFC Pro. Menurut pelatih Persipura Jayapura itu, ini adalah penantian panjang yang sudah sangat dirindukan.

”Seharusnya PSSI mengadakan kursus lisensi kepelatihan AFC Pro pada 2020. Tapi tertunda karena pandemi Covid-19. Sekarang program ini digelar meski dalam situasi kompetisi yang terhenti. Sebagai peserta, saya tentu berterima kasih kepada PSSI,” ucap mantan pelatih Borneo FC Samarinda tersebut kepada Jawa Pos melalui pesan singkat.

Ricky mengungkapkan, biaya untuk mengikuti kursus kepelatihan AFC Pro sangat mahal. Paling mahal dibandingkan kursus-kursus kepelatihan lainnya. Tapi, bagi Ricky, hal itu tidak menjadi batu sandungan.

”Saya pikir ini bagian dari perjalanan seorang pelatih. Setelah program ini selesai, saya berharap bisa melatih di Liga 1 dan bisa berkontribusi lebih baik bagi persepakbolaan Indonesia,” terang pendiri klub Liga 3 Serpong City tersebut.
EDITOR: Ainur Rohman